Bahkan entitas PBB pun dihinakan oleh Israel.

http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTYyOTQ=

Gudang PBB Rusak Parah Dihantam Bom Fosfor Israel

NEW YORK--MI: Sebuah gudang di kompleks bangunan PBB di Jalur Gaza rusak parah 
Kamis terkena serangan Israel yang tampaknya bom fosfor putih, kata kepala 
urusan kemanusiaan PBB John Holmes seperti dilaporkan Reuters.

"Gudang utama itu rusak parah oleh apa yang tampaknya bom fosfor putih," kata 
Holmes kepada wartawan pada jumpa pers di New York. "Mereka yang berada di 
lapangan tidak ragu-ragu lagi mengenai bom itu. Jika anda meminta konfirmasi, 
itu seperti yang saya sebutkan," katanya.

Kompleks bangunan itu milik Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch sudah menuduh Israel melancarkan 
serangan dengan bom fosfor putih, yang bisa digunakan untuk tidak saja untuk 
menandai sasaran namun juga sebagai senjata pembakar bangunan.

Israel menolak berkomentar mengenai penggunaan amunisi tersebut namun 
mengatakan, militer negara itu menggunakan senjata yang tidak melanggar hukum 
internasional. Kecaman-kecaman terhadap militer Israel juga datang dari dalam 
negeri.

Sejumlah kelompok HAM mengatakan, Rabu, ofensif Israel terhadap Hamas di Jalur 
Gaza telah menimbulkan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya 
terhadap warga sipil di wilayah Palestina itu. Mereka menuduh pasukan negara 
Yahudi tersebut menggunakan senjata-senjata mematikan yang menewaskan ratusan 
warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik itu.

Dalam sepucuk surat yang dikirim kepada Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, 
Menteri Pertahanan Ehud Barak dan jajaran tinggi militer, sembilan kelompok hak 
asasi manusia itu mengatakan, penduduk sipil di Gaza mengalami penderitaan 
kemanusiaan yang luar biasa. "Tingkat pencederaan terhadap penduduk sipil itu 
belum pernah terjadi sebelumnya," kata kelompok-kelompok itu.

Sejak Israel meluncurkan perang gencar di Gaza, lebih dari 1.000 orang tewas 
dalam serangan-serangan udara yang tidak terhitung dan pertempuran hebat 10 
hari, kata petugas medis di Gaza, Rabu (14/1). Jumlah itu mencakup 315 anak dan 
100 wanita. Sebanyak 4.700 orang juga cedera dalam ofensif terbesar yang pernah 
dilakukan Israel ke wilayah pesisir Palestina itu.

Para penandatangan surat kecaman itu mencakup Komite Umum anti-Penyiksaan di 
Israel, Dokter untuk Hak Asasi Manusia -- Israel, Yesh Din dan Amnesti 
Internasional cabang Israel.

Kekerasan di sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan 
berakhir pada 19 Desember. Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina 
ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 
27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang 
mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Setelah pemboman udara beberapa hari, pasukan dan tank-tank Israel melakukan 
ofensif darat dengan bergerak ke pusat-pusat penduduk utama, termasuk Kota Gaza.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan 
pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran 
mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin yang berpenduduk 1,5 juta orang itu dibloklade 
oleh Israel. (Rtr/Ant/OL-02)




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke