Perlu dipikirkan juga, apakah planet Mars memiliki pelindung dari gempuran
sinar-sinar kosmis dari luar angkasa, semisal medan magnet seperti yang
ada di Bumi. Jika tidak, setiap makhluk hidup yang disemai di Mars,  tidak
dapat bertahan hidup.



----------------------------------------------------------------------------------
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/22/04363824/mari.mengungsi.ke.mars

*Mari Mengungsi ke Mars
*

Brigitta Isworo L

Konferensi PBB Mengenai Perubahan Iklim di Poznan, Polandia, berakhir
sepekan lalu. Tidak ada perubahan komitmen pengurangan emisi karbon.
Pemanasan bumi akibat emisi karbon diprediksi menyebabkan Bumi tak mampu
lagi menyangga kehidupan pada akhir abad ini.

Ke mana kita akan mengungsikan kehidupan (terutama manusia) ini? Pencarian
ini antara lain yang kemudian menjadi obyek ketika penjelajahan ruang
angkasa menjadi semakin "menjanjikan" sejak pendaratan Neil Armstrong 10
Juli 1967 di permukaan Bulan.

Penjelajahan terus berlanjut bukan hanya ke Bulan, tetapi merambah
planet-planet lain dalam galaksi Bimasakti.

Program observasi National Aeronautics and Space Administration (Badan
Aeronautika dan Ruang Angkasa Nasional/NASA) Amerika Serikat Mars
Reconnaissance Orbiter (MRO) telah berakhir dan hasilnya dipaparkan dalam
jurnal ilmiah Science, Jumat (19/12).

Hasil dari misi penjelajahan MRO yang pertama tersebut telah berhasil
menemukan bukti- bukti akan adanya mineral-mineral yang penting untuk
mendukung kehidupan. Bukan hanya mineral, bahkan jejak-jejak yang
membuktikan adanya air di permukaan Mars juga terekam di beberapa lokasi.

Penemuan akan bukti-bukti tersebut mengindikasikan bahwa pernah ada
mikroba—sebagai bentuk awal kehidupan—hidup di Mars ketika planet tersebut
kondisinya lebih basah (baca: mengandung air) dibandingkan saat ini.
Penelitian lebih lanjut akan dilakukan MRO tahap kedua yang akan berlangsung
selama dua tahun.

Penemuan yang cukup melegakan ini karena ternyata Mars tidaklah "seganas"
yang pernah dipikirkan semula.

Bukti akan adanya air di Mars diketahui saat ditemukan adanya parit-parit
yang terbentuk oleh aliran air, kemungkinan berasal dari danau purba.

Bukti akan adanya air juga muncul ketika ada ditemukan jenis-jenis mineral
yang hanya bisa terbentuk jika terjadi interaksi dengan unsur air.

Persoalan yang masih ada dan masih harus terus dicari dan dibuktikan adalah
seberapa banyak air yang pernah ada di Mars tersebut, dan seberapa besar
dukungannya terhadap kehidupan mikroba atau kehidupan yang primitif
(metabolismenya sederhana)? Jawabannya mungkin belum akan ditemukan dalam
waktu dekat.

Di sisi lain, bukti-bukti tersebut mengisyaratkan bahwa di Mars pernah ada
periode ketika air membentuk tanah liat yang disusul periode kering saat
Mars kaya akan unsur garam dan unsur airnya bersifat asam. Kondisi ini amat
tidak cocok untuk mendukung kehidupan.

Persoalannya, kondisi di Mars tidaklah serupa antara satu wilayah dan
wilayah lainnya. Oleh karena masih ditemukan sejumlah unsur karbon yang
mengindikasikan wilayah itu tidak bersifat asam-unsur asamnya rendah. Karbon
amat mudah terurai jika bertemu unsur asam. Unsur karbon juga ditemukan pada
batuan meteorit yang berasal dari Mars.

"Kehidupan yang primitif mungkin menyukainya. Tidak terlalu panas dan tidak
terlalu dingin, dan tidak terlalu asam. Sebuah tempat yang 'tepat'," ujar
Bethany Ehlmann sarjana dari Brown University di Providence.

Unsur karbon yang telah memberikan harapan tersebut ditemukan MRO di daerah
yang disebut Nili Fossae, sekitar 667 kilometer panjang dan berada di tepian
Isidis-kolam yang telah kering, dan di dekat batuan yang terekspos di tepi
lembah kawah. Jejak serupa ditemukan di Terra Tyrrhena dan Libya Montes.

Sejumlah peneliti memiliki teori yang berbeda-beda tentang terbentuknya
karbon. Misalnya, ada yang menyebutkan air tanah (Mars) terangkat ke
permukaan melewati batuan yang mengandung olivin di permukaan dan terpapar
pada hujan atau danau kecil. Teori tersebut mempertebal keyakinan bahwa di
Planet Merah itu pernah ada air di permukaannya.

Berkeliling

Perjalanan MRO berkeliling planet telah membawanya menemukan bukti-bukti
bahwa sebagian besar wilayah dataran tinggi di bagian selatan planet yang
luas itu dialiri air dengan kondisi lingkungan yang bervariasi pada 4,6
miliar-3,8 miliar tahun yang lalu.

Bukti-bukti itu ditunjukkan dengan penemuan batuan filosilikat yang tersebar
meluas di belahan selatan planet. Batuan filosilikat ini mengandung unsur
besi, magnesium atau aluminium, mica, dan kaolin.

"Dalam filosilikat, atom-atomnya tertata secara berlapis dan semua memiliki
unsur air atau kandungan hidrogen dan oksigen yang membentuk suatu struktur
kristal," tutur anggota tim MRO, Scott Murchie, dari John Hopkins
University.

Lapisan batuan yang mengandung kristal air tersebut berada di lapisan batuan
vulkanik yang belum terlalu tua. Di bagian kawah, misalnya di Valles
Marineris, di belahan selatan planet, terpapar lapisan lempung purba dan
berbagai mineral lain.

"Ini seperti sebuah perjalanan ke lapisan batuan di dasar Grand Canyon,"
ujar Murchie merujuk pada salah satu fenomena geologis yang terbesar.

Variasi tanah lempung dan berbagai mineral yang ditemukan di Mars tersebut
mengindikasikan adanya variasi kondisi lingkungan di Mars.

Di belahan utara Mars ditemukan batuan dengan kandungan berbeda, yaitu
sulfat yang mengindikasikan lingkungan yang lebih kurang mendukung kehidupan
dibandingkan selatan.

Nah, mungkin suatu hari nanti kita bisa mengungsi ke belahan selatan Mars?
Atau... maukah kita menyelamatkan kapal kehidupan kita yang bernama Bumi...?


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke