ada segelintir orang indonesia yg perilakunya mirip zionis, dmana2
memprogandakan zionis & menuduh HAMAS adalah teroris yg tdk mau berdamai.
Bagemana bs damai ktika blokade tetep dilakukan, bagemana ada gencatan snjata
dmna msh ada warga sipil yg terbunuh. Mereka bener2 kaum yg tdk berpikir?
Dusta di Tengah Gelimpangan Mayat
Oleh Ahmad Syafii Maarif
Ketika pesawat Israel membombardir sekolah milik PBB beberapa hari yang
lalu dan membunuh puluhan manusia, sebuah dusta besar berulang-ulang
disiarkan: sekolah itu tempat persembunyian pejuang Hamas. Yang benar
adalah tak seorang pun pejuang itu berada di sana. Hampir semua media
Barat menelan begitu saja dusta zionis ini dan menyiarkannya ke seluruh
penjuru dunia. Tetapi, untunglah ada stasiun televisi Al-Jazeera yang
membongkar dusta itu sehingga kejahatan perang Israel cepat
diketahui umat manusia di berbagai negara. Akibatnya, Israel semakin
terpojok. Tetapi, kebrutalan tetap saja dilangsungkannya. Istilah
kejahatan perang rasanya sudah tidak memadai lagi untuk menggambarkan
genosida yang diamukkan zionis atas rakyat Palestina. Harus ditambah
dengan: kejahatan perang yang dilakukan oleh makhluk serupa manusia,
tetapi bukan manusia.
Yang juga tidak kurang ironisnya untuk
dicatat adalah rezim Bush dan sebagian besar anggota senat Amerika
mendukung kejahatan perang Israel ini. Para pendukung ini, dalam
perspektif kita, secara sadar telah memasukkan dirinya dalam kategori
"makhluk serupa manusia" itu. Satu-satunya anggota senat yang bersuara
lantang menentang kejahatan itu adalah Dennish Kucinich. Kita kutip,
"Hari ini, pajak dolar Amerika, jet-jet Amerika, dan helikopter Amerika
yang diberikan kepada Israel telah menyebabkan berlakunya pembantaian
di Gaza. Pemerintah [Bush] memungkinkan Israel menekan terus untuk
melakukan penyerangan terhadap penduduk sipil yang tak berdaya,
memblokade upaya-upaya bagi gencatan senjata di PBB, dan menampik agar
Israel tunduk terhadap persyaratan bahwa pengiriman persenjataan tidak
akan digunakan untuk tujuan agresi. Israel akan menerima 30 miliar
dolar AS dalam tempo periode 10 tahun bagi bantuan militer, tanpa harus
mematuhi prinsip-prinsip kemanusiaan apa pun, hukum internasional, atau
standar dasar tentang kesopanan manusia. Bangkitlah Amerika."
Di tangan makhluk serupa manusia, apa yang disebut human decency (kesopanan
manusia) tidak mungkin bertemu dalam kamus mereka. Jika Anda
ingin mencari ungkapan itu, hanyalah berlaku bagi manusia yang punya
hati nurani. Oleh sebab itu, seruan Kucinich untuk bangkit ditujukan
kepada rakyat Amerika yang masih manusia, bukan yang serupa manusia.
Pemimpin penjahat perang Israel: Ehud Olmert, Ehud Barak, Tzipi Livni,
dan gangnya, telah menjadikan mayat rakyat Palestina di Jalur Gaza
sebagai taruhan untuk masing-masing memenangkan pemilu Israel pada
Februari 2009 ini. Maka, tidaklah salah bila Uri Avnery dalam The Palestine
Chronicle, awal Januari 2009, menyebut perang ini sebagai Israel's New Election
War. Anda bisa bayangkan tingkat kejahatan perang ini. Demi untuk saling
berebut kursi di knesset Israel, rakyat Palestina yang tak berdosa dan tanpa
pertahanan
dimusnahkan begitu saja. Pemusnahan ini dengan dalih karena kiriman
roket Hamas ke kawasan selatan Israel dan Hamas dituduh tidak setia
terhadap gencatan senjata. Semuanya ini adalah dusta dan palsu belaka
karena gencatan yang riil tidak pernah berlaku.
Bagaimana Hamas
tidak akan bereaksi, Avnery menulis: Dalam kenyataannya, gencatan
senjata tidaklah lumpuh karena sejak awal gencatan senjata riil tidak
pernah ada. Tuntutan pokok bagi gencatan senjata di Jalur Gaza mestilah
dengan membuka lintas batas. Tidak mungkin ada kehidupan di Gaza tanpa
mengalirnya suplai yang tetap. Perbatasan itu tidak dibuka, kecuali
untuk beberapa jam yang tak menentu. Blokade darat, laut, dan udara
terhadap satu setengah juta umat manusia adalah tindakan perang,
seperti halnya menjatuhkan bom atau meluncurkan roket. Semuanya ini
melumpuhkan kehidupan di Jalur Gaza: menghabisi sebagian besar
sumber-sumber pekerjaan, mendorong sejumlah ratusan ribu manusia ke
pinggir maut karena kelaparan, menghentikan sebagian besar rumah sakit
untuk berfungsi, serta merusak suplai listrik dan air. Mereka yang
mengambil keputusan untuk menutup lintas-batas--dengan dalih apa
pun--tahu bahwa gencatan senjata yang sebenarnya dengan kondisi seperti
itu tidak pernah ada.
Saya sengaja mengutip pendapat pejuang
Yahudi ini untuk menunjukkan bahwa membiarkan zionisme merajalela
adalah harakiri bagi peradaban. Zionisme=dusta sejarah yang harus
disetop untuk selama-lamanya. Tanda-tanda ke arah itu sudah semakin
nyata walau di tengah gelimpangan mayat yang masih berjatuhan. ''Aduh,
ya Allah, dengarkanlah jeritan ini!'
[Non-text portions of this message have been removed]