http://www.mediaind onesia.com/ index.php? ar_id=NjAzNzU=
 
Rabu, 11 Februari 2009 19:02 WIB
 
Insiden Demo Protap
PWI Cabut Keanggotaan Tiga Wartawan SIB
 
 

JAKARTA--MI: Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mencabut 
sementara keanggotaan tiga wartawan Surat Kabar Harian Sinar Indonesia Baru 
(SIB), yang diduga terlibat dalam insiden Sumut yang mengakibatkan meninggalnya 
Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat. 

Siaran pers PWI Pusat di Jakarta, Rabu, menyebutkan, sanksi berupa 
pemberhentian sementara dari keanggotaan PWI itu diberikan sampai ada keputusan 
hukum pasti atas ketiga wartawan surat kabar harian SIB tersebut. 

Sanksi itu diberikan karena PWI Pusat menilai telah terjadi pelanggaran berat 
atas Kode Etik Jurnalistik dan merusak citra organisasi PWI. 

Ketiga wartawan SIB tersebut adalah GM Panggabean (Pemimpin Umum), Chandra 
Panggabean (Wakil Pemimpin Umum/Ketua Dewan Redaksi) dan Victor Siahaan 
(Penanggung Jawab). 

PWI Pusat, melalui Dewan Kehormatan PWI, sebelumnya telah menerima laporan dari 
pengurus PWI Cabang Sumatera Utara dan Dewan Kehormatan Daerah PWI Cabang 
Sumut, tentang pemberitaan SIB pada 3 Februari 2009 dan keterlibatan wartawan 
anggota PWI dalam demonstrasi anarkis di Gedung DPRD Sumut, Selasa (3/2) yang 
mengakibatkan meninggalnya Abdul Aziz Angkat. 

Siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat Margiono dan Ketua Dewan 
Kehormatan PWI Pusat Tarman Azam itu juga menyebutkan, keterlibatan wartawan 
anggota PWI dalam demostrasi anarkis tersebut telah menodai kehormatan profesi 
wartawan dan citra PWI. 

PWI Pusat juga menilai, pemberitaan SIB pada 3 Februari 2009 berjudul Ketua 
Umum PGI Wilayah Sumut: PROTAP: Warga Tapanuli Tidak Terhempang Lagi dan 
beberapa berita sebelumnya dinilai telah melanggar Kode Etik Jurnalistik PWI. 

Meski demikian, PWI Pusat mengimbau semua pihak tetap menghormati kemerdekaan 
pers dan tidak bertindak anarkis terhadap pers, khususnya terhadap surat kabar 
harian SIB. (Ant/OL-















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke