http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/24/3861.html

*Rabu, 24 Desember 2008, 16:02:53 WIB*

*"Saya Berasal dari Pacitan, Tahu Suka Duka Kehidupan Nelayan"
*


(Presiden SBY dan Ibu Negara menghadiri Peringatan Hari Nusantara Ke-9 Tahun
2008, di Pelabuhan Gresik, Jatim, Rabu (24/12) siang.(foto: anung/
presidensby.info))

Gresik: Pemerintah menganggap penting mengembangkan kebijakan dan program
khusus untuk masyarakat pesisir dan nelayan. Demikian dikatakan *Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono*, pada Peringatan Hari Nusantara Ke-9 Tahun 2008,
di Pelabuhan Gresik, Jatim, Rabu (24/12) siang.

Di hadapan sekitar seribu undangan yang terdiri dari masyarakat maritim dan
kelompok nelayan, SBY mengatakan," Bapak dan Ibu-ibu sekalian, saya ini
berasal dari Pacitan, pesisir selatan Jawa Timur. Saya mengerti suka dan
duka kehidupan para nelayan. Kalau laut sudah tidak bersahabat, kalau ikan
menjauh dan iklim buruk, bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu tidak
mendapat hasil tangkapan ikan," kata SBY.

"Oleh karena itu, pernah sekitar dua tahun yang lalu, saya melihat TV cuaca
begitu buruknya, ada badai, gelombang laut begitu tinggi di berbagai
wilayah, malam hari saya telpon Pak Fredy Numberi, Menteri Kelautan dan
Perikanan. Saya tanya, Pak Fredy apakah sudah dicek itu, ada berapa tempat
yang mengalami kesulitan untuk melaut. Jawab Pak Fredy, sudah. Bahkan sudah
dipersiapkan bantuan untuk itu," lanjut SBY.

"Saya hanya ingin menggambarkan tingginya resiko memilih profesi sebagai
nelayan. Kalau menanam padi, asal tidak ada hama yang luar biasa, atau
tiba-tiba ada banjir sebagai bencana alam, hampir pasti tetap panen, dan
panennya bisa diperkirakan. Kalau menanamnya sekarang, sekian bulan kemudian
akan panen. Itu di pertanian. Tetapi nelayan yang mencari ikan, semuanya
sulit diprediksi," tambahnya.

Karena itu, lanjut SBY, pemerintah memberi atensi, dan bagaimana pemerintah
betul-betul membantu kehidupan para nelayan. "Pembangunan pom-pom solar di
pelabuhan-pelabuhan ikan,. Itulah mengapa kemarin kita menurunkan harga
solar dari Rp 5.500,- menjadi Rp 4.800,-. Kita ingat nelayan betapa mereka
memerlukan harga solar yang lebih murah," kata SBY. (mit/nas).


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke