http://www.lapan.go.id/doc_news/ujiterbang.html
*LAPAN Melakukan Uji Terbang Roket PENELITIAN ROKET KENDALI TERUS DIKEMBANGKAN* *Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)* kembali menguji terbang roket ilmiah di Instalasi Uji Terbang Lapan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Senin (22/12), Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan, Ir. Yus Kadarusman Markis, Dipl. Ing., dan Asisten Deputi Urusan Program Riptek Unggulan & Strategis, Deputi Bidang Program Riptek, Drs. Goenawan Wybiesana menyaksikan langsung peluncuran empat buah roket yang berhasil terbang mulus ke udara. Empat buah roket ilmiah itu terdiri dari Roket RX122 panjang 1 meter, Roket RKX T05, Roket RX122 panjang 1.3 meter, dan Roket RWX-02. Pada uji kali ini roket tipe RX122 mampu terbang dengan jangkauan kurang lebih 20 km. Dan pada roket RKX T05 pada saat meluncur mampu menjangkau jarak 6 km, sistem kendali berjalan namun sayangnya saat pada ketinggian tertentu, salah satu sayap kendali roket patah. Roket ini memang didesain untuk dapat dikendalikan sehingga diharapkan dapat mencapai sesuai target yang diinginkan. Selanjutnya, pengujian peluncuran roket RWX-02 berhasil dilakukan. Roket yang memiliki dua bagian booster dan membawa muatan strain gage dan takeoff engine, berhasil melakukan separasi di udara. Selain itu, Lapan juga menguji peluncuran satu buah roket petir. Roket yang muatannya berfungsi untuk menguji alat anti petir. Sehari sebelumnya, Minggu, (21/12), Lapan pun menguji pesawat simulator High Speed Flying Test-Bed (HSFTB) dengan menggunakan roket M100-20 di Lapangan Terbang, Pameungpeuk, Jawa Barat. Pesawat simulator HSFTB ini memiliki bentuk, berat dan pusat massa yang sama dengan HSFTB yang sungguhan. Uji terbang ini, untuk menguji sistem separasi dan sistem peluncur yang digunakan untuk menerbangkan pesawat simulator dengan peluncur roket. Dari hasil pengujian, saat meluncur, pesawat simulator melaju vertikal, sehingga sistem separasi tidak berjalan. Namun, muatan telemetri dapat mengirimkan data dengan baik. Dan gambar dari kamera yang dipasang di bawah pesawat pun bisa diterima. Menurut Peneliti Lapan, Robertus Heru Triharjanto, seharusnya, pesawat yang dipasang roket M100-20 ini bisa meluncur parabola dan mempunyai kecepatan yang cukup lalu terjadi separasi dan pesawat simulator ini bisa terbang. Dari penelitian ini, ke depan, pesawat tanpa awak akan bisa diterbangkan dengan menggunakan peluncur roket. HSFTB merupakan alat untuk menguji instrumen yang akan dipakai untuk roket kendali nantinya. Kemampuan untuk bisa meluncurkan unmaned aero vehicle dengan roket merupakan tahapan penting dalam pengembangan roket kendali lapan. Sumber: Humas/JAB [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [email protected] 5. No-email/web only: [email protected] 6. kembali menerima email: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

