Coba lihat: http://infoindonesia.wordpress.com/category/bbm
Dari situ untuk biaya pengilangan minyak serta distribusi ke SPBU hingga marketing di AS sekitar US$ 15/barrel. Di Indonesia dgn gaji pegawai lebih murah harusnya lebih miring. Jadi kalau minyak mentah US$ 50/barrel, harga BBM sekitar US$ 65/barrel. 1 Barrel = 159 liter. Jadi 1 liter dgn kurs 1 USD = Rp 10 ribu = Rp 4.088/liter. Harus kita ketahui bahwa 159 liter (1 barrel) minyak mentah setelah dikilang akan menghasilkan 166 liter BBM. Ini seperti biji jagung yang mengembang ketika jadi popcorn. Lihat: http://infoindonesia.wordpress.com/category/bbm/page/2/ Jadi kalau SBY-JK betul2 peduli pada rakyat, dengan harga premium Rp 4.000/liter saja Indonesia sudah untung. Lihat para pegawai perusahaan minyak yang hidup mewah sementara ratusan ribu pegawai di perusahaan lain terancam PHK. --- yuniarto <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Hanya ingin menanggapi dan sekaligus bertanya, klo > ada yang tahu kira2 production cost untuk satu liter > premium berapa ya (asumsi harga minyak $50/barrel)? > Saya pikir,dari sini semua akan jelas tanpa > menggunakan perhitungan tersebut. > > > Salam, > > > WY > > > > > ________________________________ > Dari: Meutia Inten <[EMAIL PROTECTED]> > Kepada: [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED] > Terkirim: Sabtu, 6 Desember, 2008 10:54:46 > Topik: [ekonomi-syariah] Harga Bensin Premium Turun. > Apa Dasarnya dan Dampaknya buat Rakyat? > > > > Just info.. > > > > > ---------- Pesan terusan ---------- > Dari: korandigital <korandigital@ gmail.com> > Tanggal: 6 Desember 2008 08:35 > Subjek: [Koran-Digital] Kwik Kian Gie : Harga Bensin > Premium Turun. Apa Dasarnya dan Dampaknya buat > Rakyat? > Ke: koran-digital@ googlegroups. com > > > > Harga Bensin Premium Turun. Apa Dasarnya dan > Dampaknya buat > Rakyat? > Selasa, 02 Desember > 08 > Tanggal 1 Desember 2008 harga bensin premium > diturunkan dari Rp > 6.000 per liter menjadi Rp 5.500. Penjelasan tentang > kebijakan penurunan harga > ini kabur. Sebelumnya sudah ramai dibicarakan bahwa > harga minyak internasional > turun kok harga BBM dalam negeri tidak diturunkan? > Dahulu ketika menaikkan harga > BBM yang dijadikan acuan adalah harga minyak mentah > di pasar internasional yang > dibentuk oleh NYMEX. > > Mari kita segarkan ingatan kita ketika bensin > premium harganya dinaikkan dari Rp 2.700 menjadi Rp > 4.500 per liter. Ketika itu > dikatakan bahwa yang menjadi landasan adalah harga > minyak mentah yang US$ 60 per > barrel dan nilai tukar rupiah yang Rp 10.000 per > dollar AS. > > Di bawah > saya berikan perhitungan yang disederhanakan dan > hanya garis besarnya. > Perhitungan didasarkan atas data dan asumsi : harga > minyak mentah US$ 50 per > barrel. Kurs rupiah Rp 12.000 per US$. Produksi > 930.000 barrel per hari. > Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun. Bagian > Indonesia 70 % dari produksi atau > lifting. Biaya-biaya lifting, refining dan > transporting keseluruhannya rata-rata > US$ 10 per barrel. Seluruh minyak mentah dijadikan > satu macam BBM saja, yaitu > bensin premium. Produk sampingan yang merupakan > reducing factors tidak dihitung. > > Terlebih dahulu saya kemukakan alur pikir dan > perhitungan kasar > pemerintah ketika menaikkan harga bensin premium > dari Rp 2.700 menjadi Rp 4.500 > per liter. > > Untuk dijadikan ekuivalen dengan harga minyak > mentah, jumlah > ini harus dikurangi dengan biaya-biaya lifting, > refining dan transporting > sebesar US$ 10 per barrel. Biaya ini sama dengan (10 > : 159) x 12.000 = Rp 755 > (dibulatkan) per liter. > > Maka harga bensin premium Rp 4.500 per liter > ketika itu ekivalen dengan harga US 61,55 per > barrelnya. Perhitungannya : Harga > per barrel dalam dollar AS menjadi (4.500 x 159) : > 10.000 = US$ 71,55. Dikurangi > dengan biaya-biaya lifting, refining dan > transporting yang US$ 10 menjadi US$ > 61,55. > > Jadi ketika menaikkan harga bensin premium dari Rp > 2.700 menjadi > Rp 4.500 per liternya, harga ini sudah ekuivalen > dengan harga yang lebih tinggi > dari harga minyak mentah internasional yang hanya > US$ 60 per barrelnya. Tetapi > karena perhitungan ini secara sangat garis besar dan > kasar, kita anggap sama > saja, atau Rp 4.500 per liter bensin premium > ekuivalen dengan harga minyak > mentah sebesar US$ 60 per barrel. > > Maka ketika itu pemerintah mengatakan > bahwa mulai hari itu kita tidak mengenal lagi > subsidi. Harga akan naik turun > persis sama dengan ekuivalennya harga minyak mentah > di pasar internasional. > > Nah kalau jalan pikiran pemerintah (yang walaupun > menurut saya salah) > kita ikuti, harga Rp 5.500 per liter bensin premium > ini didasarkan atas harga > minyak mentah berapa dan atas dasar nilai tukar > rupiah berapa? > > Kalau > kita anggap nilai tukar yang diambil Rp 12.000 per > dollar AS, harga bensin > premium yang Rp 5.500 per liter ekuivalen dengan > harga minyak mentah US$ 64,53 > per barrel. Hitungannya sebagai berikut. Menentukan > harga bensin premium yang Rp > 5.500 per liter menjadi angka ekuivalennya minyak > mentah harus dikurangi dengan > biaya-biaya lifting, refining dan transporting > sebesar Rp 755 per liter, > sehingga menjadi Rp 4.745 per liternya atau Rp > 754.455 per barrelnya. Dengan > kurs Rp 12.000 per US$, ini sama dengan US$ 63 > (dibulatkan) . Biaya-biaya > lifting, refining dan transporting yang dalam > perhitungan sebelumnya Rp 630 per > liter sekarang menjadi Rp 755, karena kurs sudah > menjadi Rp 12.000 per US$. > > Jelas bahwa harga bensin premium yang Rp 5.500 per > liternya lebih mahal > dari harga minyak mentah di pasar internasional yang > berlaku, karena sekarang > ini berkisar pada US$ 50 per barrelnya. Artinya, > pemerintah memberlakukan harga > bensin untuk rakyatnya dengan harga yang lebih > tinggi dari harga minyak mentah > internasional. > > Maka kalau istilah subsidi tetap saja dipakai dan > asumsi > harga minyak mentah US$ 50 per barrel, kurs Rp > 12.000 per US$, untuk setiap > liternya rakyat memberi subsidi kepada pemerintah > sebesar Rp 971. Dengan > konsumsi sebesar 60 juta kiloliter subsidi > keseluruhannya sebesar Rp 58,26 > trilyun. Perhitungannya sebagai berikut : Harga > minyak mentah per liter = (50 : > 159) x 12.000 = Rp 3.774. Ditambah biaya-biaya > sebesar Rp 755 menjadi Rp 4.529. > Dijual dengan harga Rp 5.500. Untung Rp 971. > Konsumsi 60 juta kiloliter per > tahun, sehingga rakyat memberi subsidi kepada > pemerintah sebesar 60 juta > kiloliter dikalikan dengan Rp 971 = Rp 58,26 > trilyun. > > Kalau kita tidak > menggunakan metode replacement value dalam > menghitung harga pokoknya bensin > premium, melainkan dengan metode cash basis, atau > berapa perbedaan antara uang > yang diterima dan dikeluarkan, kelebihan uang > pemerintah neto (setelah dikurangi > dengan kebutuhan untuk impor neto) sebesar Rp 263,7 > trilyun per tahun. > Hitungannya sebagai berikut : > > Harga jual Rp 5.500 per liter. Harga pokok > Rp 755 per liter. Kelebihan uang tunai per liternya > Rp 4.745. Konsumsi sebesar > 60 juta kiloliter sehingga kelebihan uang tunainya > 60 juta kiloliter dikalikan > dengan Rp 4.745 atau Rp 285 (dibulatkan) trilyun per > tahun. > > Namun > produksi kita sebesar 937.000 barrel per hari atau > per tahun 342 juta barrel. > Yang milik Indonesia 70 % atau = 239 juta barrel. > Kebutuhannya konsumsi sebanyak > 60 juta kiloliter = 377 juta barrel. Kekurangannya > yang 138 juta barrel (239 > juta barrel – 377 juta barrel) harus diimpor > dengan harga US$ 50 per barrel. > Kurs Rp 12.000 per US$. Uang rupiah yang harus > dikeluarkan untuk impor adalah: > 138 juta x 50 x 12.000 = Rp 83 trilyun. Kita lihat > tadi, kelebihan uang tunainya > Rp 285 trilyun, sehingga pemerintah netonya > kelebihan uang tunai sebesar Rp 285 > trilyun – Rp 83 trilyun = Rp 202 trilyun. > > Alangkah malangnya rakyat kita > yang harus membeli bensin premium dengan harga yang > mengandung subsidi kepada > pemerintah sebesar Rp 202 trilyun. Rakyat ini dalam > keadaan kemiskinan dan > sedang menderita didera krisis ekonomi yang jelas > sudah memasuki resesi dan > sangat mungkin menjadi depresi. > > Oleh Kwik Kian Gie > http://www.koranint ernet.com/ webv2/lihatartik > el/lihat. php?pilih= lihat&id=10819 > > > > > > > > > > Nikmati chatting lebih sering di blog dan > situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ === Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

