Berdayakan 7 Daya Dukung Bela Negara
  

  Menjelang Hari Bela Negara 19 Desember 2008, secara kontekstual kita 
dihadapkan kepada ancaman seperti terjadinya proyeksi dampak krisis 2009 yakni 
rakyat miskin 45 juta [LP3S, Suara Pembaruan 24 Nopember 2008] yang dapat 
mengarah kepada kehidupan HanKamNas melengah, ancaman terjadinya kiamat tahun 
2012 akibat ledakan besar di atmosfer Matahari (Coronal Mass Ejection) berdaya 
setara 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima yang dapat mengarah kepada 
bahaya bagi keselamatan umat [Kompas 26 Nopember 2008], maka sebagai antisipasi 
antara lain perlu ditekadkan pemberdayaan nasional meliputi pembinaan, 
penggalangan dan pengerahan di semua komponen masyarakat, bangsa dan negara 
terhadap 7 (tujuh) daya dukung Bela Negara yakni (1) Sumberdaya Manusia, (2) 
Sumberdaya Alam, (3) Sumberdaya Buatan, (4) Sumberdaya Sarana & Prasarana, (5) 
Sumberdaya Kearifan Lokal Yang Menasional, (6) Sumberdaya Tiga Pilar 
Kenegarawanan, (7) Sumberdaya Lima Pilar Bela Negara.
  Sumberdaya Alam meliputi semua potensi yang terkandung dalam bumi, air dan 
dirgantara yang dalam wujud asalnya dapat didayagunakan untuk kepentingan 
pertahanan negara. Sumberdaya Buatan mencakupi semua sumber daya alam yang 
telah ditingkatkan dayagunanya untuk kepentingan pertahanan negara. Sumberdaya 
Sarana dan Prasarana melingkupi hasil budi daya manusia yang dapat digunakan 
sebagai alat penunjang untuk kepentingan pertahanan negara dalam rangka 
mendukung kepentingan nasional. Sumberdaya Kearifan Lokal Yang Menasional 
adalah Tatanilai Kearifan Lokal yang dapat berkemampuan merekatkan Persatuan 
dan Kesatuan bangsa. Sumberdaya Tiga Pilar Kenegarawanan yaitu Tiga Pilar 
Kebangsaan (9 Pusaka Bangsa Indonesia, 7 Strategi Ketahanan Bangsa, 
Kepemimpinan Kebangsaan 45), Tiga Pilar Kepemimpinan Amanah (Pemimpin Umat atau 
Khalifah, Akhlak Mulia, Cinta Kasih Sayang), Tiga Pilar Kejuangan TRISAKTI 
(Politik Berdaulat, Ekonomi Berdikari, Budaya Berkepribadian). Sumberdaya Lima 
Pilar
 Bela Negara yakni Tiga Pilar Tataran Kiprah Bela Negara, Tiga Pilar Cinta 
Tanah Air, Tiga Pilar Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Tiga Pilar Keyakinan 
bahwa Pancasila sebagai Ideologi Negara, Tiga Pilar Kerelaan Berkorban bagi 
Bangsa dan Negara.
  Keberdayaan 7 daya dukung tersebut diatas diyakini akan turut mengkondisi 
nilai tambah bagi Stimulus Penyelamatan Ekonomi Rp 120 T [Suara Pembaruan, 25 
Nopember 2008] sekaligus memungkinkan upaya2 pemberdayaan pertanian lokal guna 
pengurangan jumlah impor 7 komoditas seperti kedelai (1,2 juta ton), gandum (5 
juta ton), kacang tanah (800 ribu ton), kacang hijau (300 ribu ton), gaplek 
(900 ribu ton), sapi (600 ribu ekor), susu (964 ribu ton). Pengganti Kedelai 
seperti Karabenguk yang mampu tumbuh produktif di lahan kering dan bisa jadi 
tanaman tumpang sari [Kompas 26 Nopember 2008] dan “Mocaf” Subsitusi Gandum 
[Suara Pembaruan 29 Nopember 2008 adalah sungguh strategik dan perlu segera 
kiprah pemberdayaan masyarakat sekaligus gerakan rakyat semesta agar Ekologi 
tidak gersang, bersemangat Bela Negara.
  Jakarta, 1 Desember 2008, Pandji R. Hadinoto / eMail : [EMAIL PROTECTED] 
  [HP : 0817 983 4545]
  

  

  


       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke