Sedikit bacaan ringan........anggaplah studi banding :)
************************
Regards,
C.A. Hidayat - Pekanbaru
************************
--- On Sat, 12/6/08, Syaff Groups <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Syaff Groups <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Sabili] 08-12-05 Kejadian ini berlangsung di Turkia
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Saturday, December 6, 2008, 1:14 PM
Dalam kolomnya di koran Dostor edisi 531/06 Desember 2008 yang terbit di Kairo
, om Fahmi menulis: Kejadian ini berlangsung di Turkia, dan dan sudah
sewajarnya kisah seperti ini bisa mewarnai dunia Islam secara keseluruhan.
Pemerintahan Israil menunjuk salah seorang Dubesnya yang berdarah Turkia untuk
bekerja di Ankara. Sang Dubes baru ini dulunya terlahir di wilayah Barghama
dekat wilayah Azmir Selatan-Turkia, dan sempat menghabiskan masa kecilnya
disana selama empat tahun baru akhirnya keluarganya hijrah ke Israil pada
tahun lima puluhan, namun keberadaannya di Israil tidak membuatnya lupa dengan
tanah kelahirannya, melainkan sekeping hatinya masih lagi bergelayut di tanah
kelahirannya tersebut, sampai akhirnya takdir menghendakinya untuk diutus ke
tanah kelahirannya sebagai Dubes negerinya Israil. Sudah bukan rahasia lagi
bahwa terpilihnya si Dubes baru ini sebagai representatif negerinya dimaksudkan
untuk memperbaiki imej Israil di mata Turkia,
dimana hasil poling pada beberapa tahun belakang ini menunjukkan bahwa
mayoritas rakyat Turkia masih lagi menganggap Israil dan Amerika Serikat
sebagai musuh terbesar mereka. Dubes Israil baru Levi Jaby
ini ternyata tidak mengecewakan harapan pihak yang telah mengutusnya. Baru
saja kakinya menginjak bumi Turkia Levi langsung aktiv bergerak kesana kemari
untuk mengambil hati para elit Turkia. Dalam menjalankan usahanya tersebut si
Dubes pernah meminta berkunjung ke Universitas Istanbul untuk bertemu dan
berbicara dengan rektornya. Setalah waktu pertemuan tesebut sudah final diatur,
maka si Dubes membawa serta Konsulernya yang di Istanbul yang juga tidak kalah
gesit dan aktiv dalam menjalankan misi-misi negaranya, akhirnya Dubes dan
konsuler ini pun bergerak menuju universitas bersejarah itu untuk bertemu
dengan rektornya Prof.Masud Parlak. Pada waktu yang sudah dijanjikan tepatnya
setelah solat Jumat
(28/11), kala itu Prof. Parlak berdiri di pintu kantornya untuk menyambut
kedatangan tamunya dan langsung ingin dibawa duduk ke dalam ruangan di samping
kantornya. Namun beliau melihat ada dua orang lain yang ikut bersama kedua
tamunya dan langsung masuk nyelonong tanpa izin untuk memeriksa keamanan
ruangan yang akan di masuki si dubes tadi. Setelah ditanya siapa gerangan dua
orang tambahan ini si konsuler menjawab bahwa dua orang ini adalah team
keamanan khusus untuk menjaga Dubes. Mendengar hal itu sang Profesor meminta
agar kedaua orang itu tidak diikutsertakan masuk dan segera dikeluarkan dari
ruangan tersebut sembari mengingatkan para tetamunya bahwa mereka sedang berada
dalam lingkungan universitas, dan sesuai dengan tradisi dan protokoler maka
semenjak masuknya mereka ke dalam lingkungan iniversitas maka sudah secara
otomatis mereka sedang berada dibawah penjagaan universitas dan dibawah
pengamanannya, selama mereka berada dikawasan
universitas maka pihak manapun tidak boleh melakukan penjagaan terhadapnya
selain otoritas kemananan universitas itu sendiri. Namun si Dubes dan si
Konsuler Israil ini membandel dan tidak mendengarkan omongan tuan rumah dan
tetap bersikukuh untuk mengikutsertakan dua bodyguardnya dalam ruangan rektor
selama pertemuan berlangsung. Mendapatkan hal itu Rektor sertamerta berdiri dan
langsung menuju pintu keluar serta berucap dengan tegas: silahkan, pertemuan
sudah selesai! dan beliau tidak bisa menerima kehadiran mereka dengan
syarat-syarat seperti itu! Kemudian sang rektor berucap: jika anda-anda
masih tetap ngotot untuk bergerak dan bertemu dengan orang-orang di Turkia
dengan cara kalian ini, maka sebaiknya anda-anda tidak usah beranjak lagi dari
kantor anda dan tetaplah berdiam diri saja disana, sebab percuma, karena Turkia
bukan negara jajahan yang bisa anda perlakuakn semau udel anda! kemudian
beliau beranjak dan meninggalkan mereka
di depan pintu lalu memutar tubuh dan kembali ke kantornya.
Kejadian ini dikisahkan oleh seorang peneliti berwarganegara Turki bernama
Samir Soleh dalam makalah beliau yang dimuat di Syarqil Ausat Midle East
pada 2/12, dan beliau memberi komentar pada kisah tersebut bahwa: para
diplomat Israil merasa tidak nyaman dan tida aman berada di Turkia beliau juga
menuliskan bahwa konsuler Israil juga pernah mengalami dan menghadapi protes
serupa di selah-selah usaha gagalnya untuk beretemu dengan pejabat-pejabat
universitas tersebut pada bulan Maret kemarin, sebagaiman halnya si Dubes
Israil tersebut dan juga para pembantunya beberpa hari yang lalu pernah menuai
protes dari mahasiswa yang sengaja menantikan kedatangannya diselah-selah
seminar yang diprakarsai oleh salah satu universitas swasta yang membahas
tentang konflik Arab-Israil. Agaknya catatan arsip para diplomat Israil di
Turkia penuh dengan
sikap-sikap seperti yang tersebut diatas, hal itu pernah terjadi sendiri
dengan si Dubes ketika si Dubes pergi menemui salah seorang tokoh persatuan
buruh, dan ketika disuguhkan kepada beliau sebuah kotak makanan yang dibuka
dihapannya untuk dicicipi maka si Dubes menolak mencicipi makanan tersebut, dan
langsung mengeluarkan sepotong makanan dari kantongnya sembari berkata bahwa
dia lebih memilih memakan coklat bawaannnya sendiri dari pada memakan suguhan
tokoh buruh tadi. Melihat hal itu maka tokoh buruh tadipun langsung melahap
beberapa potong makanan yang tadi beliau suguhkan untuk si Dubes yang tak tau
adat itu demi membuktikan bahwa makanan itu tidaklah beracun, dan apa yang
dilakukan oleh Dubes yang miskin tata krama itu sangatlah tidak layak dilakukan
oleh tamu manapun dalam tradisi dan adat istiadat Turkia.
Makna terpenting dari semua kejadian ini adalah: bahwa rakyat Turkia masih
tetap menolak keberadaan
Israil meskipun pemerintahan di negrinya mengakui pemerintahan Ibarani itu
pada tahun 1949, tepat setahun setelah pendirian negara haram itu. Kemudian
pemerintahan negara itupun berusaha sedapat dan sejauh mungkin untuk menjadikan
hubungan kedua negara menjadi lebih normal dan bisa sejalan. Ini artinya bahwa
semua usaha yang dibuat oleh dunia untuk menormalkan hubungan Israil dengan
dunia Islam tidak akan pernah berhasil menghapus semua tindak
kriminal-perkosaan yang dilakukan Israil terhadap bangsa Muslim Palestina, dan
sejarah tidak akan pernah mengampunkan tindak kriminal Israil tersebut, begitu
pula bangsa kita, bangsa Muslim sedunia tidak akan pernah melupakan kebiadaban
mereka. Nah, gimana dengan tokoh-tokoh bangsa Indonesia, mampukah bertindak
jantan seperti sang profesor Turkia diatas? Atau sedari sekarang sudah
membancikan diri dan mewadamkan mental untuk sok pahlawan dalam membela para
pemerkosa bangsa Muslim seperti sikap anda pada Peres yang
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/