Alangkah hebat Indonesia.

  ----- Original Message ----- 
  From: Akbar Nusantara 
  To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] 
  Sent: Monday, January 05, 2009 3:14 PM
  Subject: [nasional-list] Indonesia Lebih Mampu Stop Agresi Israel


        Kalau soal kemampuan tempur dan perang, Indonesia bisa melahap Israel. 
Imdonesia sangat berpengalaman dalam berperang..



        http://www.detiknews.com/read/2009/01/05/152457/1063308/10/i




        Indonesia Lebih Mampu Stop Agresi Israel



        Jakarta - Tekanan politik menghentikan agresi militer Israel 

        terhadap Palestina, tidak bisa lagi diharapkan datang dari 

        kawasan Timur Tengah. Justru pemerintah Indonesia lebih 

        mampu berperan dengan menggalang solidaritas dunia menekan 

        Israel. 

        "Sebagai negara Islam moderat mereka lebih luwes menggandeng 

        Eropa yang juga mengutuk Israel. Termasuk dengan 

        negara-negara Amerika Selatan yang kekiri-kirian dan anti 

        AS," ujar ujar Hamdan Basyar, peneliti pusat politik LIPI 

        bidang Timur Tengah, pada detikcom, Senin (5/1/2009).

        Kecaman terhadap Israel selama ini memang kurang terdengar 

        dari negara-negara Timur Tengah. Cengkeraman kuat hegemoni 

        politik dan ekonomi AS di sana, telah membuat pemerintahnya 

        sungkan bahkan cenderung takut berseberangan dengan 

        'sponsor' Israel itu.

        Situasi sebaliknya terjadi di Asia Tenggara dan Eropa. Meski 

        juga punya kepentingan di bidang ekonomi, tapi pengaruh AS 

        tidak sampai merambah ke bidang politik. Maka dari itu 

        Inggris, Perancis dan Indonesia bisa bersuara lantang.

        "Karena geografisnya jauh, mereka bisa menjelaskan keadaaan 

        Palestina pada dunia secara berbeda," tambah Hamdan.

        Besar harapan kebersamaan negara-negara Islam moderat, 

        Amerika Selatan dan Eropa, mampu memberi tekanan politik 

        untuk menghentikan Israel. Apalagi secara de facto tidak ada 

        lagi badan dunia formal punya cukup keleluasaan mengambil 

        aksi nyata mengingat kondisinya masing-masing.

        "Di PBB ada veto dari AS. Liga Arab lebih memikirkan 

        hubungan baik dengan AS. OKI malah bisa memunculkan sentimen 

        agama. GNB praktis tidak punya gigi pasca Soekarno," papar 

        Hamdan. 
        (lh/nrl)



       



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke