http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8610


*PRESIDEN MINTA PASUKAN RI DI LEBANON JAGA KESELAMATAN*



Jakarta - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* berpesan agar pasukan penjaga
perdamaian PBB asal Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan menjaga
keselamatan, tenang dan tetap profesional dalam menjalankan tugas.

Pesan itu disampaikan Kepala Negara melalui telepon kepada pimpinan Satuan
Tugas Pasukan Kontingen Garuda/Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon
(UNIFIL), Letkol Inf Haryono, di depan Kantor Kepresidenan Jakarta, Kamis
siang, seusai menerima laporan perkembangan situasi terakhir di lapangan.

Presiden langsung melakukan pengecekan melalui telepon mengenai keadaan
pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia yang sedang bertugas di
Lebanon Selatan pasca mendengar kabar adanya tembakan roket ke arah Israel
dari kawasan itu.

Dalam pembicaraan melalui telepon yang berlangsung sekitar 10 menit dan
dilakukan di depan wartawan tersebut Presiden menerima laporan bahwa
tembakan roket dari arah Lebanon ke Israel dan sebaliknya terjadi sekitar 35
kilometer dari lokasi pasukan Indonesia.

"Saya sudah mengerti laporan yang kau sampaikan, pertama benar yang
diinstruksikan ke prajurit untuk betul-betul jaga diri meningkatkan tindakan
keamanan dan siap dengan keadaan darurat meskipun tembakan dari Lebanon itu
tidak dekat dengan posisi Indonesia demikian juga sebaliknya," kata Presiden
dalam dialog satu arah yang dapat didengar oleh wartawan.

Presiden berpesan agar pasukan perdamaian asal Indonesia berpegang teguh
pada prosedur tetap dari PBB dan UNIFIL karena jika situasi berkembang
menjadi tidak terkontrol maka pasukan Indonesia boleh jadi berada dalam
bahaya.

"Ingat tugas anda sebagai penjaga perdamaian, jadi berlindung dengan baik
supaya keselamatan anak-anak terjaga dan tetap jalankan tugas sebagai
penjaga perdamaian," kata Presiden.

Kepala Negara meminta pimpinan satuan tugas Kontingen Garuda menyampaikan
kepada panglima tertinggi PBB jika Presiden Indonesia memantau secara
langsung kondisi di lapangan dengan harapan PBB, UNIFIL dapat mengemban
tugas dengan baik termasuk tentunya pasukan penjaga perdamaian asal
Indonesia.

Presiden juga menitipkan pesan bagi Dutabesar RI di Lebanon agar
mendengarkan dengan baik penjelasan Presiden Lebanon Michel Sleiman supaya
kontingen Indonesia dapat memahami dengan seksama situasinya.

Seusai pembicaraan melalui telepon itu, Kepala Negara menjelaskan kepada
para wartawan bahwa pasukan Indonesia hingga saat ini berada dalam kondisi
aman.

"Saya harap tidak ada bahaya meski pasukan kita siap dengan keadaan darurat
kalau ada perkembangan yang tidak diharapkan," katanya.

Sementara itu sejak 16 Desember 2008, Kontingen Garuda XXV-A bertanggung
jawab menjaga Kesatriaan Pos 7-3, Pos Militer (PM) UNIFIL, Lebanon sektor
timur.

Pada Kamis (8/1) tiga roket yang ditembakkan dari Lebanon menghantam Israel
utara dan mengakibatkan dua orang luka ringan.

Roket-roket itu adalah yang pertama ditembakkan dari Lebanon sejak tahun
2007 , dan terjadi pada hari ke-13 serangan negara Yahudi itu di Jalur Gaza.
Tidak segera jelas siapa yang menembakkan roket-roket itu.

Sumber-sumber keamanan Lebanon mengatakan antara tiga dan lima roket
ditembakkan dari Lebanon selatan ke Israel utara.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke