http://www.antara.co.id/arc/2009/1/1/indonesia-di-dk-pbb-kecam-israel/

Indonesia di DK PBB Kecam Israel


Jakarta, (ANTARA News) - Di ujung masa tugasnya sebagai anggota tidak tetap 
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia dalam sidang darurat Dewan 
Keamanan, yang membahas keadaan terakhir di Jalur Gaza, menyatakan kegeramannya 
atas tindakan keji Israel hingga menewaskan 400 warga Palestina.

Dalam sidang di markas besar PBB, New York, pada Rabu malam (Kamis WIB), 
jururunding Indonesia, yang juga Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Marty 
Natalegawa menyampaikan kekecewaan mendalam Indonesia.

"Kami mengecam keras serangan gencar, yang terus berlanjut, oleh Israel di 
Jalur Gaza. Dalam hari-hari ini, kita menyaksikan betapa Israel menggunakan 
kekuasaan secara sewenang-wenang, pemberian hukuman kolektif terhadap warga. 
Itu bertentangan dengan hukuman kemanusiaan, termasuk Konvensi Jenewa," tegas 
Marty.

Marty mengingatkan, sekitar 1,5 juta warga Palestina di Jalur Gaza saat ini 
hidup dalam ketakutan, sementara warga tak berdosa --termasuk perempuan dan 
anak-anak-- terbunuh.

Pekerja kemanusiaan antarbangsa pun menghadapi risiko tewas dan luka dalam 
menjalankan tugas penting kemanusiaan mereka.

"Kita tidak boleh membiarkan keadaan ini terus berlangsung," kata Marty.

Keterangan dari Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di New York pada Kamis 
menyatakan, pada sidang darurat tersebut, anggota tidak tetap Libya --mewakili 
kelompok Arab-- mengusulkan rancangan resolusi, yang pada intinya mengutuk 
serangan Israel itu, mendesak Israel segera menghentikan serangan tersebut 
serta membuka jalur lintas Gaza.

Rancangan itu juga berisi seruan terhadap masyarakat dunia untuk memberikan 
perlindungan terhadap warga di Jalur Gaza dan mengatasi masalah kemanusiaan di 
wilayah tersebut serta penekanan tentang kepentingan menciptakan keadaan tenang 
di Jalur Gaza.

Menurut Perwakilan Tetap Indonesia, sidang darurat Dewan Keamanan PBB itu 
sesuai dengan pandangan Indonesia, yang menginginkan Dewan mengambil langkah 
lebih lanjut berupa penerbitan resolusi Dewan Keamanan jika sikap Israel tidak 
berubah, yakni tidak taat terhadap hukum antarbangsa.

Rancangan resolusi yang diajukan kelompok Arab tersebut juga sesuai dengan 
konsultasi yang telah dilakukan perutusan Indonesia dan Libya.

Pembantaian oleh Israel terhadap warga Palestina, yang telah berlangsung lima 
hari, menewaskan sedikit-dikitnya 400 warga Palestina.

Masa keanggotaan tidak tetap Indonesia di Dewan Keamanan PBB, yang dimulai pada 
1 Januari 2007, berakhir pada 31 Desember 2008.(*)




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke