http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/22/20454656/ibu.berperan.besar.pada.kreativitas.anak
.


*Ibu Berperan Besar pada Kreativitas Anak*

JAKARTA, SENIN - Yang harus diperjuangkan sekarang ini adalah budaya unggul
dan berprestasi. Untuk mencapai itu diperlukan karakter yang kuat, budi
pekerti dan kreativitas yang tinggi. Di sinilah ibu berperan besar untuk
mendidik dan menumbuhkan kreativitas anak.

"Kreativitas harus ditumbuhkan. Karena itu kita canangkan Tahun Indonesia
Kreatif 2009," kata *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* saat menghadiri
peringatan Hari Ibu ke-80 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin
(22/12).

Tema Hari Ibu ke-80 ini adalah Dengan Semangat Satu Abad Kebangkitan
Nasional, Kita Tingkatkan Kiprah Perempuan Indonesia dalam Membangun
Karakter dan Pekerti Bangsa menuju Indonesia yang Adil, Demokratis dan
Sejahtera.

Yudhoyono dalam sambutannya menyatakan,saat ini Indonesia menghadapi
sejumlah krisis fundamental. Di tingkat dunia ada perubahan iklim, krisis
energi, krisis pangan, krisis keuangan dan resesi perekonomian global.
"Krisis lingkungan terjadi karena ketamakan manusia. Karena itu kita harus
mengurangi emisi agar tidak terjadi pencemaran CO2," kata Yudhoyono.

Krisis energi harus diatasi dengan mengurangi pemakaian BBM dari fosil.
Krisis pangan harus menyadarkan bangsa Indonesia untuk mencapai kembali
Swasembada Pangan. "Saya berterima kasih pada para perempuan yang memelopori
diversifikasi pangan,' ucap Yudhoyono.
Sedangkan krisis keuangan harus diatasi dengan menjaga sektor riil dan
mencegah PHK, juga mencegah kerawanan pangan dengan menjaga jumlah pangan
yang cukup, harga yang terjangkau daya beli rakyat. Ibu diharapkan
mentransfer pengetahuan pada anak-anaknya agar menjaga lingkungan dan mau
menghijaukan sekitarnya melalui penanaman pohon.

Ekonomi kreatif

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan, kreativitas sumber daya
manusia perlu dibentuk sejak dini, dimulai dari pendidikan di dalam
lingkungan keluarga, dimana peran ibu sangat menentukan dalam mendidik
anaknya.

Di samping itu, sikap cinta produk dalam negeri ditumbuhkan dalam keluarga
melalui pilihan-pilihan konsumsi yang sebagian besar ditentukan oleh para
ibu. Oleh karena itu diharapkan para ibu mengajarkan anak-anaknya agar gemar
menggunakan produk dalam negeri.

Pada kesempatan tersebut juga ditandatangani Peraturan Bersama "Peningkatan
Pemberian ASI Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja" oleh Menteri Negara
Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono, Menteri Kesehatan Siti Fadillah
Supari serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno.

Hal ini dimaksudkan agar hak-hak perempuan sebagai pekerja dan untuk
mendorong peningkatan pemberian ASI di Indonesia terpenuhi secara maksimal.
Ada pun yang melatarbelakangi disepakatinya Peraturan Bersama tiga menteri
ini adalah semakin meningkatnya jumlah perempuan yang berkarier dan bekerja
di luar rumah, sementara menyusui merupakan hak ibu dan hak-hak anak untuk
mendapatkan ASI.

Penghargaan

Presiden Yudhoyono pun menyerahkan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) yang
diberikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang melaksanakan
strategi pengarusutamaan gender, y akni untuk tingkat provinsi: Jawa Tengah
(APE Utama), Lampung (APE Utama), Jawa Timur (APE Utama), Kalimantan Barat
(APE Utama), Sumatera Barat (APE Utama), Banten (APE Madya), Jambi (APE
Madya) dan Kepulauan Riau (APE Pratama).

Untuk tingkat kabupaten/kota yang mendapat penghargaan APE Utama yakni
kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Brebes, Kabupaten
Sragen, Kabupaten Tulungagung, dan kota Magelang. Sedangkan penghargaan APE
Madya untuk Kabupaten Malang dan Kabupaten Bandung.

Di tingkat pusat, penghargaan APE Pratama diberikan kepada Kejaksaan Agung,
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Departemen Pekerjaan Umum.

Sementara itu, Menneg PP Meutia Hatta menyerahkan penghargaan untuk tiga
tokoh perempuan berprestasi yaitu, Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih M.App,Sc
(pengembangan teknologi pangan), Iravati M Sudiarso (berprestasi dan
pendidik di bidang seni musik), Trisutji Djuliati Kamal (pianis-komponis).

LOK


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke