Bukti-Bukti Kekalahan Israel di Gaza [image:
Print]<http://indonesian.irib.ir/index2.php?option=com_content&task=view&id=8284&pop=1&page=0&Itemid=48>
[image:
E-mail]<http://indonesian.irib.ir/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=8284&itemid=48>
  Sunday,
18 January 2009  Memasuki pekan keempat serangan brutal militer Israel ke
Gaza, dan tidak tercapainya target-targetnya, serta guna mencegah kerugian
yang lebih besar, para pejabat Tel Aviv mengumumkan gencata senjata secara
sepihak. Pengumuman gencatan senjata tersebut terjadi setelah sebelumnya
didengungkan indikasi kekalahan Rezim Zionis dalam serangannya ke Jalur
Gaza. Pada hakikatnya, gencatan senjata sepihak oleh Israel ini merupakan
statemen para pejabat Tel Aviv soal kegagalannya mencapai target mereka
serta bukti kelamahan Rezim Zionis dalam menghadapi perlawanan heroik bangsa
Palestina. Tujuan serangan Israel ke Gaza adalah penghentian perlawanan
Palestina, penghentian gerakan resistensi, serta pemusnahan eksistensi
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). Namun tak satupun dari tujuan
tersebut yang berhasil dicapai. Pada awalnya, para pejabat Israel
memprediksikan bahwa serangan masif mereka ke Gaza akan berlangsung kurang
dari satu minggu.

Dalam hal ini, kita dapat merunut pada pernyataan Menteri Luar Negeri
Israel, Tzipi Livni, dan Ketua Dinas Rahasia Israel (Mossad), Meir Dagan,
sebelum agresi militer Zionis ke Gaza. Dua hari sebelum serangan terjadi,
Livni mengatakan, berdasarkan prediksi lembaga-lembaga keamanan Israel,
Hamas dapat diberantas hanya dalam tiga atau empat hari saja. Di lain pihak,
Meir Dagan juga menyatakan bahwa militer Zionis dapat menghancurkan Hamas
dalam sepakan serta dapat memaksa warga Jalur Gaza menyerah. Namun
perlawanan heroik warga Palestina telah membuyarkan prediksi Israel.

Masalah kian lamanya pertempuran di Gaza ini membuat para pejabat Israel
semakin mengkhawatirkan kekalahan mutlak Israel. Guna menghindari hal itu
terjadi, Israel segera mengumumkan gencatan senjata secara sepihak. Selain
itu, pengumuman gencatan senjata sepihak ini juga dimanfaatkan Israel untuk
menampilkan kesan cinta perdamaiannya. Namun, terdapat tujuan penting lain
yang diacu Israel yaitu menggagalkan upaya internasional untuk menghentikan
serangan Israel ke Gaza serta penarikan mundur pasukan Israel dari Gaza.
Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa pengumuman gencatan senjata sepihak
Israel ini adalah dalam rangka mengumpulkan kekuatan baru untuk melancarkan
serangan tahap berikutnya. Oleh sebab itu, para pejabat Hamas menilai
pengumuman gencatan senjata sepihak tersebut sebagai tipu muslihat Israel
dan menekankan berlanjutnya perlawanan.

Dalam hal ini, Talal Nisar, anggota senior Hamas juga menyatakan bahwa para
pejuang akan tetap siaga di posisi masing-masing sampai pasukan dan
tank-tank Zionis keluar dari Gaza. Adapun pejabat Biro Politik Hamas,
Muhammad Nazzal menyatakan, "Jelas bahwa gencatan senjata harus disertai
dengan pencabutan blokade serta penarikan mundur seluruh pasukan Israel dari
Gaza. Dan selama tentara Zionis bercokol di Gaza, maka perlawanan akan
berlanjut".


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke