Mohammad Iqbal: Benarkah ia pernah meminta dana ke Altimo, perusahaan Rusia? 




mohammad iqbal/okezone.com

Mohammad Iqbal: Benarkah ia pernah meminta dana ke Altimo, perusahaan Rusia? 

Saat kasus dugaan suap Mohammad Iqbal-Billy Sindoro mulai meledak pada 
pertengahan September 2008, dengan rasa penasaran saya bertanya ke teman-teman 
di milis: "Siapa sebenarnya Mohammad Iqbal?" Soalnya selama ini saya kurang 
begitu memperhatikan sosoknya. Kala itu saya tidak mendapatkan jawaban yang 
memuaskan.

Setelah saya telusuri dari berbagai pemberitaan di media massa, khususnya dari 
situs-situs internet, barulah terkumpul profil cukup lengkap tentang dia. Kabar 
sebelumnya, Iqbal dicoret jadi caleg untuk wilayah Provinsi Jawa Barat oleh 
Partai Golkar karena terbelit kasus ini.


Tokoh HMI yang berkepribadian bersih

Oleh rekan-rekan dan para kerabatnya, Mohammad Iqbal selama ini dikenal sebagai 
pribadi yang bersih. Pria kelahiran Yogyakarta lima puluh dua tahun lalu ini, 
tepatnya pada 9 November 1955, adalah insinyur teknik yang ahli dalam koperasi. 
Iqbal meraih gelar Sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) 
pada pertengahan 1981. Dia tercatat sebagai alumnus ITB Angkatan 78. Selama 
menjadi mahasiswa, dia dikenal aktif di berbagai organisasi. Pada 1977, Iqbal 
menjabat sebagai Ketua Presidium Dewan Mahasiswa ITB. Dua tahun kemudian, Iqbal 
dipercaya sebagai ketua bidang kekaryaan PB HMI hingga 1981.

Suami dari Andralilianti Soekardi ini kemudian berkecimpung di bidang 
perkoperasian, mulai sebagai pengurus Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Bandung 
(1979-1981), Ketua Umum Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo, 1981-1999), dan 
Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin, 1983-2004). Tak heran kalau nama 
Mohammad Iqbal juga dikenal sebagai salah satu ahli koperasi terkemuka di 
Indonesia.

Iqbal juga tercatat pernah menjabat sebagai Direktur PT Yala Tekno Geothermal, 
sebuah perusahaan kemitraan antara koperasi dan swasta di bidang pengembangan 
panas bumi (1995-2000). Dan pada kepengurusan Kamar Dagang dan Industri 
Indonesia (KADIN Indonesia) periode 2004-2008, duduk sebagai Ketua Komite Tetap 
Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Di lembaga yang menangani dan mengawasi bisnis-bisnis yang tak sehat ini, 
Mohammad Iqbal menjabat Ketua KPPU periode Juni 2001 sampai Juni 2002, sebelum 
posisinya digantikan Dr Syamsul Maarif.

Sejak 1979, Iqbal berkecimpung di bidang perkoperasian, mulai sebagai pengurus 
Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Bandung (1979-1981), Koperasi Pemuda Indonesia 
(Kopindo, 1981-1999), dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin, 1983-2004).

Iqbal pernah menjadi Direktur PT Yala Tekno Geothermal, sebuah perusahaan 
kemitraan antara koperasi dan swasta di bidang pengembangan panas bumi 
(1995-2000), dan pada kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) 
periode 2004-2008, duduk sebagai Ketua Komite Tetap Pengawas Persaingan Usaha. 
Bapak dua putra putri ini terpilih sebagai ketua KPPU periode Juni 2001 sampai 
Juni 2002, dan tercatat sebagai anggota KPPU hingga 2005. Selanjutnya Iqbal 
terpilih kembali sebagai anggota KPPU untuk periode 2006-2011.

Selain itu, Iqbal menjadi anggota MPR Periode 1999-2004, mewakili golongan 
Koperasi. Di tingkat internasional, pada 1998-2004 Iqbal menjabat Vice Chairman 
of the Consumer Co-operative Committee ICA ROAP.


Minta dana ke Altimo

Menurut Koran Tempo, pada tahun lalu, Iqbal dan petinggi KPPU lainnya sempat 
dikabarkan meminta dana ke perusahaan Rusia, Altimo, yang berminat membeli 
saham Indosat. Tapi dia membantah hal tersebut. Saat itu beredar fotokopi surat 
yang dikeluarkan KPPU, ditujukan kepada Kepala Perwakilan Altimo di Jakarta, 
Soeharto. Isinya, KPPU meminta dana bantuan perkara untuk meneliti kasus dugaan 
monopoli Temasek Holding di Indosat.

Sphere: Related Content 
Diposting oleh mediacare di 2:44:00 PM 0 komentar    

Label: mohammad iqbal 

http://mediacare.blogspot.com/2008/12/mohammad-iqbal-benarkah-ia-pernah.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke