http://www.antara.co.id/catidx/?ch=TEK&pg=3

*Kampung Digital di Mataram Kian Berkembang*


*Mataram*  (ANTARA News) - Kampung digital (sebutan bagi tempat komonitas
pengguna internet di suatu daerah) di RT 01, Lingkungan Peresak Timur,
Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang
pembentukannya diprakarsasi komunitas `Pelopor Rumah Tangga (RT) Digital`
kini semakin berkembang.

Kepala Seksi Pelayanan Media Cetak dan Elektronik pada Balai Pelayanan
Informasi, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika NTB, Fairuzzabadi di
Mataram, Sabtu mengatakan, sejak diresmikan Wakil Gubernur NTB, Ir. H.
Badrul Munir 19 Desember 2008 jumlah anggota komunitas semakin bertambah
banyak.

"Komunitas kampung digital tidak hanya di RT 01, Lingkungan Peresak Timur,
tetapi juga sudah terbentuk di lingkungan lainnya yang ada di Kelurahan
Pagutan, bahkan meluas ke kecamatan lain," ujar Fairuz yang juga salah
seorang inisiator terbentuknya kampung digital.

Di kelurahan tersebut kini telah terbentuk komunitas kampung digital dengan
nama `Lombok Bloger`, namun masing-masing mereka masih menggunakan internet
secara perorangan, berbeda dengan di RT 01 memiliki tempat khusus untuk
bermain internet.

Sejalan dengan semakin menyebarnya informasi mengenai kampung digital
tersebut semakin banyak yang datang untuk meminta informasi seputar
komunitas pengguna internet tersebut, bahkan banyak dari luar Kota Mataram,
seperti Lombok Barat, Lombok tengah dan Lombok Timur.

Menurut dia, di dalam komunitas kampung digital masing-masing ada yang
memimpin yang sekaligus sebagai pengawas kemungkinan ada anggotanya yang
mengakses situs-sitsu yang tidak berguna, seperti situs porno.

Fairuz mengatakan, sekarang ini semakin banyak ibu rumah tangga yang datang
ke kampung didigital untuk sekedar mengakses majalah tentang perempuan,
seperti Kartini dan Femina dan umumnya mereka membaca tentang mode, tantang
rumah tangga dan masalah kecantikan.

Layanan internet di Kampung Digital itu menggunakan akses `speedy` paket
750.000 sebulan, komunitas Portal melibatkan 20 orang anggota yang
difasilitasi dengan kabel 10 orang dan saluran `hotspot` untuk 10 pengakses.

Sementara itu inisiator pembentukan Kampung Digital atau Kampung Media, MF
Hafidz mengatakan, terbentuknya komunitas pengguna internet berawal dari
sebuah kegelisahan akan banyak pemuda yang datang ke Warung Internet
(Warnet) untuk mengakses situs-situs yang tidak bermanfaat, seperti situs
porno.

"Karena itu saya bersama beberapa orang warga di RT 01, Lingkungan Peresak
Timur berkumpul untuk mengakses internet secara bersama-sama khususnya untuk
mencari informasi yang berguna termasuk bagi pelajar banyak yang mengakses
situs Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) untuk mendapatkan bahan-bahan
pelajaran," ujarnya.

Bahkan, kata Hafiz, cukup banyak ibu rumah tangga yang ikut mengakses
internet untuk mencari bahan bacaan menarik, dan paling banyak mengakses
majalah Pemina online terutama informasi mengenai masalah kewanitaan dan
artikel tentang keluarga.
(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke