http://www.antara.co.id/arc/2008/11/27/delegasi-indonesia-usulkan-pembentukan-dana-moneter-asia/

*Delegasi Indonesia Usulkan Pembentukan Dana Moneter Asia*


Jakarta (ANTARA News) - Selain berhasil memperjuangkan Ketua DPR RI, HR
Agung Laksono sebagai Presiden `Asian Parliamentary Assembly` (Sidang
Parlemen se-Asia), Delegasi Parlemen Indonesia juga mengusulkan pembentukan
dana moneter Asia.

"Tujuannya untuk membantu perekonomian negara-negara Asia yang terkena
dampak ekonomi global," kata Ketua Komisi I DPR RI, Theo L Sambuaga, kepada
ANTARA News, di Jakarta, Kamis, di sela-sela acara Sidang ke-3 APA yang
berlangsung di `Jakarta Convention Center`.

Usulan ini, menurut Theo Sambuaga yang juga menjadi salah satu anggota
delegasi Indonesia, disampaikan langsung oleh Ketua Badan Kerjasama Antar
Parlemen (BKSAP) DPR RI, Abdillah Toha di hadapan para anggota parlemen saat
acara `general debate`, di `Assembly Hall`.

Baik Theo Sambuaga, maupun Abdillah Toha, secara terpisah mengatakan, Asia
harus dapat memainkan peranan lebih besar di dalam perekonomian dunia.
Karenanya, negara-negara di Asia harus bersatu dan mengurangi ketergantungan
terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Sementara itu, Abdillah Toha pada kesempatan tampil mewakili Indonesia di
forum `General Debate`, mengungkapkan, pemikiran dana moneter Asia itu
sebetulnya sudah tercetus pada sidang APA ke-dua, namun kurang memperoleh
dukungan.

"Oleh karena itu, harus segera membentuk Tim Studi `Asia Monetary Fund`.
Asia harus kuat bersama-sama dengan memperkuat perdagangan komoditas antar
negara Asia, sehingga dapat meminimalisasi dampak ekonomi global," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Asia harus membentuk mekanisme transparansi aliran
modal, sebab belakangan ini, arus modal mulai tidak terkendali bahkan
cenderung ke arah spekulatif.

Ia juga menambahkan, Dana Moneter Asia tersebut dapat memperkuat pasar
domestik antar negara Asia, juga dapat mengembangkan infrastruktur negara
Asia yang lemah secara ekonomi.

"Ini dapat memperkuat ekonomi Asia secara keseluruhan," tegasnya lagi.

Abdillah Toha kemudian mengharapkan, Asia dapat mengambil alih tampuk
perekonomian global.

Ia menggambarkan pula, potensi perekonomian Asia sangat besar, bahkan
memiliki cadangan ekonomi sebesar tiga triliun dollar AS. "Namun mayoritas
negara Asia belum sepenuhnya mampu memainkan perannya di perekonomian
Dunia.

Bahkan, menurutnya, hubungan dagang antar Asia masih kalah dibandingkan
dengan Eropa. "Inilah yang perlu diperbaiki, demi memperkuat Asia," tandas
Abdillah Toha.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke