bgini ini tipikal mukmin sejati...
Rumah Allah Diibom, Warga Gaza Tak Tinggalkan Shalat Jamaah
Hidayatullah.com--Penduduk Gaza bergegas pergi ke masjid tanpa menghiraukan
raungan jet-jet tempur di atas wilayahGaza. Mereka berkumpul untuk shalat
berjamaah di masjid yang terletak di barat Gaza.
"Begitu mendengar seruan azan, orang-orang berduyun-duyun datang ke masjid,"
ujar Sheikh Radwan, imam masjid kecil.
Seperti kebanyakan masjid, At-Taqwa hampir hancur setelah digempur pasukan
Israel.
"Setiap hari, kami shalat di atas reruntuhan masjid," ujar imam itu.
Lebih dari 50 masjid dibombardir Israelsejak negara Yahudi ini melancarkan
serangan ofensif beberapa pekan
lalu. Serangan terburuk adalah gempuran bom yang menghantam Masjid
Ibrahim Al-Maqadma saat jemaah sedang shalat. Akibatnya 16 orang tewas
dan puluhan lainnya luka-luka.
Tapi di seluruh Gaza, masjid-masjid yang rusak dibom tetap penuh dengan jemaah
yang melaksanakan shalat limawaktu.
"Pada hari Israelmenghancurkan masjid-masjid kami, orang-orang sedang dirundung
duka.
Tapi seruan adzan untuk shalat justru memompa semangat mereka. Masjid
kami tetap penuh. Kami tidak akan membiarkan penjajah mengosongkannya,"
ujar Awad Al-Sha'er, imam masjid Kholafa Rashedeen di utara Gaza.
Abu
Anas Al-Zaharna adalah contoh jemaah yang pemberani. Di tengah desingan
peluru dan bom, ia tetap pergi untuk shalat di masjid.
"Berdiam
diri di rumah tidak akan menyelamatkan nyawa kami. Bila sudah tiba
waktunya untuk meninggal, maka terjadilah," ujar pria berusia 50 tahun
ini.
Shalat di masjid yang hancur terkena bom menunjukkan penentangan terhadap mesin
perang Israel, tapi juga ikut menyembuhkan luka yang diderita masyarakat.
"Sejak awal perang, masjid mengintensifkan aktivitasnya untuk membantu warga,"
ujar Mohammed Ashour, Imam Masjid Al-Bukhari.
Seperti
masjid lain yang terletak di kawasan miskin berpenduduk 1,6 juta jiwa,
Masjid Al-Bukhari juga menggiatkan kampanye untuk membantu keluarga
yang membutuhkan.
Banyak
relawan mendatangi rumah-rumah di sekitarnya untuk menawarkan makanan
dan air bagi mereka yang berjuang keras memberi makan keluarganya di
bawah pendudukan Israel.
"Bukan hanya pangan, kami juga menyediakan obat-obatan dan uang," ujar Ashour.
Sedangkan
Masjid Yarmuk di jantung Kota Gaza menggiatkan pengumpulan sumbangan
untuk membantu orang-orang yang rumah dan kehidupannya hancur akibat
gempuran Israel. [iol/htb/www.hidayatullah.com]
[Non-text portions of this message have been removed]