http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006121347
*PANGDAM JAYA BUKA RAPIM KODAM JAYA TH 2009*
19 Feb 2009
*KODAM JAYA* (19/2) - *Pangdam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI
Darpito Pudyastungkoro* membuka resmi Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam Jaya
tahun 2009 bertempat di Aula A.Yani Kodam Jaya Jln.Mayjen Sutoyo No.5
Cililitan Jakarta Timur, Kamis (19/2).
Rapat Pimpinan Kodam Jaya diselenggarakan merupakan kelanjutan
dari rapat Pimpinan TNI-AD tahun 2009 yang telah dilaksanakan pada minggu
terakhir Januari 2009. Rapat Pimpinan Kodam Jaya ini adalah tindak lanjut
untuk menjabarkan pokok-pokok kebijakan Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan
Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun Anggaran 2009 sehingga terurai dalam
arah kebijakan dan program kerja lingkungan Kodam Jaya.
Dalam amanatnya Pangdam Jaya mengharapkan bahwa, arah kebijakan dan program
kerja yang disusun dapat dijadikan pedoman oleh para pelaksana dilapangan
untuk mengoptimalkan pencapaian hasil dari setiap pelaksanaan kegiatan,
sehingga terhindar dari berbagai penyimpangan, pemborosan dan keterlambatan
yang dapat merugikan satuan maupun merugikan instansi Kodam Jaya.
Pangdam Jaya mengingatkan bahwa, tekad dan komitmen kita sudah jelas yaitu
ingin membangun Kodam Jaya yang disiplin, taat hukum, modern, solid,
profesional, tangguh, berwawasan kebangsaan serta mencintai dan dicintai
rakyat. Hal ini dapat diraih dan diwujudkan apabila kesungguhan kepedulian
dan kerja keras selalu dilakukan dalam hidup dan kehidupan yang didasari
oleh jadi diri TNI yaitu tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan tentara
Nasional yang profesional.
Pangdam Jaya menekankan bahwa, menggarisbawahi kembali penekanan Panglima
TNI dan Kasad bahwa tidak ada alternatif lain dalam menyukseskan Pemilu 2009
adalah Netralitas yang harus di pahami dan ditegakkan oleh setiap prajurit
Kodam Jaya.
Dalam jumpa persnya dihadapan wartawan Pangdam Jaya juga
menyampaikan bahwa, khusus untuk Pemilu saya sudah memberikan penekanan
sangat jelas dan sangat tegas yaitu yang berkaitan dengan masalah
netralitas. Untuk kedalam setiap prajurit harus tahu akan posisi dan
kondisinya selaku aparat dan harus netral, mereka sudah dilengkapi dengan
buku saku dan buku saku harus selalu dibawa.
Buku saku ini berkaitan dengan netralitas TNI dan setiap prajurit
sudah tahu, sehingga sudah tahu harus berbuat apa dan harus tidak berbuat
apa. Selain diberikan buku saku, juga dilaksanakan sosialisasinya dan
diadakan pengecekan kepada setiap prajurit dan harus wajib tahu apa yang
berkaitan dengan netralitas, tegasnya.
[Non-text portions of this message have been removed]