http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/19/3847.html

*'Indonesia Unggul' Karya SBY Diluncurkan
*


(Presiden SBY menandatangi buku karyanya, "Indonesia Unggul" pada acara
peluncuran sekaligus pembukaan cabang baru toko buku Gramedia ke-88, di
Grand Indonesia Shopping Town, Jl. MH Thamrin, Jakarta)

Jakarta: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* Jumat (19/12) sore meluncurkan
buku karyanya yang berjudul Indonesia Unggul. Peluncuran buku ini bersamaan
dengan peresmian Toko Buku Gramedia Grand Indonesia di Grand Indonesia East
Mall, Lantai 2, jl.HM Thamrin, Jakarta Pusat. Buku Indonesia Unggul adalah
kumpulan pemikiran dan tulisan pilihan dari Presiden SBY.

Berbeda dengan dua buku karya Presiden SBY sebelumnya yaitu Transforming
Indonesia dan Indonesia on the Move, buku Indonesia Unggul ditulis dalam
bahasa Indonesia. Buku ini juga merupakan respon atas permintaan berbagai
kalangan agar Presiden SBY juga menuliskan karyanya dalam bahasa Indonesia.

Presiden SBY tak lupa mengucapkan selamat kepada PT. Gramedia atas
diresmikannya kembali toko buku Gramedia ke-88 ini. "Insya Allah ini akan
menjadi salah satu pusat keunggulan dari dunia pendidikan dan peradaban
kita," kata Presiden SBY. Presiden SBY menandatangani prasasti sebagai tanda
diresmikannya Toko Buku Gramedia Grand Indonesia. Sementara sebagai tanda
diluncurkannya buku Indonesia Unggul, Presiden SBY menandatangani dan
menyerahkan buku kepada 10 tokoh dari berbagai kalangan, antara lain
M.S.Hidayat, Hasjim Djalal, Nazaruddin Umar, dan Yohanes Surya.

"Sebenarnya buku ini adalah buku yang kedua setelah buku pertama
Transforming Indonesia. Itu berisi kumpulan pidato, tulisan-tulisan yang
dibantu saudara Dino Patti Djalal," jelas SBY kepada para undangan. "Dari
segi substansi, pikiran-pikiran dasar memang saya hadirkan sebagai alat
komunikasi saya, baik kepada masyarakat global maupun di kalangan dalam
negeri sendiri. Kumpulan dari pidato dan artikel saya yang saya hadiri di
berbagai forum dan berbagai media terutama media internasional," tambahnya.

Yang mendasari mengapa Presiden SBY menerbitkan buku ini adalah karena
banyak pihak yang mengatakan di Indonesia ada jarak antara mitos dan
realita. "Banyak orang yang salah mengerti tentang Indonesia. Oleh karena
itu sebagai kepala negara/pemerintahan wajib hukumnya bagi saya, dengan
interaksi saya dengan berbagai kalangan untuk menceritakan apa dan siapa itu
Indonesia," SBY menerangkan.

"Saya menyampaikan banyak hal tentang Indonesia. Di buku ini saya banyak
berbicara tentang demokrasi. Orang mengatakan demokrasi di Indonesia masih
muda. Barangkali benar, tapi kita berada di jalur yang tepat untuk terus
memekarkan demokrasi kita. Saya juga banyak menyampaikan tentang Islam. Kita
sampaikan ajaran yang benar tentang Islam agar tidak terjadi kesalahpahaman
tentang Islam," lanjut SBY.

Presiden SBY dan Ibu Ani kemudian meninjau Toko Buku Gramedia yang baru saja
diresmikan. Toko buku Gramedia Grand Indonesia ini adalah toko buku paling
modern di Asia Tenggara dan terbesar di shopping mall di Indonesia yang
dirancang dengan konsep modern dan bergengsi. Toko buku ini menyediakan
100.000 judul buku dan 12.000 diantaranya adalah buku impor. Hadir dalam
acara itu antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi
Silalahi, Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke