http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/02/12/3996.html

*Presiden: Sejak 2007 Kontrak Exxon di Natuna Telah Dihentikan*

(Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan usai memimpin pertemuan di
kantor pusat PT Pertamina, Jakarta, hari Kamis (12/2) sore. (foto: abror/
presidensby.info))

*Jakarta*: Sejak tahun 2007 pemerintah telah menghentikan kontrak Exxon di
Natuna, karena dinilai tidak tepat untuk dilanjutkan lagi, kata *Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono* hari Kamis (12/2) sore, dalam keterangan persnya
usai memimpin rapat di kantor pusat PT Pertamina Jl. Medan Merdeka Timur,
Jakarta.

"Tadi juga dilaporkan soal kasus Natuna. Saudara-saudara masih ingat, tahun
2007 telah saya putuskan untuk menghentikan kontrak dengan Exxon, karena
kita nilai tidak tepat untuk dilanjutkan, dan kita tunjuk Pertamina dengan
benderanya menjadi tuan rumah untuk pengembangan gas di Natuna itu. Dengan
catatan, karena besar investasinya, teknologinya juga menggunakan teknologi
yang bisa mengatasi kandungan karbon dioksida yang tinggi, maka Pertamina
tentu memerlukan partner," ujar SBY.

"Lakukan negosiasi yang baik, terbuka, transparan dan akuntabel. Gunakan
sistem. Jangan ada proses yang tidak semestinya terjadi, karena saya ingin
semuanya bersih. Dengan demikian negara tidak dirugikan, dan Pertamina juga
bisa memperoleh pendapatan yang layak, yang juga sesungguhnya pendapatan itu
untuk negara dan rakyat kita ," kata SBY.

Presiden SBY juga mendapat laporan beberapa kendala yang dihadapi Pertamina
dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas BBM. Sebagai contoh, untuk
pengembangan minyak yang ada di Bekasi, ada masalah adalah Amdal atau
analisis dampak lingkungan ."Saya minta segera diselesaikan. Itu urusan
rumah tangga kita sendiri, pemerintah, negara. Juga dilaporkan pemboran
minyak, misalnya yang ada di Sangatta, Kalimantan Timur. Kalau ini
masalahnya berkaitan dengan pengaturan hutan lindung, saya kira harus
dicarikan solusinya. Lingkungan bisa kita pertahankan, tetapi produksi
minyak yang kita perlukan untuk menambah nasional out put juga bisa kita
lakukan," ujar SBY.

"Demikian juga untuk pengembangan panas bumi di Jawa Barat, Sulawesi Utara
dan Jambi itu juga segera diselesaikan. Duduk bersamalah dengan menteri
kehutanan, gubernur, bupati dan departemen atau instansi terkait, agar tidak
ada yang berhenti. Merugi, kalau ada potensi dan ada opportunity kemudian
tidak mengalir dan tidak dapat diselesaikan masalah yang dihadapi," kata
SBY. (win)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke