Tidak ada salahnya bila pusukan TNI dikirim ke Palestina. Hal itu pasti akan
mendapat dukungan luas masyarakat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8613


*TNI SIAPKAN PENINJAU MILITER UNTUK KONFLIK GAZA*


*Jakarta* - *Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso* mengatakan, pihaknya
telah menyiapkan beberapa personel TNI untuk menjadi peninjau militer, jika
terjadi gencatan senjata antara Israel dan *Palestina*.

Ditemui usai mendampingi Panglima Angkatan Bersenjata Australia Marsekal
Allan Grant (Angus) Houston bertemu Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono
Sudarsono, di Jakarta, Senin, Panglima mengatakan, Indonesia untuk
berpartisipasi dalam proses perdamaian di Jalur Gaza termasuk untuk memantau
gencatan senjata jika diminta PBB.

"Kita siap dengan apa yang bisa kita lakukan," ujarnya.

Djoko menjelaskan, kondisi pasukan TNI di Lebanon kini cukup aman meski
keamanan di wilayah operasi Kontingen TNI di Lebanon Selatan masih dalam
status "kuning plus" atau siaga dan waspada.

Panglima TNI meminta Pasukan TNI agar selalu waspada, berkoordinasi dengan
kontingen dari negara lain dan melaporkan setiap perkembangan di Lebanon
Selatan setiap enam jam ke Mabes TNI.

"Diharapkan, situasi di Gaza dapat segera diatasi dan keamanan di Lebanon
Selatan berangsur pulih," katanya.

Agresi Israel terhadap Palestina yang berlangsung dua pekan, bisa
menimbulkan aktivitas balas dendam terhadap Israel yang dilakukan pengungsi
Palestina dan juga pendukung Hammas di Lebanon.

Terkait itu, Komandan UNIFIL menyatakan status siaga UNIFIL naik menjadi
"Kuning Plus", serta memerintahkan semua unit melakukan pengawasan melekat
dan keamanan di daerah operasi terutama daerah selatan Lebanon .

Selain itu, seluruh unit UNIFIL di lapangan diminta dapat mendeteksi dan
mencegah semua aktivitas mencurigakan atau aktifitas permusuhan, melalui
pelaksanaan konsep operasi di enam titik di sepanjang sungai Litani, dengan
berkoordinasi melekat dengan Lebanese Armed Force (LAF).

Peningkatan pengamanan juga dilakukan di area 15 kilometer dari Blue Line
atau pagar pembatas antara Lebanon dengan Israel dengan memeriksa secara
rutin tempat peluncuran roket lama dan kemungkinan peluncuran roket baru.

Pada pekan lalu tiga roket yang ditembakkan dari Lebanon menghantam Israel
utara dan mengakibatkan dua orang luka ringan.

Roket-roket itu adalah yang pertama ditembakkan dari Lebanon sejak tahun
2007, dan terjadi pada hari ke-13 serangan negara Yahudi itu di Jalur Gaza.
Tidak segera jelas siapa yang menembakkan roket-roket itu.

Sumber-sumber keamanan Lebanon menyebutkan, sekitar tiga sampai lima roket
ditembakkan dari Lebanon selatan ke Israel utara.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke