http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/24/3858.html

Rabu, 24 Desember 2008, 15:15:33 WIB

*Peringatan Hari Nusantara*
*Deklarasi Juanda Menyatakan Wilayah Kedaulatan Negara Republik Indonesia
*

(Presiden SBY menandatangani prasasti pada Peringatan Hari Nusantara Ke-9
Tahun 2008, di Pelabuhan Gresik, Jatim, Rabu (24/12) siang.(foto: haryanto/
presidensby.info))

*Gresik: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dan *Ibu Negara Ani Yudhoyono*,
Rabu (24/12) siang menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Nusantara Ke-9
Tahun 2008, di Pelabuhan Umum Gresik, Jawa Timur. Hari Nusantara ini
dilaksanakan untuk memperingati Deklarasi Djuanda, yang dicetuskan tangga
l13 Desember 1957, yang secara geo-politik dan geo-ekonomi memiliki arti
sangat penting dan mendasar bagi kehidupan serta kemajuan bangsa Indonesia.

Menurut Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, berkat deklarasi inilah,
Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas. "Luas laut sekitar tiga
perempat dari keseluruhan wilayah Indonesia. Sebelumnya, masyarakat
Internasional mengakui bahwa batas laut teritorial selebar 3 mil laut
terhitung dari garis pantai terendah," jelas Menhub yang juga merupakan
Ketua Panitia Nasional Hari Nusantara ini.

"Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa segala perairan di sekitar, diantara dan
yang menghubungkan pulau-pulau, termasuk dalam daratan Republik Indonesia,
dengan tidak memandang luas dan lebarnya, adalah bagian yang wajar dari
wilayah daratan RI, dan merupakan bagian dari perairan pedalaman atau
perairan nasional yang berada di bawah Kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Pada Hari Nusantara di Gresik ini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy
Numberi menyerahkan bantuan Induk Unggul hasil rekayasa genetik Ikan Nila
(Jatimbulan) kepada Penjabat Gubernur Jawa Timur, serta 500 Surat Ukur
Gratis kepada perwakilan nelayan, yang diterima Sarmin dari Desa Bulu Jowo,
Kecamatan Bancer, Kabupaten Tuban. Selain itu, diberikan juga penghargaan
Adibakti Mina Bahari kepada 7 (tujuh) kategori, diantaranya kategori Nelayan
Teladan, Tokoh Penggerak Pembangungan Perikanan Tangkap Teladan, Kelompok
Usaha Bersama (KUB) Perikanan Tangkap Teladan, Penyelenggara Pelelangan Ikan
Teladan, Perusahaan Perikanan Teladan, Pemenang Evaluasi Kinerja Tahunan
Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Terbaik dan Pemenang Usaha Kecil
Menengah (UKM) Pengolahan Ikan Terbaik.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga memberikan bantuan 3 (tiga) Unit Kapal
Penangkap Ikan yang terdiri dari 2 (dua) unit untuk Kabupaten Tapanuli
Tengah, Sumut, diterima Wakil Bupati Tapanuli Tengah, dan 1 (satu) unit
untuk Kabupaten Pacitan, Jatim, yang diterima Bupati Pacitan. Juga diberikan
Paket Bantuan Sosial Bidang Perikanan Budidaya kepada 5 Kabupaten, dan juga
memberikan penghargaan kepada Konsultan Keuangan/pendamping UMKM Mitra Bank
(KKMB) Teladan Tingkat Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan.

Dalam kesempatan tersebut pula, Menhub juga memberikan penghargaan kepada 3
(Tiga) orang Penjaga Menara Suar Teladan Tingkat Nasional, 3 (Tiga) orang
Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Teladan Tingkat Nasional, 1
(Satu) orang Operator Perusahaan Pelayaran Nasional Kapal Penumpang, yaitu
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT. PELNI), 1 (Satu) Operator Perusahaan
Pelayaran Nasional Kapal Kargo, Kepada 1 (Satu) Operator Perusahaan
Pelayaran Nasional Kapal Penyeberangan, 1 (Satu) Operator Perusahaan
Pelayaran Nasional Kapal Perintis, Awak Kapal Perintis Teladan Tingkat
Nasional, 3 (Tiga) Perusahaan Pelayaran Rakyat Teladan di Provinsi Jawa
Timur. Menhub juga memberikan Bus Bantuan Kepada Pemerintah Daerah dan
Perguruan Tinggi sebanyak 162 Bus.

Presiden SBY berharap agar semua bantuan yang diserahkan dapat digunakan
dengan sebaik-baiknya. "Infrastrukturnya, tolong dirawat dengan baik. Sarana
pelayaran seperti kapal-kapal, peliharalah dengan sebaik-baiknya. Karena
anggaran negara yang kita gunakan tidak sedikit. Oleh karena itu, marilah
kita pelihara supaya tidak cepat rusak, sehingga biaya yang lain, anggaran
yang lain, bisa kita gunakan untuk menambah lagi infrastruktur maupun sarana
perhubungan baik untuk kepentingan pengembangan sektor transportasi,
kelautan dan perikanan," kata SBY.

Selain itu, Presiden SBY berpesan agar seluruh komponen bangsa, baik
generasi saat ini dan yang akan datang untuk terus mempertahankan,
mengamankan, menjaga serta mengembangkan sumber daya- sumber daya yang kita
miliki, baik itu sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. "Mari kita
bangun dan kita kembangkan sumber daya alam, yang banyak sekali. Demi
kesejahteraan rakyat kita, tepat kiranya ke depan ini, pembangunan di
Indonesia harus bersama-sama secara seimbang menggunakan dan mendayagunakan
sumber daratan dan sumber kelautan," kata SBY menjelaskan.

Ibu Negara Ani Yudhoyono, dalam kesempatan tersebut juga memberikan
penghargaan berupa Piala kepada Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat
Nasional Ke-6, Ibu Siti Masnuri Fuad, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bangkalan
Provinsi Jawa Timur.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY menandatangani penandatanganan
prasasti sebagai tanda Pengoperasian 4 (Empat) Unit Kapal Perintis.
Kapal-kapal tersebut antara lain satu unit KM. Papua Enam tipe 350 DWT untuk
Wilayah Merauke, Provinsi Papua; satu unit KM. Bukit Patung tipe 350 DWT
untuk Wilayah Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah; satu unit KM. Tanjung
Tungkar tipe 750 DWT untuk Wilayah Tual, Provinsi Maluku; dan satu unit KMP.
Egrom Kapal Ferry 500 GT untuk Operasi Wilayah Saumlaki, Provinsi Maluku.

Setelah itu, Presiden SBY beserta seluruh rombongan langsung melakukan
peninjauan ke Bahari Expo dan menyaksikan simulasi keselamatan pelayaran di
dermaga terdekat. Tampak hadir dalam rombongan antara lain Menko Polhukkam
Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan
Wirajuda, Menkominfo M. Nuh, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Agama Maftuh
Basyuni serta dua Juru Bicara Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti
Djalal.(mit/nas)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke