Petisi Online : http://www.petitiononline.com/puyeng12/petition.html

Kepada : Menkes, IDI, IDAI, YLKI dan Lembaga terkait lainnya. 

PETISI MENUNTUT PUYER DIHAPUSKAN 

Pembahasan puyer seharusnya tidak melupakan aspek Rational Used of Drugs (RUD) 
dan Rational Used of Medicine (RUM). Penyakit yang paling sering terjadi pada 
anak-anak adalah batuk, pilek, dan diare. Penyakit tersebut hampir selalu 
diberi obat puyer (yang berisi obat simptomatik), antibiotik, dan 
multivitamin/imunomodulator(echinacea/curcuma). Memang bila kita hanya berpikir 
tidak memberikan obat puyer, maka obat jadi untuk batuk, pilek, dan diare cukup 
mahal. Apalagi bila ditambah antibiotik sirup, multivitamin dan imunomodulator. 

Penggunaan obat puyer menjadi polemik di sejumlah negara. Di negara-negara 
miskin seperti Banglades dan negara-negara Afrika, penggunaan puyer sudah 
ditinggalkan karena banyaknya kelemahan. 

Fakta menunjukan nobat puyer jauh lebih mahal dari pada obat tanpa di racik, 
berkisar dari mulai Rp. 100.000 ~ Rp. 1000.000. 

Puyer sangat kental dengan Polifarmasi/ Overmedication. 
1 obat saja ketika memang tidak dibutuhkan sudah termasuk Overmedication 

Saatnya untuk menyelamatkan generasi bangsa, bila betul-betul menerapkan 
RUD/RUM, selain tidak membutuhkan puyer, anak tidak perlu banyak obat, hanya 
cairan dan penurun panas. Bayangkan kalau di puskesmas di seluruh Indonesia 
bisa menerapkan RUD/RUM, berapa banyak biaya yang dapat ditekan oleh 
Pemerintah? 

Kami berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang terbaik, benar, tepat dan 
terukur sesuai dengan prinsip rasionalitas : Ketepatan Indikasi, Ketepatan 
Pemilihan 
Obat Ketepatan Cara Pemakaian Dan Dosis Obat serta Ketepatan Penilaian Terhadap 
Kondisi Pasien/Dan Tindak Lanjut Efek Pengobatan. 


1. Kembalikan layanan kesehatan di Indonesia sebagaimana mestinya(EBM/RUM) 

2. Edukasi..Edukasi...dan Edukasi untuk pasien/ orang tua adalah hal yang 
paling penting untuk menuju Indonesia sehat 2010 sesuai dengan program 
pemerintah 

3. Penulisan resep dalam bentuk racikan yang terdiri dari campuran tablet 
paten/jadi kemudian digerus dijadikan sediaan puyer atau di masukkan ke dalam 
sirup) perlu untuk segera DIHAPUSKAN. 

4.Evidence Based Medicine (EBM) yang merugikan akibat penulisan resep racikan 
harus disosialisasikan sehingga di harapkan dapat menimbulkan awareness yang 
tinggi dari semua pihak (prescriber, pharmacy practice, organisasi profesi IDI 
, ISFI dll) 

Senyum Indonesia Sehat 
Sincerely, 
Rakyat Indonesia Yang Mendambakan Kesehatan 

Sincerely, 

Rakyat Indonesia Biasa


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke