06/12/2008 00:02
Koalisi Tengah Bisa Jegal SBY & Mega

R Ferdian Andi R   
   
INILAH.COM, Jakarta – Gagasan membentuk koalisi tengah terus menguat seiring 
perkembangan politik yang masih menempatkan figur SBY dan Mega sebagai capres 
paling populer. Desakan munculnya capres alternatif melalui gerbong koalisi 
tengah menjadi cara untuk membenamkan impian SBY maupun Mega merebut kursi RI-1 
yang kedua kalinya.

Koalisi tengah ini muncul dari kalangan partai papan menengah, seperti PKS, 
PAN, PPP, PKB, PBR, dan beberapa partai politik baru yang berpotensi, seperti 
Partai Gerindra, Partai Hanura, dan PMB. Koalisi ini diyakini mampu menandingi 
dominasi SBY maupun Mega.

Menariknya, koalisi ini bakal sukses jika PKS menjadi motornya. Menanggapi hal 
tersebut, Presiden PKS Tifatul Sembiring menegaskan, mungkin saja koalisi 
tengah terbentuk dalam Pemilu 2009. “Meski semua masih wait and see,” kata 
Tifatul kepada INILAH.COM, Jumat (5/12) di Jakarta. 

Bagaimana peluang terbentuknya koalisi tengah? Apakah PKS mau mengambil peran 
komandan dalam koalisi ini? Berikut jawaban lengkapnya dari Presiden PKS 
Tifatul Sembiring: 

Bagaimana Anda menanggapi desakan agar PKS menjadi motor pembentukan ‘koalisi 
tengah’ untuk memecah kebuntuan dalam suksesi nasional di Pemilu 2009? 

Sebetulnya, belum ada gagasan koalisi tengah. Itu baru wacana. Karena kita 
masih melihat perkembangan. Memang, dalam diskusi terungkap, mungkinkah kita 
membentuk kekuatan ketiga, karena saat ini seolah-olah yang ada hanya SBY dan 
Mega yang berhadap-hadapan. 

Dengan persyaratan dukungan sebesar 20%, itu sangat memungkinkan ada tiga 
capres. Siapa partai ketiga itu, sampai saat ini belum ada yang matang. Nah, 
kalau soal menggagas, PKS belum menggagas koalisi tengah, kita baru diskusi 
saja. Memang sejauh ini, belum ada yang menandingi dua calon yang ada yaitu SBY 
dan Mega. 

***
Memang saat ini belum ada koalisi tengah. Namun ada tuntutan kuat dari 
masyarakat akan hadirnya pemimpin baru yang menawarkan perubahan. SBY dan 
Megawati telah diketahui kiprah dan kadarnya sebagai presiden. Apakah PKS bisa 
mengemban amanat dari masyarakat ini? 

Kalau menurut saya sangat memungkinkan. Misalnya, yang muda, seperti usulan 
capres di bawah lima puluh tahun (Balita), kita berkumpul di koalisi tengah 
yang terdiri dari beberapa partai, itu bisa ya, bisa tidak, tergantung 
kesamaan-kesamaan pandangan kita. Tapi menurut saya, koalisi tengah ini bisa 
kita create bersama-sama. Meski situasi saat ini, semua partai politik masih 
wait and see, baik partai papan atas maupun partai tengah. 

***
Menyebut ‘koalisi tengah’ mengingatkan kita pada poros tengah saat Pemilu 1999 
yang menyisakan trauma politik yang mendalam, terutama di kalangan partai 
tengah atau partai Islam. Bagaimana dengan kendala memori politik 1999 itu? 

Sebetulnya, tidak kelam-kelam banget. Di Indonesia sangat mungkin terjadi 
koalisi tengah. Dari era Pak Harto, orang ingin mengganti, kemudian Pak 
Habibie, kemudian Gus Dur, belum separuh jalan diganti Megawati. Nah, sekarang 
pemerintahan SBY lima tahun ini, sebagian masyarakat masih belum puas dengan 
kinerja pemerintahan. Jadi, sangat mungkin koalisi tengah muncul di Indonesia. 
Kalau koalisi tengah ini menguat, dua capres SBY dan Mega bisa ditinggalkan. 

***
Bagaimana dengan analisis bahwa koalisi tengah akan sia-sia jika PKS tidak 
menjadi motor dari koalisi ini, di samping juga dengan cara ini citra PKS 
sebagai partai eksklusif akan terkikis? 

Kita selama ini sudah tidak eksklusif. Bahkan kita berkoalisi dengan tentara 
(SBY). Memang semua partai politik pada gamang. Seperti dalam survei, partai 
tengah dihajar di bawah 5% semua, itu membuat tercengang juga. PKS masih sangat 
beruntung, seperti dalam survei CSIS yang menyebutkan PKS sebesar 11,8%, ada 
juga LSI 7,6%, 6,4%. Kondisi ini, membuat tidak percaya diri. 

***
PKS percaya diri atau tidak, untuk menjadi motor koalisi tengah ini?

Dari dulu, kita tidak PD (Percaya Diri), tapi PA (Percaya Allah). Jadi kalau 
menurut saya, masyarakat kita mau berubah atau tidak? Kalau masyarakat mau 
berubah, kita maju. Tapi kalau melihat masyarakat belum mau mengubah dirinya, 
ya sulit juga. 

***
Tapi rekayasa politik dengan membentuk koalisi tengah bukankah medium untuk 
mengubah masyarakat? 

Saya kira bisa saja, tidak ada masalah. Meski itu harus dikaji dengan matang, 
bukan trial and error. Karena PKS itu modern dalam melakukan manuver, namun 
majelis syura masih agak konservatif. Artinya, mau mengembang tapi ada satu 
perhitungan yang betul-betul melihat hasilnya akan jauh lebih baik dari 
sebelumnya. Jadi tidak mau spekulasi total. Ini gelagat yang saya amati dari 
majelis syura. 

***
Termasuk dalam gagasan koalisi tengah ini?

Ya. Walaupun majelis syura juga akan melihat kesepakatan di DPP dan MPP, karena 
kita selalu melakukan pengkajian perkembangan. [P1]

http://inilah.com/berita/politik/2008/12/06/66848/koalisi-tengah-bisa-jegal-sby-dan-mega/




      

Kirim email ke