http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/18/3844.html
*Presiden: Jangan Tergantung Negara Lain* (Presiden SBY didampingi Ibu Negara menyerahkan Penghargaan Ketahanan Pangan dan Penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional Tahun 2008, di Istana Negara, Kamis (18/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)) Jakarta: Jangan terlalu mudah menggantungkan diri kepada negara lain, dalam situasi berbagi krisis global dewasa ini. Meskipun dunia sepakat tolong menolong, meskipun kawasan Asia Pasifik sepakat untuk membantu negara-negara yang memerlukan, tapi akhirnya yang bisa mengatasi masalah ya kita sendiri. Demikian dikatakan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* hari Kamis (18/12) siang, di Istana Negara, saat memberikan sambutan di hadapan gubernur, bupati, walikota, pejabat fungsional serta kelompok masyarakat penerima Penghargaan Ketahanan Pangan dan Penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional Tahun 2008, Menurut Presiden, manusia sekarang berjumlah 6,6 milyar, dan masih akan bertambah tapi bumi tidak bertambah. Oleh karena itu pangan, energi dan air jadi persoalan. "Mari kita mengoreksi, tidak semua manusia di dunia itu punya hati yang baik, yang memerlukan sumber daya alam sebatas yang diperlukan. Tapi banyak yang rakus, banyak yang tamak, sehingga menjadi rusak seolah-olah kurang. Alam semesta, kata Gandhi, cukup memberikan pangan, tapi tidak pernah cukup melayani ketamakan kerakusan manusia," kata Presiden SBY. "Saya hanya ingin menggambarkan, 6,6 milyar manusia kalau segera tidak sadar mengamankan buminya dan mengamankan sumber pangannya, airnya, energinya, maka krisis seperti ini akan terjadi lagi. Saya bertemu dengan banyak pemimpin dunia di berbagai forum di dalam dan di luar negeri. Kami bertukar pikiran. Saya mengatakan, saatnya telah tiba umat manusia bangsa-bangsa sedunia menyadari bahwa buminya tidak aman. Dunia kita tidak cerah masa depannya kalau begini terus," ujar SBY. Presiden menambahkan, meskipun dunia sepakat untuk tolong menolong. Meskipun kawasan Asia Pasifik sepakat untuk membantu negara-negara yang memerlukan, tapi akhirnya yang bisa mengatasi masalah kita adalah kita sendiri. "Jangan terlalu mudah menggantungkan diri pada negara lain, toh dunia membantu kita. Tidak semudah itu. Jangan dikira negara-negara besar akan mengulurkan tangannya membantu negara yang repot, padahal kita tidak tahu menahu krisis keuangan itu," jelas Presiden SBY. " Ketika krisis ekonomi global itu datang, kita sedang sibuk membangun dan meningkatkan produksi beras dan lain-lain. Tiba-tiba kena banjir kiriman seperti sekarang ini. Dan ketika kita repot, kita sendiri yang harus bekerja siang dan malam," tambahnya. "Maksudnya saya, 230 juta penduduk Indonesia dan masih akan bertambah menjadi 250 juta dalam waktu yang tidak begitu lama lagi, apalagi kalau kita gagal untuk mengelola pertumbuhan penduduk, gagal mengelola alam, gagal mengelola pangan, dan lain-lain, anak cucu kita akan menanggung beban, dan kita akan mempertanggung jawabkan di Akhirat nantinya. Karena sebagai pemimpin kita lalai. Mari semua bertanggung jawab. Semua ingat, semua sadar atas masa depan dan nasib anak cucu kita, generasi akan datang," ujar Presiden SBY. (win) [Non-text portions of this message have been removed]

