Sisi Lain Ponari Jombang 



Sisi Lain Ponari Jombang
Oleh : Mochammad moealliem

Jombang itulah nama daerahnya, konon sejarahnya daerah ini dinamai dengan 
sebutan Jombang dikarenakan adanya dua dimensi yang ada dalam masyarakatnya, 
setidaknya bisa disebut ijo abang (hijau dan merah). Sebuah warna yang memang 
dipilih sebagai simbol untuk sebuah strata seseorang, hijau mewakili orang yang 
melek huruf, atau santri kata yang berasal dari bahasa kuno sastri (melek 
huruf) dan berkaitan juga dengan cantrik anda bisa membacanya secara lengkap 
dalam catatan sejarah yang ada.

Untuk memberi gambaran secara lebih dekat anggap saja Ryan (si jagal jombang) 
mewakili kelompok merah alias masyarakat yang membuat nilai daerahnya tertulis 
dengan nilai merah, dan Ponari sebagai wakil dari kelompok hijau (penyembuh) 
hal demikian adalah sebagai bentuk penyeimbang, dan mungkin hebohnya berlipat 
ganda dibanding hebohnya Ryan.

Itu adalah contoh terkini, dan hampir seluruh Indonesia tahu, meski pada 
sejarahnya banyak juga kisah rakyat dan mungkin realita pada zamannya, bahwa 
disanalah gudang dua hal itu, toh dimanapun hal demikian juga akan selalu ada, 
dimana ada baik disitu ada buruk, sebab tidak akan mungkin sebuah kebaikan itu 
hadir tanpa diimbangi dengan keburukan, surga pun tak akan laku jika neraka 
tidak ada.

Sebuah fenomena yang unik bagi saya melihat puluhan ribu orang mengantri untuk 
minta obat, yang secara rasional tertolak mentah-mentah, namun toh sehebat 
apapun rasio tak bisa mengalahkan realita yang ada. Banyak dari kalangan 
kesehatan terweleh-welehkan (dalam bahasa gaulnya, ilmu yang dipelajarinya 
dicampakkan dengan kejadian ponari), bocah umur 9 tahun yang habis tersambar 
petir dan mendapat batu, dan ketika batu itu dibuang ternyata kembali ketempat 
ponari lagi, pembaca boleh percaya boleh tidak, namun penulis yakin ponari 
bukan pembohong layaknya dukun-dukun itu.

Orang mengatakan Ponari adalah dukun cilik, namun menurut penulis dia bukan 
dukun, namun hanya kebetulan diberi kelebihan oleh Allah, itu pun karena batu 
yang datang min haitsu la yahtasib, namun setidaknya efeknya positif, kalau 
memang itu bisa membuat orang jadi sembuh lantaran hal itu, toh juga yang 
menyembukan Allah. Jika ada orang yang kurang berilmu berkata itu syirik, saya 
kira perlu hati-hati, berobat ke dokter dan ke ponari adalah sama, menyakini 
jika minum obat dari dokter membuat dia sembuh adalah keliru, sebagaimana 
menyakini minum air yang dicelupi batunya ponari. Kecuali jika mereka tetap 
yakin yang menyembuhkan adalah Allah, lewat air itu, atau obat dari dokter.

Anda bisa simak sejarah nabi Musa ketika sakit gigi, ketika dia memohon 
kesembuhan pada Allah dia disuruh mengambil sebuah rerumputan, disaat yang lain 
dia sakit lagi, dan langsung mengambil rerumputan dan melupakan Allah, akhirnya 
sakitnya malah parah, setelah itu baru sadar dan mendapat teguran dari Allah.

Kisah ponari ini menurut penulis adalah sebuah peringatan kepada pemerintah 
Indonesia, dimana pelayanan kesehatan begitu minim dan mahal, baru daftar 
menjadi pasien saja sudah mahal apalagi resmi menjadi pasien dan harus menebus 
obat-obat yang mahal, maka tak heran jika puluhan ribu orang rela antri 
berhari-hari hanya karena pengobatan yang murah. 

Hal demikian juga mengulang sejarah nabi Isa, juru pengobatan yang tak masuk 
akal pada saat kekuatan akal diagung-agungkan oleh kaum yahudi yang memang 
rasionalis, bahkan nabi Isa pun dilahirkan tanpa ayah, sebagai bukti bahwa 
Allah mampu melakukan apa yang akal manusia tak mampu menjangkau.

Penulis pun terkadang terbentur dengan hal demikian, ketika mencoba menjadikan 
sesuatu sesuai akal dalam sejarah-sejarah para nabi, para wali, dan orang 
sholeh lainya. Satu contoh adalah Hajar aswad, batu hitam yang diciumi jutaan 
orang, yang sekarang terletak disebuah sudut ka’bah, batu itu dalam tafsir yang 
penulis pelajari, adalah batu dari surga, buah-buahan yang diberikan untuk 
maryam ketika i’tikaf dalam tempat khalwatnya adalah dari surga, Istri salah 
seorang wali di Indonesia .juga bidadari dari surga.

Disitulah manusia diuji antara percaya dan tidak percaya, dan disitu pula 
manusia diajari bahwa yang gaib itu ada, dan yang ada itu gaib. Yang atas itu 
bawah dan yang bawah itu atas, up is down kata orang inggris, dan penulis yakin 
ketika pembaca berpikir sejenak dari contoh yang akan penulis berikan, pembaca 
akan sadar.

Contoh atas adalah bawah.

Kita semua tahu bahwa bumi adalah bulat, langit yang kita anggap diatas kita 
sebenarnya adalah dibawah bumi, dan langit yang dibawah bumi sebenarnya diatas 
kita. Anggap saja apa yang dianggap tertinggi dibagian bumi amerika, adalah apa 
yang dianggap rendah oleh bagian bumi Indonesia, dan semakin tinggi orang 
menumpuk harta, semakin dalam pula ia terkubur dengan harta.

Kalau saja umur kita diakhirat nanti sama dengan umur kita didunia, anda bisa 
bayangkan jika satu hari penuh kita berdosa, sebagai balasan kejelekan adalah 
1:1 maka kita akan terhukum selama 1000 tahun dunia, karena satu hari diakhirat 
sama dengan 1000 tahun didunia. Nah kalau berbuat baik kan sistemnya 1:10, so 
jika kita beramal baik satu hari penuh maka balasannya 10.000 tahun, coba 
bayangkan kalau seumur hidup kita mampu beramal baik.

Maka, kata guruku “dalam diam, janganlah hatimu diam, dalam ramai, janganlah 
hatimu ramai”, ini penulis jabarkan aja, yang jelas iintinya guruku berpesan 
jika hatimu menyebut Allah tiap detaknya, bukankah itu tabungan kebaikan dan 
setiap kebaikan akan dibalas, sementara waktu tak bisa di pause atau di replay, 
jika hari ini kamu tidak menyebut Allah, maka kamu tak akan dapat mencari waktu 
hari ini, setelah hari ini.

Dalam diamnya mulut kita, dzikirlah yang keras dengan hati kita, dan dalam 
ramainya mulut kita, janganlah hati kita ramai kecuali untuk menyebut Allah. 
Janganlah mulut kita dzikir dengan keras sementara hati kita tidur atau bahkan 
wisata kemana-mana, apalagi mulut kita tidak berdzikir, hati kita maksiat, 
na’udzubillah!.

Cipondoh – Tangerang
Senin, 16 Februari 2009
Dunia memang penuh dengan kebingungan



Mochammad Moealliem
http://www.muallimku.blogspot.com or 
http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/
Virtual Islamic Education klik disini


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke