Masalah homoseksual semakin dahsyat. Di Eropa dan AS misalnya, dgn dukungan mass media dan politisi, masyarakat pro homoseksual semakin serius memperjuangkan hak-hak mereka, seperti pernikahan sejenis, adopsi anak, hak waris dan hak lainnya yang sama dengan pasangan berlainan jenis. Beberapa negara dewasa ini telah melegalkan perkawinan sesama jenis. Di waktu mendatang kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah. Gereja pun tidak luput dari masalah homoseks. Ada pula gereja anglikan yg mengangkat gay jadi uskup. Seorang teolog mengeluarkan buku menyatakan Tuhan merestui perkawinan sesama jenis.
Perkembangan ini tentu saja mengkhawatirkan kalangan gereja, karena homoseks bertentangan dgn firman Tuhan spt tercantum dlm Kitab Suci. Karena itu, gereja menentang legalisasi perkawinan sejenis. Menurut pandangan gereja, saya kira agama lain juga, homoseks tidaklah alami ataupun disebabkan faktor genetika. Jadi dapat dihindari. Oleh karena itu homoseks ditentang. Tapi argumentasi itu bersifat dogmatis. Bagaimana bukti-bukti ilmiah? Apakah homoseks alamiah (kodrati)? Menurut Trayce Hansen, Ph.D. dalam artikelnya berjudul "Legalizing Same-Sex Marriage Will Increase Prevalence of Homosexuality: Research Provides Significant Evidence" yg dimuat di situs NARTH (National Association for Research & Therapy of Homosexuality) faktor lingkungan sangat dominan. Temuan itu berdasarkan hasil penelitian yg dilakukan secara eksentif di 4 negara : Swedia, Fnlandia, Denmark dan AS. Hal lain yg menarik dlm artikel itu, ternyata di kalangan wanita terdapat korelasi antara tingkat pendidikan dengan homoseksualitas : "For American women, the environmental factor most associated with a homosexual or bisexual identity was a higher level of education. And though that was also true for men, the pattern for women was more dramatic. For instance, a woman with a college degree was nine times more likely to identify herself as non-heterosexual than a woman with only a high school diploma." Bagaimana dengan faktor genetika? Ternyata tidak ada. But that is not what these two large-scale Scandinavian studies found. Both studies revealed that when one identical twin was homosexual the other twin was homosexual only 10% or 11% of the time. Such findings indicate that homosexuality is not genetically determined. (Bisa ditemukan di http://www.narth.com/docs/legalizing.html) sg --- In [email protected], Satrio Arismunandar <satrioarismunan...@...> wrote: > > > > From: korandigital <korandigi...@...> > Subject: Pesan Natal, Paus: Selamatkan Umat Manusia dari Homoseksualitas > To: [email protected] > Date: Tuesday, December 23, 2008, 11:43 AM > > > > > > Selasa, 23/12/2008 11:33 WIB > Pesan Natal > Bukan Sekali Paus Ingatkan Bahaya Homoseksualitas > Eddi Santosa - detikNews > > > (Foto: parochiedinther.nl) > > Vatican City - Gereja Katolik Roma sangat keukeuh mengingatkan umat manusia untuk menjaga diri dari bahaya perilaku homoseksualitas. > > Sebelumnya dalam kunjungan kerja dua hari di Spanyol musim panas lalu, Paus Benedictus XVI selaku pemimpin umat Katolik Roma mengkritik pemerintah sosialis Zapatero yang melegalkan perkawinan homo. > > "Perkawinan itu tidak terlepaskan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan," ujar Paus saat itu dalam misa umum di Valencia (Algemeen Dagblad, 9/7/2008). > > Selain homoseksualitas, Gereja Katolik roma hingga saat ini juga masih mengharamkan penggunaan kondom. > > Dalam pesan menjelang Natal kemarin (22/12/2008), Paus menyampaikan bahwa hutan tropis harus diselamatkan dari kepunahan, sama pentingnya dengan menyelamatkan umat manusia dari perilaku homo- dan transeksual. (es/es) > > http://www.detiknews.com/read/2008/12/23/113316/1058226/10/bukan- sekali-paus-ingatkan-bahaya-homoseksualitas > > Selasa, 23/12/2008 10:03 WIB > Pesan Natal > Paus: Selamatkan Umat Manusia dari Homoseksualitas > Eddi Santosa - detikNews > > > > > Vatican City - Hutan tropis harus diselamatkan dari kepunahan, sama pentingnya dengan menyelamatkan umat manusia dari perilaku homo- dan transeksual. > > Demikian Paus Benedictus XVI dalam pidato menjelang Natal seperti dikutip Elsevier, 22/12/2008. > > Paus menilai bahwa gereja harus melindungi umat manusia dari 'dekonstruksi' dirinya sendiri. > > "Hutan tropis berhak atas perlindungan kita, tapi umat manusia juga," ujar Paus. > > Paus menambahkan bahwa umat manusia harus mendengarkan pesan 'bahasa penciptaan' demi bisa memahami kepentingan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dia mengumpamakan perilaku homoseksual sebagai 'merusak ciptaan Tuhan'.(es/es) > > http://www.detiknews.com/read/2008/12/23/100326/1058169/10/paus- selamatkan-umat-manusia-dari-homoseksualitas > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ > Groups "Koran Digital" > - One Touch News- > > To post to this group : [email protected] > To unsubscribe from this group : koran-digital- [email protected] > > For more options, visit this group at > http://groups.google.com/group/koran-digital?hl=id > > "Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus (100 SM) > > Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun. > > - Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu. > > - Sebisa mungkin hindari komentar satu baris. > > - Sebisa mungkin potong ekor email untuk menghemat bandwith. > > - Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya. > > - Berdiskusilah dengan baik dan bijak. > > -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

