http://www.antara.co.id/arc/2009/1/15/mer-c-indonesia-buka-posko-el-arish/
Mer-C Indonesia Buka Posko El-Arish
Rafah, Perbatasan Mesir-Israel (ANTARA News) - Organisasi relawan "Medical
Emergency Rescue Commite" (MER-C) Indonesia siap membuka pos komando (Posko) di
El-Arish, ibukota Provinsi Sinai Utara, Mesir --kota terdekat di Rafah,
perbatasan Mesir-Palestina--guna lebih mendekatkan koordinasi bantuan bagi
warga Jalur Gaza, Palestina yang menjadi korban serangan Israel.
"Kami sedang mengusahakan untuk menyewa rumah di El-Arish untuk Posko,
sehingga koordinasi dari tim yang sekarang ada di Kedutaan Besar Republik
Indonesia (KBRI) di Kairo akan lebih mudah aksesnya untuk ke Rafah, karena kita
punya tempat transit," kata dr Syarbini Abdul Muradz kepada ANTARA di El-Arish,
Kamis pagi pukul 07.00 waktu setempat (12.00 WIB).
Kota El-Arish dan bahkan sepanjang pegunungan Sinai, termasuk Rafah adalah
wilayah hukum militer, dan jarak El-Arish-Rafah adalah sekira 40 Km. Para
relawan bantuan kemanusiaan berbagai negara dan juga para wartawan, hampir
semuanya menginap di El-Arish karena di Rafah tidak terdapat tempat penginapan,
sehingga kegiatan ke Rafah harus ditempuh bolak-balik.
Sejak tim aju pendahulu bantuan kemanusiaan Indonesia kembali ke Jakarta pada
tanggal 9 Januari 2009 --setelah mengemban misi sejak tanggal 1 Januari--kini
tinggal MER-C Indonesia yang masih bertahan di Kairo, El-Arish dan Rafah. Tim
awal yang masuk dalam rombongan tim aju dari Indonesia adalah Presidium MER-C
dr Jose Rizal Jurnalis, SpOT, dan Muhammad Mursalim (logistik).
Pada tanggal 3 Januari, tim kedua menyusul ke Kairo yakni dr Indragiri, SpAN,
dr Syarbini Abdul Muradz dan Ir Faried Thalib (logsitik).
Total bantuan tahap yang diserahkan sebesar Rp2,1 miliar, yakni dari pemerintah
Rp700 juta, MER-C Rp900 juta dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Rp500 juta,
berupa obat-obatan dan ambulan.
Menurut Syarbini, dengan adanya Posko di El-Arish, selain koordinasi bisa lebih
mudah --karena tim di Kairo bisa transit--tempat tersebut juga bisa menjadi
"rumah singgah" bagi kepentingan warga Indonesia yang berkepentingan denga
bantuan kemanusiaan, termasuk bagi beberapa wartawan Indonesia yang hingga kini
masih berada di Rafah.
Sementara itu, Presidium MER-C Indonesia Jose Rizal Jurnalis --yang masih
berada di Kairo untuk mengurus perizinan agar bisa masuk langsung ke Jalur
Gaza--dijadwalkan pada tanggal 21 mendatang, tim ketiga organisasi itu juga
akan bergabung ke Mesir, terdiri atas dua dokter spesialis dan tim pendukungnya.
"Insya Allah, tim ketiga (MER-C) Indonesia akan segera bergabung," katanya.
Total bantuan kemanusiaan dari Indonesia, semula hanya dua ton obatan-obatan
dan uang tunai Rp2 milar. Namun, dalam perkembangannya kemudian meningkat
menjadi 1 juta dolar AS atau Rp10 miliar dan itu sesuai dengan yang disampaikan
oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(*)
[Non-text portions of this message have been removed]