http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006120875


*TNI AL HARUS DIAWAKI PRAJURIT PROFESIONAL, BERMORAL DAN BERANI*
09 Jan 2009


KOBANGDIKAL (9/1),- Pendidikan spesialisasi pada semua strata kepangkatan
yang dilaksanakan di Kobangdikal, secara umum diarahkan untuk mampu
meningkat kinerja organisasi TNI AL pada tingkat yang semakin baik. Dengan
mengacu kepada "the right man on the right place", diharapkan TNI AL dapat
diawaki oleh orang-orang yang tepat, profesional, bermoral dan berani.


  "Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia adalah melalui pendidikan spesialisasi di berbagai bidang kemampuan
sehingga pekerjaan lebih mudah untuk di tangani, terarah dengan hasil
optimal," kata *Dankobangdikal Laksda TNI Sumartono *pada upacara penutupan
Program Pendidikan Spesialisasi Perwira Staf (Dikspespa Staf) TA. 2008 di
Gedung Moeljadi, Kobangdikal, Jumat (9/1).


Pendidikan yang diikuti 70 perwira (Lettu - Kapten) ini berlangsung dengan
lama pendidikan 5,5 bulan di Sekolah Perwira Pusdik Bantuan Administrasi,
Kobangdikal. Pada Program pendidikan ini, Lettu Marinir Raharjo berhasil
meraih predikat sebagai lulusan terbaiknya.


Pada Tupdik yang berlangsung sederhana tersebut, Laksamana kelahiran Kediri,
5 November 1955 itu mengingatkan pentingnya pendidikan bagi kelangsungan
oganisasi. Pendidikan, lanjutnya merupakan ujung tombak dalam pembentukan
dan pembinaan personel. Pendidikan dalam bentuk formal maupun non formal
bertujuan untuk membentuk, mengembangkan dan mematangkan pola pikir, pola
sikap dan pola tindak serta memperluas wawasan para peserta didiknya.


  Pada mantan siswanya, Dia berharap bahwa mereka mampu menerima dengan baik
semua materi pelajaran yang telah diberikan tidak hanya sebatas pada waktu
pendidikan ini saja, melainkan pengetahuan tersebut dapat terapkan di
lapangan penugasan, khususnya sebagai perwira staf setingkat kataud kotama
yang mampu melaksanakan administrasi umum sesuai minu TNI dan fungsi-fungsi
manajemen untuk mengoptimalkan pekerjaan-pekerjaan staf.


  "Asah terus kemampuan dan naluri pembaharu serta jiwa inovasi kalian agar
satuan kerja senantiasa dinamis dan tidak monoton atau rutinisme belaka,"
seru orang nomor satu Kobangdikal ini.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke