http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/07/pol03.html
Prabowo Kritik Kebijakan Pemerintah Jakarta-Calon Presiden Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto mengkritik kebijakan pemerintah terkait program bantuan langsung tunai (BLT). Semestinya, pemerintah tidak memberikan ikan, tetapi memberikan kail kepada masyarakat. "Kebijakan ini suatu yang keliru dan menyesatkan. Ini tidak produktif dan konyol," kata Prabowo dalam pidato politiknya berkaitan dengan Perayaan Satu Tahun Partai Gerindra, Jumat (6/2) malam. Perayaan HUT Gerindra itu juga dihadiri, antara lain Ryamizard Ryacudu, Yuddy Chrisnandi, Yenny Wahid, Marwah Daud Ibrahim, Tjahjo Kumolo, Yus Usman Sumanegara, dan seluruh perwakilan DPC, DPW, dan DPD seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan untuk meninggalkan paradoks Bangsa yang memiliki kekayaan alam, namun rakyatnya masih dalam kemiskinan. Dia juga menyayangkan kondisi kekayaan bangsa Indonesia yang sudah tidak lagi berada di tangan anak bangsa. Sebab, apa yang merupakan hasil kekayaan masih diekspor dan diimpor dengan harga berkali lipat mahalnya. Ekonomi Kerakyatan Dia mengatakan, kondisi itu juga yang menjadi pendorong bagi dirinya ikut mengambil bagian dalam mengubah nasib rakyat Indonesia. Prabowo menambahkan, saat ini, perlu mengubah sistem neoliberialisme dan neokolonialisme dengan ekonomi kerakyatan. "Saya katakan sistemnya yang salah, siapa pun yang pakai sistem yang salah, akan keliru," tegasnya. Saat ditanyai mengenai Poros Indonesia Raya yang digagas Gerindra sebagai inisiator haluan baru, selain Blok M (Megawati Soekarnoputri) dan Blok S (Susilo Bambang Yudhoyono), Prabowo mengatakan, hal itu akan lebih konkret setelah pemilu legislatif. "Kita berdoa, berharap, tidak ada kecurangan sistematis pada pemilihan yang akan datang sehingga ada perubahan bagi bangsa ini," tegasnya. Mengenai adanya 20 kandidat cawapres yang diumumkan DPP Gerindra, Prabowo menyatakan, dirinya belum bisa memunculkan nama yang dinilai cocok sebagai cawapres. Secara terpisah Dewan Pembina Gerindra Permadi, mengatakan, Prabowo telah mengantongi sebuah nama untuk dijadikan sebagai cawapresnya. Nama yang ada itu adalah perempuan di luar daftar yang dimunculkan Partai Gerindra. "Percaya, deh, sudah ada. Mas Prabowo sudah kantongi dan minta saya konsultasikan," jelasnya. Perayaan HUT ke-1 Gerindra itu juga diwarnai acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Dalam acara puncak pada Jumat malam, Gerindra juga menyampaikan bantuan kepada korban serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina. (ninuk cucu suwanti) [Non-text portions of this message have been removed]

