Assalammu'alaikum wr wb, Ada artikel yang menarik difikirkan dan difahami, semoga berguna. Para ahli fisika dari Indiana University(IU) menawarkan dasar bagi penjebolan hingga ke akar-akarnya suatu prinsip yang dikeramatkan dalam fisika.
Wassalam, A.M ----------------------------------------- Memperbandingkan apel dengan apel hasilnya belum selalu sama 5 Januari 2009 BLOOMINGTON, Ind. -- Para ahli fisika pada Univ Indianatelah mengembangkan suatu cara yang memberikan harapan untuk mengenal suatu ketidaknormalan yang mungkin dalam suatu bangunan dasar dari teori relativitas Einstein yang dikenal sebagai "invarian Lorentz". Apabila dapat dipastikan, ketidaknormalan akan menyanggah pemikiran dasar yang mengatakan, bahwa hukum-hukum fisika tetap berlaku sama bagi dua obyek yang sedang bergerak pada kecepatan tetap atau berputar relatif satu terhadap yang lain. Ahli fisika terkemuka IU prof Alan Kostelecky dan seorang lulusan Jay Tasson menjelaskan dalam suatu makalah yang bakal dimuat dalam Physical Review Letters - 9Januari mendatang kemungkinan adanya pelanggaran tak terduga pada invarian Lorentz yang dianggap selama ini sebagai suatu kepastian simetri yang dipergunakan dalam teori Einstein di tahun 1905 dan hal ini akan dapat dilacak dalam suatu ujicoba yang husus. "Ini sangat mengagetkan dan menyenangkan, bahwa pelanggaran relativitas yang secara perbandingan besar masih mungkin untuk diketemukan walaupun telah seabad diujicoba dengan tepat" kata Kostelecky "Menemukannya bakal seperti menemukan seekor onta di tempat penyimpanan jerami tidak seperti menemukan sebatang jarum". Apabila penemuan-penemuan akan membantu membongkar bukti pertama pelanggaran Lorentz, maka hal tersebut akan membuktikan bahwa relativitas itu tidak persis (not exact). Ruang-waktu tidak akan tampak sama saja di mana-mana di semua arah dan dengan demikian akan ada pelanggaran relativitas yang terukur, bagaimanapun kecilnya ukuran. Pelanggaran-pelanggaran dapat difahami sebagai suatu arah yang dipilih dalam ruang-waktu kosong yang disebabkan oleh kevakuman medan latar belakang. Hal ini harus dipisahkan dari keseluruhan gaya dan partikel yang dikenal, yang dijelaskan oleh suatu teori yang disebut sebagai Model Standar yang memasukkan teori relativitas Einstein. Medan latar belakang dapat diramalkan dengan suatu keumuman dari teori ini yang disebut sebagai Ekstensi Model Standar, yang dikembangkan oleh Kostelecky guna menggambarkan semua hipotese pelanggaran relativitas. Yang sulit dilacak adalah apakah sesuatu obyek sedang bergerak atau ke arah mana ia sedang bergerak, sebab setiap medan latar belakang menawarkan standar universal masing-masing guna menentukannya. Apabila suatu medan berinteraksi dengan partikel- partikel tertentu, maka polah tingkah partikel-partikel tersebut berubah dan dapat mengungkap pelanggaran-pelanggaran yang secara relatif disebabkan oleh medan. Gravitasi mengganggu medan, namun demikian hal ini menghasilkan polah- tingkah partikel yang dapat mengungkap pelanggaran-pelanggaran tersembunyi. Suatu animasi dengan mempergunakan Kostelecky's Standard Model Extension untuk meramalkan bagaimana apel-apel mungkin berbeda-beda jatuhnya akan dapat dilihat dengan mempergunakan suatu hubungan (link) yang diberikan kepada ahir dari siaran berita ini. Pelanggaran-pelanggaran baru merubah sifat-sifat gravitasi dari suatu obyek akan bergantung kepada geraknya dan komposisinya. Obyek-obyek di Bumi selalu bergerak berbeda-beda di musim yang berbeda-beda karena Bumi berputar mengelilingi Matahari, dengan demikian apel-apel dapat berjatuhan lebih cepat satu terhadap yang lain pada suatu musim. Demikian pula obyek yang berbeda seperti misalnya jeruk manis (orange) dapat jatuh secara berbeda. "Belum pernah ada percobaan tertentu yang mencoba untuk mengetahui suatu variasi musiman atas harga rata-rata suatu obyek jatuh oleh tarikan gravitasi Bumi," said Kostelecky. "Semenjak zaman Newton lebih 300 tahun yang lalu, apel-apel dianggap selalu berjatuhan dengan harga kecepatan rata-rata yang sama pada musim panas maupun musim dingin." Menyaksikan variasi mendasar demikian itu adalah hal lain lagi, sebab gravitasi adalah suatu gaya yang sangat-sangat lemah sehingga perbedaan-perbedaan harga rata-rata kecepatan kejatuhan apel akan sangat kecil sekali. Makalah baru tersebut telah mendaftar percobaan-percobaan yang mungkin yang dapat menghasilkan efek pelacakan. Diantaranya adalah satu pembelajaran atas sifat-sifat gravitasi materi di Bumi dan di ruang antariksa. Standard Model Extension meramalkan bahwa suatu partikel dan anti-partikel akan berinteraksi secara berbeda-beda dengan medan-medan latar belakang, dengan demikian berarti bahwa materi dan anti-materi akan mengalami (feel) gravitasi secara berbeda-beda pula. Sehingga, suatu apel dan anti-apel dapat berjatuhan pada harga rata-rata kecepatan yang berbeda-beda pula. "Sifat-sifat gravitasi anti-materi masih tetap belum dieksplorasi secara luas," kata Kostelecky. "Jika suatu apel dan anti- apel dijatuhkan bersamaan dari menara Pisa yang condong itu, tak seorangpun tahu apakah akan menghantam permukaan tanah pada saat yang sama ataukah pada saat yang berbeda-beda." Riset ini dibiayai oleh U.S. Department of Energy's Office of Science dan abstract dan article mengenai riset ini dapat dilihat pada: http://link.aps.org/abstract/PRL/v102/e010402. Animasi dengan mempergunakan Kostelecky's Standard Model Extension guna meramalkan bagaimana apel-apel munghkin berjatuhan secara berbeda-beda dapat dilihat pada http://www.physics.indiana.edu/~kostelec/movies/agrav3.avi. Kostelecky (M.A., M.S., Yale University, '79; Ph.D., Yale, '82) adalah seorang fellow of the American Physical Society, the English Institute of Physics and the American Association for the Advancement of Science. Pada tahun 2006, Kostelecky, adalah seorang faculty member in the Department of Physics, yang berada pada the College of Arts and Sciences, telah dihargai sebagai seorang distinguished professor pada Indiana University. Bagi yang berminat berkomunikasi dengan Alan Kostelecky, silahkan menghubungi Steve Chaplin, University Communications, at 812-856-1896 or [email protected]. [Non-text portions of this message have been removed]

