Refleksi: Mudah-mudahan  pemberi angpao tidak dituduh melakukan usaha 
permutadan para pengemis.

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=63681&Itemid=27


      Vihara di Medan diramaikan pengemis dadakan      
      Monday, 26 January 2009 06:00 WIB  
      WASPADA ONLINE

      MEDAN  -  Sehari menjelang perayaan Imlek, puluhan pengemis dadakan ramai 
menyerbu vihara-vihara di Medan demi mengharap pembagian "angpao" dari 
pengunjung yang bersembahyang di vihara.

      Salah satu vihara yang banyak didatangi para pengemis dadakan tersebut 
adalah vihara Sahassa Budha Jalan Dr. Wahidin Medan dan Vihara Budhi Suci Jalan 
Asia Medan.

      "Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap menjelang hari raya Imlek, 
pasti banyak etnis Tionghoa yang membagi-bagikan angpao kepada siapa saja yang 
mereka temui termasuk orang-orang miskin seperti kami," kata Waljinah (56), 
salah seorang pengemis dadakan yang ditemui, tadi malam.

      Waljinah yang mengaku berasal dari Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut ini, 
mengaku sudah dua hari ini  menjalankan aktivitasnya sebagai pengemis. Dalam 
sehari ia juga mengaku mendapatkan penghasilan rata-rata diatas Rp50 ribu dari 
belas kasihan pengunjung yang bersembahyang di vihara. Menurut dia, angpao akan 
semakin banyak dibagi-bagi oleh pengunjung pada puncak perayaan Imlek yaitu 
hari Senin (26/1).

      "Besok, pagi-pagi sekali saya sudah harus ada di sini, kalau tidak bakal 
kehilangan rezeki karena sebagian besar mereka kan sembahyangnya pagi," kata 
ibu yang memiliki enam putra ini yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai 
petani.

      Hal yang sama juga dikatakan Sumiati (45) warga Dusun Kelambir Lima 
Kabupaten Deli Serdang. Wanita yang sehari-harinya mengaku berjualan sayur ini 
mengatakan, penghasilannya yang didapat dari meminta-meminta itu dapat melebihi 
keuntungannya yang didapat dari hasil berjualan sayuran.

      "Kalau jualan sayur paling banyak saya mendapat untung Rp25 ribu dalam 
seharinya. Tapi kalau disini dalam sehari saya bisa dapat lebih dari itu," 
katanya.

      Pengamat sosial Universitas Sumatera Utara (USU), Drs Yos Rizal MSi, 
mengatakan, fenomena menjamurnya pengemis disaat-saat menjelang hari besar 
keagamaan sudah menjadi hal yang sangat lumrah. Menurut dia, masyarakat yang 
memberikan uang kepada pengemis itu justru akan mendidik mereka menjadi malas 
bekerja.

      Kalau masyarakat ingin beramal seharusnya langsung disumbangkan saja ke 
lembaga-lembaga resmi atau langsung datang ke panti-panti asuhan yatim piatu," 
katanya.
      (sit/ann)
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke