http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1178/Default.aspx


*LATIHAN GLADI TUGAS TEMPUR TINGKATKAN KEMAMPUAN UNSUR KRI*

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kesiapan unsur KRI, Satuan Lintas
Laut Militer (Sanlitlamil) Surabaya dengan melibatkan tiga unsur sejenis
melaksanakan kegiatan Gladi Tugas Tempur (Glasgaspur) tingkat III, belum
lama ini di perairan Tanjung Jangkar, Jawa Timur.

Latihan Gladi tugas tempur merupakan salah satu bentuk latihan bertingkat
unsur kapal sejenis dalam rangka mendukung kegiatan angkutan laut militer
dalam bentuk pergeseran pasukan, logistik dan material strategis Mabes TNI
dan TNI AL. Latihan tersebut diperlukan dalam rangka meningkatkan kesiapan
unsur-unsur dan kesiapan personel yang mengawaki secara optimal dan
melaksanakan berbagai latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit.

Gladi tugas tempur tingkat III yang diikuti oleh unsur-unsur KRI Satlinlamil
di Surabaya dua diantaranya jenis Landing Ship Tank (LST) yaitu KRI Teluk
Bayur-502 dan KRITeluk Ratai-509 serta jenis Frosh KRI Teluk Lampung-540.
Latihan tersebut disimulasikan dalam rangka melaksanakan latihan aksi-aksi
tempur bersama di laut sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Latihan
yang dilaksanakan oleh unsur-unsur KRI dibawah pembinaan Satuan Lintas Laut
Militer (Satlinlamil) Surabaya tersebut, dilaksanakan dalam upaya
meningkatkan kesiapan unsur dalam mendukung tugas pokok Komando Lintas Laut
Militer (Kolinlamil) diantaranya melaksanakan pembinaan kemampuan sistem
angkutan laut militer dalam rangka mendukung pergeseran pasukan diantaranya
ke daerah operasi yang saat ini dilaksanakan seperti didaerah wilayah
perbatasan Indonesia.

Dengan dilaksanakan latihan secara terprogram dan terencana dalam bentuk
latihan peran-peran operatif, administrasif darurat maupun khusus sampai
dengan latihan parsial diharapkan dapat meningkatkan kemampuan unsur kapal
perang TNI AL dibawah jajaran Komando Lintas Laut Militer.

Satlinlamil Surabaya merupakan salah satu Komando pelaksana pembinaan
Komando Lintas Laut Militer dan pada saat ini dibawah Komandan Kolonel Laut
(P) Wuspo Lukito. Satlinlamil Surabaya membina 7 unsur KRI terdiri dari
jenis Landing Ship Tank ( LST) dan kapal Bantu Angkut Personel (BAP).

Angkut Peralatan ke Wilayah Timur

Sementara itu KRI Teluk Ratai-509 dalam rangka mendukung pengamanan
perbatasan di wilayah timur Indonesia, mengangkut sejumlah unsur patroli
pengamanan laut diantaranya Sea Reader dan Sea Hunter dan kendaraan khusus
(ransus) dan kendaraan ransus tangki air dan dukungan logistik ke wilayah
timur Indonesia diantaranya ke Biak ,Sorong, Kendari, Bitung dan Kupang
tolak kemarin dari dermaga Kolinlamil Jakarta.

KRI Teluk Ratai-509 dengan komandan Mayor Laut (P) Hari Wijayanto adalah
jenis Landing Ship Tank (LST) memiliki kemampuan angkut tank sebanyak 17 dan
beberapa kendaraan serta mampu mengangkut personel dengan fasilitas 800
personel .

KRI tersebut dibawah komando pelaksana pembinaan Satuan Lintas Laut Militer
(Satlinlamil) Surabaya, buatan tahun 1944 dan sampai saat ini memiliki
kemampuan berlayar sampai dengan 12 knots.
Selama melaksanakan kegiatan operasi pergeseran peralatan strategis dan
dukungan logistik di daerah perairan wilayah timur , KRI dengan nomor
lambung 509 selama kegiatan lintas laut menuju daerah sasaran tetap
melakukan pendeteksian dan penegakkan hukum   di sepanjang perairan yang
menjadi   route kegiatan operasi dalam rangka mendukung pergeseran peralatan
strategis. (Dispen Kolinlamil)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke