http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/02/12/3995.html

*Presiden Kunjungi Kantor Pusat Pertamina

Iklim dan Cuaca Tidak Menentu, Distribusi BBM Harus Dikelola Dengan Baik
*
(Presiden SBY memimpin pertemuan di kantor pusat Pertamina, Jakarta, hari
Kamis (12/2) siang. (foto: abror/presidensby.info))

*Jakarta*: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* hari Kamis (12/2) siang
berkunjung ke kantor pusat PT Pertamina di Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta.
Beberapa menteri ikut mendampingi, antara lain Menko Polhukam Widodo AS,
Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri ESDM Purnomo Yusgihantoro, Menhub Jusman
Syafei Djamal. Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan dan Komisari Utama
Pertamina Sutanto menyambut rombongan Presiden.

Usai mengadakan rapat, kepada wartawan Presiden mengatakan, stok BBM
dilaporkan aman. Untuk solar, minyak tanah dan elpiji cukup aman , sementara
premium ada sedikit kekurangan dikaitkan dengan sasaran dengan apa yang
dimiliki, tetapi masih dalam batas relatif aman. Oleh karena itu saya
mendukung langkah-langkah Pertamina untuk melakukan upaya agar semua stok
itu, baik premium, solar, minyak tanah dan elpiji betul-betul aman," ujar
SBY.

Menurut Presiden, dalam iklim yang tidak menentu ini, gelombang tinggi dan
cuaca buruk, distribusi BBM harus betul-betul dikelola sebaik-baiknya."Harus
lebih antisipatif dalam Pertamina bekerjasama dengan pemerintah daerah.
Dengan demikian kita cegah terjadinya keterlambatan dalam distribusi BBM ini
di seluruh wilayah tanah air," kata SBY.

Berkaitan program konversi minyak tanah ke elpiji, menurut SBY progressnya
baik ."Saya berharap betul-betul dituntaskan, dengan demikian akan sangat
menghemat subsidi yang akan kita keluarkan untuk minyak tanah.
Dihitung-hitung tadi bisa mencapai Rp. 22 trilyun penghematan tiap tahunnya,
manakala nanti konversi sudah tuntas dilakukan dari minyak tanah ke elpiji
," ujar SBY

"Dilaporkan juga, perkembangan biofuel juga telah bergerak dan ini menuju
sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Maka energi mix yang sudah kita
rumuskan 2025 dan 2050 harus dapat kita bangun mulai sekarang dengan lebih
banyak lagi kita kembangkan untuk sumber-sumber energi yang bersih yang
ramah lingkungan," kata Presiden. (win)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke