http://www.republika.co.id/berita/26290.html

Parlemen Asia Usulkan Israel Dibawa ke MI

JAKARTA -- Delegasi Parlemen Asia dalam Sidang Darurat Pimpinan Parlemen 
Negara-negara Berpenduduk Islam (PUIC) yang berlangsung di Istanbul, Turki, 
mengusulkan Israel diajukan ke Mahkamah Internasional (MI) , kata Presiden 
Parlemen Asia (APA) Agung Laksono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

"Pimpinan Parlemen Asia akan mengusulkan kepada para pihak yang dianggap 
bersalah untuk diajukan ke Mahkamah Internasional, selaku pelaku kejahatan 
perang," kata Agung sambil menguraikan tujuan khusus PUIC untuk membahas krisis 
kemanusiaan di Gaza.

Agung menyatakan, jika Presiden Irak Sadam Hussein yang dituduh menewaskan 168 
warga saja bisa dihukum mati dengan cara digantung, maka dalam aksi Israel ke 
Gaza ini pun seharusnya diselidiki siapa yang paling bertanggungjawab untuk 
diajukan ke pengadilan internasional.

Sidang darurat PUIC membahas tiga isu pokok, yaitu gencatan senjata segera, 
penarikan mundur seluruh pasukan Israel dari wilayah Palestina dan membuka 
blokade Palestina untuk melancarkan masuknya bantuan kemanusiaan dari berbagai 
penjuru dunia.

"Tuntutan segera diajukan ke Mahkamah Internasional kejahatan perang, merupakan 
bagian dari butir keputusan APA secara ekslusif," kata Agung yang dalam sidang 
ini didampingi Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI Abdillah Toha.

Keputusan APA telah dirancang dalam pertemuan pimpinan APA di Damaskus, pekan 
lalu. "Kami siap menyampaikan rumusan hasil Sidang Pimpinan APA yang telah 
dirancang pada 8 dan 9 Januari lalu di Damaskus bersama Ketua Parlemen Iran Ali 
Rijani dan Ketua Parlemen Suriah Mahmud Abrouse," tandasnya.

Wakil Ketua Umum DPP Golkar ini menyatakan, dukungan negara-negara berpenduduk 
muslim untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina belum optimal dan  sidang 
yang dihadiri pimpinan parlemen 47 negara ini bisa memberi tekanan politik 
untuk mengakhiri krisis Gaza.

"Yang juga sangat penting, bantuan kemanusiaan bisa segera disalurkan kepada 
penduduk Palestina khususnya di Jalur Gaza yang semakin menderita," kata Agung.

Kunjungan Ketua DPR-RI dan Presiden Parlemen Asia ke luar negeri berkaitan 
dengan krisis Gaza sebenarnya sudah dilakukan pada 7-10 Januari lalu ke 
sejumlah negara tetangga Palestina seperti Suriah, Lebanon dan Yordania.

Bahkan bersama Ketua Parlemen Syria dan Iran sempat bertemu Panglima Perang 
Hizbullah Syech Nasrullah di tempat persembunyiannya di Beirut.

"Hasil pertemuan itu memberi perspektif baru bagi kami, makna dan persepsi 
perlawanan bangsa Palestina terhadap Israel," kata Agung yang sempat 
mengisahkan perjalanan dramatisnya menemui orang paling dicari tentara Israel 
dan AS itu.

Misi lain Agung adalah menyampaikan resume hasil Extra Ordinary Meeting 
Parliementary Union Islamic Country (PUIC) di Istanbul ke Parlemen Uni Eropa di 
Strasbourg, Belgia, usai dari Turki. Ia berharap Eropa lebih peduli terhadap 
serangan Israel ke Jalur Gaza yang sudah mengorbankan warga sipil.

"Kami ingin mengajak seluruh pemimpin dan warga dunia bukan hanya peduli, 
tetapi memberi bantuan nyata untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina. 
Dari segi politik kami juga terus melakukan tekanan," katanya.  - ant/ah

 







      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke