Peringatan Hari Wafat Jenderal Soedirman 29Jan1950
 
 
  Semangat Joang Bela Negara Panglima Besar Jenderal Soedirman berupa kiprah 
kepemimpinan angkatan bersenjata republik Indonesia sejak Indonesia Merdeka 
(1945) terutama ketika Perang Kemerdekaan ke-I (1947) dan Perang Kemerdekaan 
ke-II (1948-1949) sampai dengan tercapainya Indonesia Berdaulat 27 Desember 
1949 menunjukkan keteladanan sosok Pejoang Negarawan bagi generasi penerus 
pengawal Indonesia Merdeka.
  Oleh karena itulah, jiwa, semangat dan nilai2 joang kemerdekaan Penglima 
Besar Jenderal Soedirman sejak berkiprah sebagai Perwira Pembela Tanah Air 
(1943) sampai ketika wafat pada tanggal 29 Januari 1950 patut ditularkan kepada 
semua pihak di dunia yang berkehendak Merdeka, seperti perjuangan rakyat 
Palestina Merdeka, mengingat pula amanat Pembukaan UUD 1945 yakni “Bahwa 
sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka 
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan 
perikemanusiaan dan perikeadilan.....dan ikut melaksanakan ketertiban dunia 
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.
  Dalam pengertian jiwa, semangat dan nilai2 joang kemerdekaan itulah, patut 
disambut baik prakarsa Komite Solidaritas Lintas Agama Untuk Rakyat Palestina 
mengadakan Donor Darah pada tanggal 29 Januari 2009 bertempat di Taman Ismail 
Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, sebagaimana diumumkan setelah diskusi Derita 
Palestina, Air Mata Kita bertempat di Universitas Paramadina pada hari Selasa 
tanggal 13 Januari 2009 ybl.
  Kepada warga Jakarta dan sekitarnya diserukan untuk dapat kiranya 
berpartisipasi dalam acara Donor Darah bagi Bencana Kemanusiaan Palestina, 
semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rakhmat, ridha dan karunia Nya bagi 
upaya persemaian jiwa, semangat dan nilai2 joang Kenegarawanan ini.
 Jakarta, 14 Januari 2009
 
 
 Pandji R. Hadinoto / www.pkpi.co.cc / HP : 0817 983 4545
 

Berkenaan Kasus Jalur GAZA, Terima Kasih Turut Sebarluaskan  
 Layanan www.pkpi.co.cc :
 
 
 QS – 7 Firman Perdamaian
 
 
 
   AN-NISA  004:062  Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang 
munafik)  ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri,  
kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah : "Demi Allah,  kami 
sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan  perdamaian  
yang sempurna".
 
 
 
 
   AN-NISA  004:090  kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada 
sesuatu kaum,  yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian  (damai)  
[331] atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka  merasa 
keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya [332].  Kalau Allah 
menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka  terhadap kamu, lalu 
pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka  membiarkan kamu, dan tidak 
memerangi kamu serta mengemukakan  perdamaian  kepadamu [333] maka Allah tidak 
memberi jalan bagimu (untuk menawan  dan membunuh) mereka.
 
 
 
 
   AN-NISA  004:091  Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang 
bermaksud  supaya mereka aman daripada kamu dan aman (pula) dari kaumnya.  
Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun  terjun ke 
dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan  (tidak) mau 
mengemukakan perdamaian  kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari 
memerangimu),  maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu 
menemui  mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan  
yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.
 
 
 
 
   AN-NISA  004:114  Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, 
kecuali  bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,  
atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian  di antara manusia. Dan barang 
siapa yang berbuat demikian karena  mencari keridaan Allah, maka kelak Kami 
memberi kepadanya pahala  yang besar.
 
 
 
 
   AN-NISA  004:128  Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz [357] atau 
sikap tidak  acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan  
perdamaian  yang sebenar-benarnya [358], dan perdamaian  itu lebih baik (bagi 
mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya  kikir [359]. Dan jika kamu 
bergaul dengan istrimu secara baik dan  memelihara dirimu (dari nusyuz dan 
sikap tak acuh), maka  sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu 
kerjakan.
 
 
 
 
   AL-ANFAL  008:061 Dan jika mereka  condong kepada perdamaian,  maka 
condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah.  Sesungguhnya Dialah Yang 
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 
 
 
 
   AL-QASAS  028:019 Maka tatkala Musa  hendak memegang dengan keras orang yang 
menjadi musuh keduanya,  musuhnya berkata : "Hai Musa, apakah kamu bermaksud 
hendak  membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia  ? 
Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat  
sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi  salah 
seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian".
 
 
 
  Jakarta, 12 Januari 2008
 Pandji R Hadinoto / www.nusakalapa.co.cc / HP : 0817 983 4545
  
 
 
       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke