http://www.dw-world.de/dw/article/0,,4036424,00.html


*Clinton Ditunggu di Jakarta*


*Hillary Clinton*, Rabu (18/02) akan tiba di *Jakarta *untuk kunjungan
kenegaraan selama dua hari. Lawatan ke *Indonesia* ini merupakan bagian dari
rangkaian kunjungan perdananya ke luar negeri sebagai menteri luar negeri.


Ini adalah sebuah kunjungan  dengan pesan khusus, agenda pembicaraan
kemungkinan masih sangat umum.

Hillary Clinton akan memulai kunjungannya di Indonesia dengan melakukan
serangkaian pembicaraan bilateral dengan mitranya, *Menteri Luar Negeri
Hassan Wirajuda*, hari Rabu (18/02). Ia selanjutnya dijadwalkan berkunjung
ke Sekretariat ASEAN, petang harinya. Pertemuan Hillary  dengan *Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono*,  baru akan dilakukan  pada hari kedua
kunjungannya, Kamis pagi (19/02).

Menurut Menlu Hasan  Wirayudha, ada sejumlah agenda penting yang akan
dibicarakan dalam kunjungan istimewa menteri luar negeri Amerikat Serikat
itu. Namun agenda utamanya adalah pembicaraan untuk memajukan hubungan
bilateral kedua negara.

"Pihak Amerika dalam hal ini Menlu Hillary Clinton akan berbicara tentang
upaya meningkatkan hubungan kedua negara  dalam cakupan  strategic
partnership. Tentunya kita akan bicarakan, apa  secara pandang  dan kesamaan
pandang kita tentang konsep itu sendiri. Lainnya perkembangan di kawasan
baik di ASEAN maupun Asia Timur dan peran negara negara di kawasan ini dalam
ikut membantu mencari solusi krisis global. Disamping  tentunya isu isu
internasional seperti upaya penyelesaian konflik Timur Tengah, Iran. Tapi
juga isu-isu lain." Jelas Wirayudha.

Kunjungan Hillary Clinton ini disebut-sebut sebagai  upaya diplomasi untuk
menjangkau dunia Islam. Tetapi sejauh ini, tema yang akan dibahas nampaknya
masih sangat umum. Belum ada konfirmasi soal  agenda pertemuan Nyonya
Clinton ini dengan para tokoh Islam di Indonesia, seperti dilakukan
pendahulunya Condolezze Rice saat berkunjung tahun 2006. Pembahasan mengenai
proposal perdamaian Palestina yang pernah dibicarakan antara Wapres Jusuf
Kalla dan Wapres AS Joe Biden juga dipastikan tidak dibahas secara khusus.

Isu-isu lain yang menjadi perhatian media di Indonesia seperti soal tokoh
teroris Hambali, serta kontroversi keberadaan laboratorium Namru, milik
Angkatan Laut Amerika Serikat, yang kerjasamanya dengan Departermen
Kesehatan telah berakhir pada 2005, juga dipastikan tak akan dibahas dalam
lawatan Hillary kali ini.

Kembali Hasan Wirayudha: "Jadwal waktu beliau memang sangat sempit, karena
hari Kamis siang sudah bertolak untuk melanjutkan kunjungan ke negara lain.
Jadi hanya bertemu Menlu dan Presiden saja?  Itu yang telah kita sepakati.
Soal Namru, ini merupakan hal tekhnis yang saya kira tidak dibicarakan dalam
pertemuan itu."

Lebih jauh Hassan Wirajuda memastikan, persiapan untuk menyambut kedatangan
Menlu Hillary Clinton ke Indonesia, sudah selesai. Sementara itu, menyangkut
masalah pengamanan, juru bicara Mabes Polri, Abu Bakar Nataprawira,
mengatakan, pihaknya akan mengerahkan ribuan personil polisi untuk
mengamankan kunjungan Hillary sesuai prosedur tetap untuk tamu negara.
Polisi sejauh ini, menurut Nataprawira, belum menerima laporan ancaman
keamanan terkait kunjungan Hilary. (ap)


Zaki Amrullah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke