http://www.dw-world.de/dw/article/0,,4036143,00.html

*AS dan Jepang Ingin Kerjasama Lebih Erat*


*Menteri Luar Negeri AS Clinton* menyerukan langkah terkoordinir guna
menyegarkan perekonomian global. Ia juga mengundang *PM Aso* untuk
bertemu *Presiden
Obama* di Washington, pekan depan.


PM Jepang Taro Aso akan menjadi pemimpin negara asing pertama yang diterima
oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih. Undangan bagi
Aso dan pemilihan Jepang sebagai tujuan pertama kunjungan Menlu Hillary
Clinton menunjukkan pentingnya negara tersebut bagi Washington. AS dan
Jepang sepakat untuk terus mempererat aliansi sebagai mitra keamanan.

Dalam konferensi pers bersama Menlu Jepang Hirofumi Nakasone, di Tokyo,
Selasa (17/02), Menlu AS Hillary Clinton mengatakan, mereka mendiskusikan
tantangan ekonomi yang dihadapi kedua negara dan dunia secara keseluruhan,
dengan tuntutan akan tanggapan terkoordinir dari dunia global. Sebagai
kekuatan ekonomi pertama dan kedua terbesar di dunia, kami mengerti
tanggungjawab ini, kata Clinton.

Kedua menteri luar negeri juga menandatangani perjanjian untuk memindahkan
8.000 marinir AS dari pulau Okinawa di selatan Jepang ke wilayah AS, Guam.
Perjanjian itu merefleksikan komitmen untuk memperbaharui sikap militer
kedua negara di Pasifik.

Clinton mengatakan, "Perjanjian ini memperkuat inti aliansi Jepang dan AS.
Misinya adalah untuk menjamin pertahanan Jepang dari serangan, dan
menghindari serangan apapun terhadap Jepang dengan segala cara.

Kedua negara juga akan bekerjasama lebih erat untuk mencari solusi mengenai
program nuklir Korea Utara. Menlu AS Hillary Clinton menyarankan agar Korea
Utara mengambil langkah pertama dalam memperbaiki hubungan dengan AS, yaitu
dengan mengakhiri program nuklirnya. Berbicara sehari setelah Pyongyang
menyatakan berhak untuk meluncurkan rudal jarak jauh, Clinton mengatakan uji
coba semacam itu akan sangat tidak membantu.

"Dengan respek pada Korea Utara, kami mendiskusikan pentingnya koordinasi
yang sangat erat dalam pendekatan kami terhadap perundingan 6 pihak. Kami
harus memperbesar upaya untuk menjamin denuklirisasi Korea Utara yang
seutuhnya dan bisa dibuktikan. Kemungkinan peluncuran misil yang dibicarakan
Korea Utara akan sangat tidak membantu untuk memajukan hubungan", kata
Clinton.

Media Korea Selatan melaporkan, Pyongyang bersiap untuk mengujicoba rudal
jarak terjauhnya, Taepodong-2, yang didesain untuk mencapai jarak sejauh ke
Alaska, tetapi selama ini selalu gagal dalam penerbangan. Clinton mengulangi
penawarannya pada Korea Utara pekan lalu yaitu pakta perdamaian, normalisasi
hubungan dan bantuan jika negara itu mengakhiri program senjata nuklirnya.
Sejauh ini Pyongyang belum bereaksi terhadap tanggapan itu.

Di Tokyo, Clinton juga menemui warga Jepang yang anggota keluarganya diculik
oleh Korea Utara. Menyangkut isu yang sensitif di Jepang ini, Clinton
mengatakan, ia akan menekan Pyongyang untuk bertanggungjawab atas nasib
warga Jepang yang diculik tahun 70-an dan 80-an guna melatih kemampuan
berbahasa mata-mata Korea Utara. Pemerintahan Obama menganggap tema
penculikan itu sebagai prioritas utama, tambah Clinton.

Kunjungan Menlu AS Hillary Clinton ke Jepang berlangsung saat tekanan
terhadap pemerintahan PM Taro Aso yang makin tidak populer, bertambah berat.
Selasa ini (17/02), Menteri Keuangan Jepang Shoichi Nakagawa menyatakan
mundur, di tengah gencarnya tuduhan bahwa ia mabuk saat tampil dalam
konferensi pers KTT G7 di Roma, Sabtu lalu (14/02).

Melanjutkan lawatannya ke Asia, Menlu Clinton akan bertolak ke Jakarta, Rabu
(18/02). Menurut rencana, ia akan bertemu *Menlu Hassan Wirayudha* dan
*Presiden
SBY*. (rp)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke