"Surat dari Gaza"
Ketika beliau
diwawancarai, saudara kita yang bernama Ummu Taqi ini harus menyabung
nyawanya karena bom sewaktu-waktu bisa meluluh lantakkan rumahnya.
Minggu yang lalu (17 Januari 2009) suratdari beliau juga dibacakan didepan para
demonstran di Marble Arch, Londondan pada malam harinya dibacakan kembali dalam
sebuah show yang berjudul Muslimah Dilemma di Islam Channel
((www.islamchannel.tv)
Teks
yang aslinya dalam bahasa Inggris (aslinya berbahasa Arab) sudah
diterjemahan ke berbagai bahasa. Di bawah ini adalah terjemahannya;
o0o
"Assalamualaikum
Saudaraku muslim dan muslimah, dalam kesempatan ini aku ingin mengirim pesan
dari saudaramu di Gaza. Simaklah kondisi kami dan sampaikan kepada siapa saja
entah itu orang yang kalian kenal ataupun yang tidak kalian kenal
Situasi yang kami hadapi mengerikan namun iman kami kuat, Alhamdulillah
meskipun kami tidak memiliki air yang memadai
dan kalaulah ada, air itu sudah terpolusi dan kami tidak memiliki uang
untuk membeli air mineral. ketika kami memiliki uang maka oang yang
menjualnya menyampaikan bahwa terlalu bahaya untuk mereka berjalan
keluar dan mendapatkan supplai. Kami tidak memiliki gas dan ini sudah
berlangsung sejak 4 bulan terakhir. Kami hanya bisa memasak sedikit
makanan diatas tungku tungku yang sudah kami siapkan.
Parakeluarga laki laki kami telah kehilangan pekerjaannya. mereka
menghabiskan keseharian mereka dirumah. Suamiku pergi seharian dari
satu tempat ke tempat lain hanya demi mendapatkan (kebutuhan) dasar
air. Biasanya dia kembali ke rumah dengan tangan hampa. Tidak ada
sekolah, tidak ada bank, dan Rumah sakitpun jarang yang buka. kami
selalu sadar bahwa nyawa kami terancam setiap kali kami keluar rumah.
Mereka (Zionis) memberikan jam malam antara pukul 1 hingga 4 sore. Kami bisa
keluar dalam keadaan aman untuk mendapatkan supplai, kata mereka, tapi itu
semua bohong! Seringnya jutsru mereka menggunakan kesempatan itu untuk menambah
jumlah syuhada dalam daftar mereka.
Kami
makan sehari nasi dan sehari roti. Daging dan susu adalah kemewahan.
Mereka menggunakan senjata perang kimia di area perbatasan.
Setelah
semua ini kami diberitahu bahwa orang orang di seluruh dunia berdemo.
Mashaallah! Fakta bahwa kalian pergi ke kedutaan-kedutaan dan
meninggalkan rumah rumah kalian membuat kami merasa bahwa kami tidak
sendiri dalam perjuangan ini.
Tetapi kalian bisa pulang ke rumah dan mengunci rumah kalian. Sedang
kami....Kami tidak bisa melakukan itu. Tiap malam
aku harus meninggalkan rumahku yang berada di lantai2 dan tinggal
bersama saudara perempuanku di lantai dasar. Jika ada serangan maka
lebih cepat bagi kami untuk meninggalkan (gedung) dari lantai dasar.
Ya..Kami
lelah, ketika kami mendengar roket dan bom serta melihat pesawat
pesawat yang terbang mendekati gedung, aku menjerit bersama anak laki
lakiku yang masih muda dan suamiku merasa tidak mampu melakukan apa apa.
Dalam
hal ini tidak ada yang bisa menyelamatkan kami selain Allah. Tetapi
ummah juga bertanya tanya dimana tentara tentara kaum muslimin, dimana
kemenangan itu?
Jangan lupakan kami karena hanya kalianlah yang kami miliki. Sadaqah baik
kalian tidak sampai kepada kami dan ketika mereka membuka
perbatasan hanya segelintir orang yang mendapatkan (sumbangan) itu.
Tetaplah berjuang di Jalan Allah dan berdoalah agar kemenangan itu
segera datang inshaAllah.."
wassalam
Saudaramu, Umm Taqi
[Non-text portions of this message have been removed]