http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/24/11594361/harapan.baru.pengobatan.kanker.ginjal
.

*Harapan Baru Pengobatan Kanker Ginjal*

WASHINGTON, SELASA — Kanker ginjal biasanya tidak menunjukkan gejala hingga
penyakit itu menyebar ke organ lain. Kanker jenis ini juga sering kali
ditemukan sudah berada pada tahap sulit untuk disembuhkan.

Teknik kemoterapi terbaru memang menunjukkan harapan besar dalam
memperpanjang usia pasien pengidap kanker stadium lanjut. Namun, terapi ini
juga bisa sangat merugikan mengingat efek racun yang ditimbulkannya.

Dalam temuan terbaru mengenai kanker ginjal, ahli University of California
Davis, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi suatu cara menghambat
mekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada sel-sel kanker. Hal ini diharapkan
memperbesar keberhasilan kemoterapi kanker ginjal dan menjadikannya lebih
efektif dan lebih dapat ditoleransi.

"Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat
menciptakan salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir berhasil
memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderung menyembuhkan
dan mungkin memiliki efek samping," kata pemimpin penelitian itu, Robert
Weiss, yang memublikasikan temuannya dalam jurnal Cancer Biology and
Therapy, edisi Desember.

"Kami ingin menemukan cara membuat kemoterapi seefektif mungkin dengan dosis
paling rendah," ujarnya.

Pengobatan terbaru bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di
tingkat DNA, yang mengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para
peneliti, yang mengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam
memulihkan DNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat bagi pengobatan
itu, berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut.

Tim itu menguji ribuan zat dan 12 di antaranya ditemukan dapat mengikat
protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menunjukkan tiga bahan itu mampu
menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan sel kanker ginjal untuk
memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif terhadap pengobatan yang
merusak DNA.

Untuk kajian masa depan, tim peneliti tersebut akan memusatkan perhatian
pada tiga calon zat guna memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin
membuatnya tetap efektif dan guna lebih mengoptimalkan kandungan
antikankernya. Riset kemudian akan menguji bahan itu dengan pengobatan
standar dalam contoh hewan sebelum akhirnya diujicobakan pada manusia.

AC
Sumber : Xinhua


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke