Tiap KRI harus dijadikan kompartemen-kompartemen militer terapung. Sehingga
besar kecilnya suatu kapal perang tidak mengurangi ketangguhannya. Artinya
meskipun kapal kecil, tetap harus dipersenjatai dengan berbagai persenjataan
modern.Tiap awak dalam kapal perang tsb harus menjadi operator persenjataan
apakah meriam, roket, rudal, torpedo, dlsb. Sehingga bila di dalam kapal
tersebut ada 100 awak, artinya kapal perang tersebut juga memiliki 100
sistem persenjataan. 1 awak memegang 1 sistem persenjataan.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8603

*PANGLIMA TNI AKAN RESMIKAN DUA KRI*

*Tanjungpinang* - *Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Krait 827* dan *Tarihu
829*, menurut rencana pada Rabu pekan ini diresmikan *Panglima TNI Jenderal
Joko Santoso*.

"Kedua KRI itu dioperasikan di perairan Sumatera Barat," kata Komandan
Lantamal IV/Tanjungpinang, Brigadir Jenderal (Mar) Lukman Sofyan, Senin.

Persemian oleh Panglima akan berlangsung di Fasilitas Pemeliharaan dan
Perbaikan (Fasharkan) Mentigi, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi
Kepri.

Kedua KR dibuat di Fasharkan Mentigi untuk memperkuat pengamanan di wilayah
barat Indonesia, khususnya di perairan Sumatera Barat.

Lantamal IV/Tanjungpinang dewasa ini dilengkapi tiga KRI yang secara
bergilir mengamankan wilayah perairan.

"TNI AL juga memiliki 12 unit kapal patroli pengamanan terbatas di perairan
Tanjungpinang," ujarnya.

Sementara itu, Perwira Pembantu Penerangan Lantamal IV/Tanjungpinang, Mayor
Darwinto mengatakan, KRI Krait 827 dan Tarihu 829 akan memperkuat
pengamanan, sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana di wilayah perairan
sebelah barat Indonesia.

Keberadaan kedua kapal perang tersebut juga memberi rasa aman kepada
masyarakat, terutama yang memanfaatkan kawasan perairan untuk berbagai
kegiatan.

Kegiatan masyarakat di kawasan perairan akan dilindungi TNI AL sepanjang
dilakukan berdasarkan ketentuan.

"Wilayah perairan Indonesia sangat luas, dan berbatasan dengan beberapa
negara tetangga sehingga membutuhkan kapal perang dan patroli yang mencukupi
untuk mengamankannya," ujar Darwinto.

Dia mengatakan, TNI AL juga berupaya mengembangkan sumber daya manusianya
sehingga dapat melaksanakan kewajibannya mengamankan seluruh wilayah
perairan Indonesia.

"Kapal perang sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan Indonesia," ujarnya.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke