http://www.antara.co.id/arc/2009/2/10/as-mungkin-berdialog-dengan-iran-pada-bulan-bulan-mendatang/

*AS Mungkin Berdialog dengan Iran pada Bulan-bulan Mendatang*


*Washington*,  (ANTARA News) - *Presiden AS Barack Obama* pada Senin
menyiratkan kembali keinginannya agar AS melakukan dialog langsung dengan
Iran dengan mengatakan dirinya berharap dapat menciptakan kondisi-kondisi
untuk "mulai duduk berhadapan di meja" pada bulan-bulan mendatang.

 "Saya rasa ada kemungkinan itu, setidaknya, ke arah hubungan yang
berdasarkan rasa saling menghormati dan peningkatan," kata Obama dalam jumpa
pers pertama kalinya sejak ia menjabat sebagai presiden, seperti diberitakan
AFP.

Namun ia mengatakan "sudah saatnya sekarang ini bagi Iran untuk memberikan
sinyal-sinyal bahwa mereka akan melakukan perubahan."

Obama mengatakan pemerintahannya tengah mengkaji kembali hubungan antara
Washington dan Teheran dan sedang mencari sebuah pendekatan baru walaupun
ada kekhawatiran soal kemungkinan program nuklir, juga dukungan bagi Hamas
dan Hisbullah serta pernyataan-pertanyaan bernada perang terhadap Israel.

"Menurut perkiraan saya, dalam beberapa bulan mendatang, kami akan mencoba
membuka jalan bagi kemungkinan untuk duduk bersama, berhadap-hadapan, dengan
langkah-langkah diplomatik yang akan memungkinkan kami memajukan kebijakan
ke arah yang baru," kata Obama.

Pada masa-masa kampanye presiden tahun 2008, Obama berjanji akan memecahkan
apa yang ia gambarkan sebagai kebijakan George W. Bush yang konfrontatif dan
tidak produktif terhadap Iran, dan telah memerintahkan dilakukannya
pengkajian kembali tak lama setelah ia menjabat sebagai presiden mulai 20
Januari.

"Begitu banyak ketidakpercayaan yang terbangun dalam beberapa tahun, jadi
ini tidak akan terjadi dalam sekejap," katanya tentang kemungkinan pencairan
hubungan.

Kalangan Barat mencurigai Iran mencoba membuat bom atom dan khawatir negara
tersebut akan mengalihkan teknologi yang dipakainya untuk meluncurkan roket
ruang angkasa ke proyektil balistik jarak jauh yang bisa memuat ujung
peledak senjata nuklir.

Gedung Putih, yang telah memerintahkan dilakukannya pengkajian kembali
kebijakan AS terhdap Tehran, baru-baru ini berjanji bahwa AS akan
menggunakan "semua elemen kekuatan nasional kami untuk menghadapi Iran"
setelah Republik Islam itu memgatakan telah meluncurkan satelit ke orbit.

Pesan yang diungkapkan oleh sekretaris pers Gedung Putih Robert Gibbs
membuka kemungkinan bahwa Amerika Serikat akan mempertimbangkan penggunaan
kekuatan militer terhadap Teheran.

Iran pada Juni mendatang akan melaksanakan pemilihan presiden namun
kemungkinan akan membuka diri terhadap kemungkinan pendekatan AS-Iran.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke