http://www.antara.co.id/arc/2009/1/20/ui-kembangkan-pusat-penelitian-industri-di-jababeka/

*UI Kembangkan Pusat Penelitian Industri di Jababeka*


*Jakarta* (ANTARA News) - *Universitas Indonesia (UI)* bekerjasama dengan
perusahaan pengembang *PT Jababeka Tbk*, akan membangun lembaga Pusat
Penelitian Industri di kawasan Jababeka di Cikarang, Jawa Barat.

"Pusat penelitian industri ini berfungsi untuk melayani kebutuhan industri
-- khususnya yang ada di kawasan industri Jababeka -- dengan cara
mengembangkan inkubator bisnis yang potensial, mengarahkan hasil riset UI
untuk komersialisasi serta melakukan program magang dan riset bersama," kata
Dirut PT Jababeka, SD Darmono di Depok, Jawa Barat, Selasa.

Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama tersebut dilakukan oleh SD
Darmono dan Rektor UI Prof DrGumilar Rusliwa Somantri di kampus UI Depok,
Selasa.

Menurut rencana, pusat penelitian tersebut akan bertempat di kawasan terpadu
"Medical City", salah satu kawasan yang baru dikembangkan di Jababeka dan
fokus pada bidang kesehatan.

Pada kesempatan itu, Darmono menjelaskan bahwa dengan adanya kerjasama
tersebut, maka pihak UI dapat mengirimkan mahasiswanya untuk magang pada
sekitar 1.400 perusahaan nasional dan multinasional yang mendirikan pabrik
di Jababeka.

"Kerjasama ini juga mempermudah para lulusan UI yang berminat untuk
membangun inkubator bisnis di Jababeka," kata dia.

Selain itu, UI juga dapat menawarkan proposal-proposal penelitiannya kepada
perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendapatkan pendanaan.

"Fakta menunjukkan kegiatan penelitian yang dilakukan perguruan tinggi dan
lembaga penelitian sering berjalan sendiri-sendiri, tidak sinkron dengan apa
yang dibutuhkan industri. Karena itu kami ingin UI bekerjasama dengan
industri di Jababeka," kata Darmono.

Sementara itu, Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri menyambut hangat kerjasama
tersebut dengan menyatakan bahwa program itu menandai sebuah babak baru
kolaborasi perguruan tinggi dan dunia industri dalam menciptakan
produk-produk yang berguna bagi masyarakat luas.

"Industri dalam negeri yang tidak ditopang pasokan riset universitas dalam
negeri, akan dapat terkikis di masa datang," kata Gumilar.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke