Lebih baik mati di medan perang daripada mati kelaparan. Gencatan senjata harus 
disertai penghapusan segala bentuk blokade dan pembatasan. 


http://www.antara.co.id/arc/2009/1/16/hamas-terima-gencatan-senjata-asal-israel-mundur/

HAMAS Terima Gencatan Senjata Asal Israel Mundur


Kairo, (ANTARA News) - HAMAS mengusulkan satu tahun gencatan senjata dengan 
syarat Israel mundur dari Gaza dan dihentikannya blokade, kata seorang pejabat 
senior HAMAS kepada AFP, Jum'at pagi.

Mussa Abu Marzuk, deputi Politbiro HAMAS di Damaskus mengatakan, usulan 
tersebut diajukan delegasi HAMAS  kepada Mesir dalam perundingan-perundingan di 
Kairo. HAMAS sedang menunggu respon Israel.

Ketika ditanya apakah HAMAS telah mengusulkan gencatan senjata selama setahun 
dengan Israel, Abu Marzuk mengatakan: "Itu pernyataan kami dalam perundingan 
Mesir, itu memang kami usulkan."

Seorang pejabat HAMAS pada hari Rabu, setelah bertemu Kepala Intelijen Mesir 
Omar Suleiman, mengatakan pihaknya menerima 'garis besar' rencana gencatan 
senjata Mesir.

Pejabat senior pertahanan Israel, Amos Gilad pada hari Kamis bertemu dengan 
Suleiman untuk mendapat penjelasan tentang sikap HAMAS. Dia lalu kembali ke 
Israel untuk melapor ke pemerintahnya.

Gilad akan kembali ke Kairo Jum'at untuk perundingan lanjut dengan Mesir, kata 
kantor Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dalam pernyataannya.

"Kami menunggu tanggapan Mesir setelah mereka berbicara dengan Gilad," kata Abu 
Marzuk. "Pihak Mesir belum merespon reaksi Israel."

Presiden Mesir Hosni Mubarak pekan lalu menyampaikan usulan tiga pasal untuk 
menghentikan serangan Israel terhadap Jalur Gaza.

Prakarsa itu menyerukan dilakukan gencatan senjata secepatnya dan mengizinkan 
bantuan kemanusiaan ke dalam wilayah Gaza, selain mengakhiri penyelundupan 
senjata antara Mesir dan Gaza.

Israel mensyaratkan penghentian serangannya mencakup dihentikannya serangan 
roket para pejuang Gaza terhadap wilayah Israel selatan, dan pembentukan 
mekanisme untuk mencegah penyelundupan senjata ke Gaza.

Para diplomat Barat mengatakan HAMAS menolak untuk  mengizinkan wakil Otoritas 
Palestina di penyeberangan Rafah.

Mesir menolak membuka pintu penyeberangan itu secara permanen - salah satu 
tuntutan utama HAMAS - seraya mengacu pada perjanjian 2005 yang menetapkan 
kehadiran pemantau Uni Eropa dan Otoritas Palestina di penyeberangan tersebut.

Abu Marzuk mengatakan, HAMAS sepakat untuk mengizinkan kehadiran para pemantau 
Uni Eropa di penyeberangan itu.

Namun, dia memperingatkan 'tidak akan ada gencatan senjata jika pengepungan 
masih diteruskan.'

Israel memblokir Jalur Gaza sejak HAMAS merebut  wilayah itu pada Juni 2007. (*)




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke