http://sains.kompas.com/read/xml/2009/02/11/11041330/manusia.tak.henti.bertanya

*Manusia Tak Henti Bertanya*

Oleh Brigitta Isworo

"Penemuan" fakta di Galapagos telah memunculkan teori baru tentang asal-usul
manusia. Manusia tetap gelisah dan dia pun mulai mengeksplorasi diri.
Setelah muncul melalui proses evolusi lalu, ke mana manusia pergi?

Sesudah pergi, lenyapkah ia? Apakah dia bisa diabadikan, menjadi selalu
"ada"? Jika seorang manusia bisa dibuat kopiannya, banyak hal dan banyak
kepentingan serta banyak manusia akan terpuaskan dan mendapat jawabnya.

Ingat film The Boys from Brazil arahan sutradara Franklin J Schaffner
produksi tahun 1978? Dalam film itu dikisahkan upaya kelompok SS—sayap
militer Nazi—untuk "membuat" Hitler-Hitler baru, ada 10 anak, dengan teknik
kloning yang dipadukan dengan proses pendewasaan dengan mempertimbangkan
lingkungan sosio-kultur si anak.

Manusia adalah makhluk yang bertanya. Mempertanyakan apa saja, hingga yang
paling hakiki adalah mempertanyakan eksistensinya. Itulah yang lalu menjadi
pertanyaan awal yang mendorong percobaan para ilmuwan bioteknologi dan para
ahli medis demi memuaskan rasa keingintahuan manusia.

Tujuannya, jika jawaban tentang asal-usul manusia dengan Teori Evolusi
Darwin dianggap sudah "selesai" (baca: diterima), adakah kemungkinan di masa
depan untuk menghadirkan kembali makhluk-makhluk hidup—setelah manusia
diperluas—yang sekarang satu demi satu spesies terancam punah? Bahkan banyak
spesies sudah punah.

DNA dan kloning

Tanggal 28 Februari 1953, Francis Crick berjalan masuk ke rumah minum Eagle
di Cambridge, Inggris. Seperti dikenang oleh James Watson, Crick
mengumumkan, "Kami telah menemukan rahasia kehidupan." Memang mereka telah
menemukannya.

Pagi itu, Watson dan Crick telah menemukan struktur DNA (deoxyribonucleic
acid). Struktur DNA berbentuk mirip dua pita melintir (double helix) yang
dapat membuka (unzip) untuk mengopi diri mereka sendiri. Itulah jawaban
terhadap pertanyaan apakah DNA membawa informasi sifat-sifat yang menurun
dari makhluk hidup. Ternyata diketahui, DNA sanggup membelah diri dengan
membawa sifat-sifat itu.

Kemajuan bioteknologi, yang semula baru sebatas vaksin dan antibiotik yang
bisa menyembuhkan penyakit, sudah "meloncat" ke urusan menggantikan sel
rusak. Potensi kloning telah membawa fajar baru bagi para penderita kanker,
berpotensi "membuat" organ baru dari sel punca, atau memudakan kembali
sel-sel tubuh dengan mengatur ulang kode-kode genetik yang terkandung pada
DNA.

Keinginan manusia untuk mendekati pusat pertanyaan tentang "penciptaan"
telah muncul secara publik sejak abad ke-19 saat Mary Shelley menuliskan
novel Frankenstein.

Ketika itu dokter Frankenstein mengajukan pertanyaan filosofis tentang
moral. "Apakah aku berhak, demi keuntungan pribadiku, mendatangkan bencana
kutukan bergenerasi-generasi tanpa akhir?"

Akankah Golden Rule berlaku pada nurani kita, manusia bertanya yang haus
akan jawaban terdekat? "Perlakukan orang lain seperti engkau ingin
diperlakukan; perlakukan setiap orang sebagai individu, bukan sebagai alat
untuk mencapai tujuan akhir."

Sementara itu, penemuan Watson dan Crick telah memicu kemajuan-kemajuan lain
di bidang bioteknologi. Bioteknologi yang semula terbatas sebagai sarana
terapi dan pengobatan berbasis gen telah memasuki era baru. Era yang
mendekati jawaban yang selangkah lebih maju tentang penciptaan; meski masih
berupa kopi dari yang sudah ada.

Dengan kecanggihan bioteknologi, suatu kali akan dimungkinkan seseorang
"menciptakan" makhluk baru dengan memilih warna mata, warna rambut, dan
warna kulit, serta berbagai ciri khas fisik lainnya.

Kemajuan kloning

Manusia senantiasa lemah terhadap keinginan dirinya sendiri untuk mendekati
jawaban tentang eksistensinya.

Penemuan Charles Darwin setelah melakukan pengamatan di Galapagos yang
melahirkan Teori Evolusi semula ditentang keras banyak kelompok, terutama
pihak gereja karena teori ini dituding sebagai anti-Kristen, karena
bertentangan dengan ide penciptaan (genesis).

Toh, pada tahun 1996, Paus Yohannes Paulus II telah membuka pintu penerimaan
pada teori tersebut meski tidak secara eksplisit menyebutkan nama Charles
Darwin (Tiras, 14/11/96).

Para ilmuwan memiliki alasan masing-masing dalam mengembangkan teknologi
kloning. Semua sebenarnya bertujuan pada pasar, yaitu manusia. Ketika
manusia ingin hidup sehat, embrio atau manusia hasil kloning bisa saja
difungsikan sebagai bank donor organ tubuh, atau ingin menciptakan individu
unggul. Alasan yang dibungkus dengan moral yang lebih tinggi, yaitu seperti
yang dikemukakan ilmuwan Hwang Woo-suk dari Korea's Seoul National
University.

"Tujuan kami melakukan kloning bukan untuk mengkloning manusia, melainkan
untuk lebih memahami penyebab penyakit," ujarnya dalam jumpa pers Asosiasi
Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Seattle, pada suatu hari di bulan
Februari tahun 2004.

Sebelumnya, kloning yang tercatat sukses adalah kloning seekor domba yang
lalu diberi nama Dolly. Dolly dikloning dari sel dewasa dan ternyata bisa
melahirkan domba yang kembar identik dengan induknya.

Selanjutnya, tahun 2001, tim peneliti dari Texas A&M University, AS,
berhasil menciptakan kloning seekor kucing yang dinamai CC—kependekan dari
Copy Cat.

Tahun 2005, kembali Hwang bersama timnya mengumumkan keberhasilan mereka
melakukan kloning pada anjing. Anjing yang dinamai Snuppy ini menambah
deretan sukses kloning yang dilakukan pada hewan. Setelah Dolly,
berturut-turut sukses kloning tercatat pada eksperimen terhadap babi, tikus,
lembu, kambing, kelinci, dan mule (bagal, sejenis keledai).

Kekhawatiran yang menggantung kini adalah, kapankah batas etika dan moral
itu akan semakin jauh dari moral Kantian? Dari Golden Rule?

Sejarah telah berbicara banyak. Ketika manusia bergerak dengan cepat dan
tergesa, maka batas moral pun tergeser secara perlahan dan sedemikian
halusnya hingga mungkin kita tiba-tiba akan terkejut ketika bangun di suatu
pagi di abad ke-22: Ada aku tidur di sampingku.... Aku adalah keabadian...
(akankah?).


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke