Bagaimana sikap Sabili, Hidayatullah dan pengagumnya terhadap sikap 
Hamas yang melarang mulsim Palestina dari Gaza untuk menunaikan ibadah 
haji ke Arab Saudi?
Salam
KM

----Original Message----
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: 08/12/2008 11:38 
To: <[email protected]>
Subj: [ppiindia] Fw: [Sabili] ....Kejadian ini berlangsung di Turkia

Sedikit bacaan ringan........anggaplah studi banding :)

************************
 Regards,
 C.A. Hidayat - Pekanbaru
 ************************

--- On Sat, 12/6/08, Syaff Groups <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Syaff Groups <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Sabili] 08-12-05  Kejadian ini berlangsung di Turkia
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], hmm-
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
com, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Saturday, December 6, 2008, 1:14 PM

Dalam kolomnya di koran Dostor edisi 531/06 Desember 2008 yang terbit 
di Kairo , om Fahmi menulis: Kejadian ini berlangsung di Turkia, dan 
dan sudah sewajarnya kisah seperti ini bisa mewarnai dunia Islam secara 
keseluruhan. Pemerintahan Israil menunjuk salah seorang Dubesnya yang 
berdarah Turkia untuk bekerja di Ankara. Sang Dubes baru ini dulunya 
terlahir di wilayah Barghama dekat wilayah Azmir Selatan-Turkia, dan 
sempat menghabiskan masa kecilnya disana selama empat tahun  baru 
akhirnya keluarganya hijrah ke Israil pada tahun lima puluhan, namun 
keberadaannya di Israil tidak membuatnya lupa dengan tanah 
kelahirannya, melainkan sekeping hatinya masih lagi bergelayut di tanah 
kelahirannya tersebut, sampai akhirnya takdir menghendakinya untuk 
diutus ke tanah kelahirannya sebagai Dubes negerinya Israil. Sudah 
bukan rahasia lagi bahwa terpilihnya si Dubes baru ini sebagai 
representatif negerinya dimaksudkan untuk memperbaiki imej Israil di 
mata Turkia,
 dimana hasil poling pada beberapa tahun belakang ini menunjukkan 
bahwa mayoritas rakyat Turkia masih  lagi menganggap  Israil dan 
Amerika Serikat sebagai musuh terbesar mereka.                  Dubes 
Israil baru “Levi Jaby” ini  ternyata tidak mengecewakan harapan pihak 
yang telah mengutusnya. Baru saja kakinya menginjak bumi Turkia Levi 
langsung aktiv bergerak kesana kemari untuk mengambil hati para elit 
Turkia. Dalam menjalankan usahanya tersebut si Dubes pernah meminta 
berkunjung ke Universitas Istanbul untuk bertemu dan  berbicara dengan 
rektornya. Setalah waktu pertemuan tesebut sudah final diatur, maka si 
Dubes membawa serta Konsulernya yang di Istanbul yang juga tidak kalah 
gesit dan aktiv dalam menjalankan misi-misi negaranya, akhirnya Dubes 
dan konsuler ini pun bergerak menuju universitas bersejarah itu untuk 
bertemu dengan rektornya Prof.Mas’ud Parlak. Pada waktu yang sudah 
dijanjikan tepatnya setelah solat Jum’at
 (28/11), kala itu Prof. Parlak berdiri di pintu kantornya untuk 
menyambut kedatangan tamunya dan langsung ingin dibawa duduk ke dalam 
ruangan di samping kantornya. Namun beliau  melihat ada dua orang lain 
yang ikut bersama kedua tamunya dan langsung masuk nyelonong tanpa izin 
untuk memeriksa keamanan ruangan yang akan di masuki si dubes tadi. 
Setelah ditanya siapa gerangan dua orang tambahan ini si konsuler 
menjawab bahwa dua orang ini adalah team keamanan khusus untuk menjaga 
Dubes. Mendengar hal itu sang Profesor meminta agar kedaua orang itu 
tidak diikutsertakan masuk dan segera dikeluarkan  dari ruangan 
tersebut sembari mengingatkan para tetamunya bahwa mereka sedang berada 
dalam lingkungan universitas, dan sesuai dengan tradisi dan protokoler 
maka semenjak masuknya mereka ke dalam lingkungan iniversitas maka 
sudah secara otomatis mereka sedang berada dibawah penjagaan 
universitas dan dibawah pengamanannya, selama mereka berada dikawasan
 universitas maka pihak manapun tidak boleh melakukan penjagaan 
terhadapnya selain otoritas kemananan universitas itu sendiri. Namun si 
Dubes dan si Konsuler Israil ini membandel dan tidak  mendengarkan 
omongan tuan rumah dan tetap bersikukuh untuk mengikutsertakan 
dua  bodyguardnya dalam ruangan rektor selama pertemuan berlangsung. 
Mendapatkan hal itu Rektor sertamerta berdiri dan langsung menuju pintu 
keluar serta berucap dengan tegas: “silahkan, pertemuan sudah selesai!” 
dan beliau tidak bisa menerima kehadiran mereka dengan syarat-syarat 
seperti itu!  Kemudian sang rektor berucap: “ jika anda-anda masih 
tetap ngotot untuk bergerak dan bertemu dengan orang-orang di Turkia 
dengan cara kalian ini, maka sebaiknya anda-anda tidak usah beranjak 
lagi  dari kantor anda dan tetaplah berdiam diri saja disana, sebab 
percuma, karena Turkia bukan negara jajahan yang bisa anda perlakuakn 
semau udel anda!” kemudian beliau beranjak dan meninggalkan mereka
 di depan pintu lalu memutar tubuh dan kembali ke 
kantornya.                 Kejadian ini dikisahkan oleh seorang 
peneliti berwarganegara Turki bernama Samir Soleh dalam makalah beliau 
yang dimuat di “Syarqil Ausat – Midle East” pada 2/12, dan beliau 
memberi komentar pada kisah tersebut bahwa: “para diplomat Israil 
merasa tidak nyaman dan tida aman berada di Turkia” beliau juga 
menuliskan bahwa konsuler Israil juga pernah mengalami dan menghadapi 
protes serupa di selah-selah usaha gagalnya untuk beretemu dengan 
pejabat-pejabat universitas tersebut pada bulan Maret kemarin, 
sebagaiman halnya si Dubes Israil tersebut dan juga para pembantunya 
beberpa hari yang lalu pernah menuai protes dari mahasiswa yang sengaja 
menantikan kedatangannya diselah-selah seminar yang diprakarsai oleh 
salah satu universitas swasta yang membahas tentang “konflik Arab-
Israil”. Agaknya catatan arsip para diplomat Israil di Turkia penuh 
dengan
 sikap-sikap seperti yang tersebut diatas, hal itu pernah terjadi 
sendiri dengan si Dubes  ketika si Dubes  pergi menemui salah seorang 
tokoh persatuan buruh, dan ketika disuguhkan kepada beliau sebuah kotak 
makanan yang dibuka dihapannya untuk dicicipi maka si Dubes menolak 
mencicipi makanan tersebut, dan langsung mengeluarkan sepotong makanan 
dari kantongnya sembari berkata bahwa dia lebih memilih memakan coklat 
bawaannnya sendiri dari pada  memakan suguhan tokoh buruh tadi. Melihat 
hal itu maka tokoh buruh tadipun langsung melahap beberapa potong 
makanan yang tadi beliau suguhkan untuk si Dubes yang tak tau adat itu 
demi membuktikan bahwa makanan itu tidaklah beracun, dan apa yang 
dilakukan oleh Dubes yang miskin tata krama itu sangatlah tidak layak 
dilakukan oleh tamu manapun dalam tradisi dan adat istiadat 
Turkia.                  Makna terpenting dari semua kejadian ini 
adalah: bahwa rakyat Turkia masih tetap menolak keberadaan
 Israil meskipun pemerintahan di negrinya mengakui pemerintahan 
Ibarani itu pada tahun 1949, tepat setahun setelah pendirian negara 
haram itu. Kemudian pemerintahan negara itupun berusaha sedapat dan 
sejauh mungkin untuk menjadikan hubungan kedua negara menjadi lebih 
normal dan bisa sejalan. Ini artinya bahwa semua usaha yang dibuat oleh 
dunia untuk menormalkan hubungan Israil dengan dunia Islam tidak akan 
pernah berhasil menghapus semua tindak kriminal-perkosaan yang 
dilakukan Israil terhadap bangsa Muslim Palestina, dan sejarah tidak 
akan pernah mengampunkan tindak kriminal Israil tersebut, begitu pula 
bangsa kita, bangsa Muslim sedunia tidak akan pernah melupakan 
kebiadaban mereka. Nah, gimana dengan tokoh-tokoh bangsa Indonesia, 
mampukah bertindak jantan seperti sang profesor Turkia diatas? Atau 
sedari sekarang sudah membancikan diri dan mewadamkan mental untuk sok 
pahlawan dalam membela para pemerkosa bangsa Muslim seperti sikap anda 
pada Peres yang

      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.
yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links






Kirim email ke