http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/11/16152475/kantung.darah.di.madiun.tercemar.hivaids
*Kantung Darah di Madiun Tercemar HIV/AIDS* MADIUN, MINGGU - Sekitar delapan kantung darah yang diterima oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Madiun dari pendonor ditemukan telah terjangkit virus HIV/AIDS. Program Kepala Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Madiun, Heri Setiawan, Minggu (11/1) mengatakan, dengan ditemukaannya darah yang terjangkit virus HIV/AIDS, pihaknya akan secepatnya melakukan penyelidikan terkait asal usul darah tersebut. "PMI telah melaporkan hal itu pada kami (KPA). Selanjutnya kami akan menindaklanjuti temuan itu. Yang jelas, kantung darah itu telah diamankan," katanya saat dikonfirmasi Antara. Menurut Heri Setiawan, dengan ditemukannya darah yang terjangkit HIV/AIDS maka akan menambah daftar temuan warga Kabupaten Madiun yang telah terkena penyakit yang mematikan itu meski hingga saat ini individunya masih dalam pencarian. "Untuk memastikan laporan dari PMI, kami akan melakukan kembali di Klinik Reproduksi yang ada disini. Hal tersebut kami lakukan agar semuanya jelas," katanya menambahkan. Heri Setiawan menambahkan, sejak tahun 2002 lalu, penderita HIV/AIDS di Madiun yang terdata mencapai 34 orang dan 10 orang diantaranya telah meninggal dunia. "Jumlah penemuan baru itu diluar data yang ada sebelumnya. Jika ditambah dengan hasil temuan PMI, maka jumlahnya mencapai 42 orang." Menurut Heri Setiawan, berdasarkan data yang ada, usia warga Kabupaten Madiun yang positif terkena HIV/AIDS adalah dalam usia produktif. Untuk usia 16-30 tahun sebanyak 16 orang, 31-45 tahun 15 orang dan 46-60 tahun sebanyak 3 orang. Penyebaran HIV/AIDS di Madiun umumnya melalui pemakaian narkoba dengan menggunakan suntik. Penyebaran juga terjadi akibat hubungan seks bebas. "Saat ini kami juga memantau pasangan suami istri yang semuanya telah positif terkena HIV/AIDS. Yang jelas semua kasus yang ada telah terpantau," ujar Heri. Sumber : Antara [Non-text portions of this message have been removed]

