http://sains.kompas.com/read/xml/2009/02/12/10425772/segitiga.koral.jantung.dunia


*Segitiga Koral, Jantung Dunia*

Oleh YUNI IKAWATI

Sumber kehidupan manusia masa depan terpendam di laut. Namun, harta karun
itu—berupa berbagai jenis biota laut—sebagai bahan baku pangan, obat-obatan,
dan kosmetik mulai terancam kehidupannya. Hal itu disebabkan terumbu karang,
rumah mereka, terus dirusak dan dihancurkan.

Tingginya tingkat perkembangbiakan makhluk di laut itu tergantung dari
kelestarian terumbu karang yang bukan hanya jadi tempat tinggal, tetapi juga
sumber pakan dan lahan untuk berpijah.

Rumah-rumah ikan itu tidak terbangun di sembarang tempat, tetapi di laut
dangkal yang bersuhu hangat di pesisir, dekat pulau. Itulah yang menyebabkan
kawasan di Asia Tenggara—yang disebut juga Benua Maritim—menjadi kawasan
terumbu karang terluas.

"Kerajaan ikan" ini yang disebut Segitiga Terumbu Karang dan mencakup
kawasan yang luas di perairan tengah dan timur Indonesia, Timor Leste,
Filipina, Sabah-Malaysia, Papua Niugini, dan Kepulauan Solomon di Samudra
Pasifik.

Segitiga Terumbu Karang ini disebut juga "Amazon of the Seas" karena menjadi
episenter kehidupan laut yang memiliki keragaman jenis biota laut. Terumbu
karang di kawasan ini mencakup 53 persen terumbu karang dunia

Di beberapa areal di Segitiga Terumbu Karang, seperti di perairan Raja
Ampat, Maluku Utara, terdapat lebih dari 600 spesies koral atau lebih dari
75 persen spesies yang dikenal di dunia.

Di terumbu karang yang tersebar di perairan enam negara itu juga dihuni
sekitar 3.000 spesies ikan, serta memiliki hutan mangrove paling luas di
dunia. Segitiga Terumbu Karang juga menjadi tempat bertelur dan berkembang
biaknya ikan tuna dalam jumlah terbesar di dunia. Tuna merupakan komoditas
perikanan yang tergolong paling diminati di dunia.

Ancaman meningkat

Sayangnya Segitiga Terumbu Karang mulai terancam kelestariannya karena
berbagai masalah pencemaran, dan cara penangkapan ikan yang merusak terumbu
karang, misalnya dengan menggunakan bom dan racun. Saat ini data Departemen
Kelautan dan Perikanan (DKP) menyebutkan terumbu karang yang masih dalam
kondisi sangat baik tinggal 6,2 persen.

Belakangan diketahui kenaikan suhu muka laut yang menyebabkan gangguan
cuaca, dan perubahan iklim akibat pemanasan global, juga mengancam
kelangsungan hidup terumbu karang. Keberadaan koral juga mendapat tekanan
ekonomi masyarakat pesisir yang umumnya miskin.

Penelitian yang dilakukan peneliti LIPI beberapa waktu lalu menyebutkan,
kerusakan terumbu karang terbesar disebabkan oleh penangkapan ikan dengan
menggunakan bom ikan. "Penelitian menunjukkan, bahan peledak 0,5 kilogram
bila diledakkan pada dasar terumbu karang menyebabkan matinya ikan yang
berada sampai radius 10 meter dari pusat ledakan. Adapun terumbu karang yang
hancur sama sekali sampai radius tiga meter dari pusat ledakan," ujar
Suharsono, Kepala Pusat Penelitian Oseanologi LIPI. Ledakan bom tidak hanya
menghancurkan terumbu karang, tetapi juga berdampak buruk bagi usaha
perikanan, pelestarian lingkungan, dan pariwisata.

Berbagai masalah itu merugikan Indonesia yang memiliki areal terumbu karang
sekitar 60.000 kilometer persegi. Padahal semestinya dapat diraih keuntungan
4,2 miliar dollar AS per tahun dari hasil ikan dan pemanfaatan sumber biota
laut bernilai ekonomis lainnya. Menurut data dari Departemen Kelautan dan
Perikanan, pada tahun 2000 kerugian yang ditanggung mencapai 12 juta dollar
AS atau lebih dari Rp 84 miliar per tahun akibat kerusakan terumbu karang.

Kerusakan itu juga menghilangkan peluang ekonomi dari hasil perikanan,
turisme, dan fungsi terumbu karang sebagai penahan ombak yang bernilai
paling sedikit 70.000 dollar AS per kilometer persegi. Sebagai pembanding,
kondisi terumbu karang di Indonesia yang baik memiliki nilai wisata selam
3.000 hingga 500.000 dollar AS per kilometer persegi.

Selain itu, terumbu karang tepian yang berperan menetralisasi kekuatan angin
dan gelombang keberadaannya diperkirakan dapat menghemat biaya
25.000-550.000 dollar AS untuk perlindungan pantai dari erosi.

Sebaliknya jika terumbu karang rusak, diperlukan dana besar untuk
pemulihannya dan memakan waktu lama hingga 50 tahun. "Tingkat pemulihannya
pun tidak 100 persen. Pasti ada spesies yang hilang permanen," kata
Suharsono.

Kampanye penyelamatan

Hal inilah yang mendorong Indonesia pada tahun 2000 mencanangkan kampanye
rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang dengan slogan "Selamatkan
Terumbu Karang-Sekarang!" Program itu dilaksanakan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan serta
mendapat bantuan teknis dari The Johns Hopkins University, AS.

Melalui kampanye itu diharapkan kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap
arti penting dan nilai strategis terumbu karang di Indonesia meningkat.
Program yang dipersiapkan sejak tahun 1995 dan direncanakan akan berlanjut
hingga 2013, sayangnya belakangan ini melemah gaungnya.

Isu penyelamatan terumbu karang, menurut Sekretaris Panitia World Ocean
Conference 2009 dan Coral Triangle Initiative Summit, Indroyono Susilo, akan
diangkat kembali agar menjadi perhatian dunia.

Hal ini, kata Indroyono yang juga Ketua ISOI (Ikatan Sarjana Oseanologi
Indonesia), terkait dengan ancaman yang kian besar terhadap kelestariannya
karena dampak perubahan iklim, berupa kenaikan suhu muka laut dan kenaikan
permukaan air laut. Pertemuan CTI ini akan berlangsung di Manado, Sulut,
pada 15 Mei mendatang.

Dalam pertemuan terdahulu, ujar Indroyono yang juga menjabat Sekretaris
Menko Kesra, dari beberapa negara berhasil dihimpun dana hibah 250 juta
dollar AS untuk menyelamatkan terumbu karang di Segitiga Terumbu Karang.

Namun untuk memperoleh dana itu, ujarnya, tiap negara yang berada di kawasan
itu perlu menyusun program yang jelas dalam upaya penyelamatan terumbu
karang yang menjadi warisan dunia yang sangat berharga itu. Indonesia harus
memegang peranan besar dalam hal ini.

Yuni Ikawati


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke