http://www.antara.co.id/arc/2009/2/21/as-gugat-kerahasiaan-perbankan-swiss/

*AS Gugat Kerahasiaan Perbankan Swiss*


*Zurich* (ANTARA News) - *Swiss* tengah dag dig dug karena unsur kerahasiaan
bank yang menjadi daya tarik perbankannya bagi para nasabah internasional
terancam diusik setelah *Amerika Serikat* menuntut bank terbesar Swiss, UBS,
untuk membuka rekening para pengemplang pajak AS.

AS meningkatkan tekanannya pada bank Swiss itu untuk membuka identitas 52
ribu pemilik rekening yang merupakan nasabah warga AS yang diduga telah
menggelapkan pajak.

Langkah ini kian memperuncing perselisihan serupa antara Swiss yang menjadi
surga pemilik uang haram dengan tetangga-tetangga Eropanya yang mulai gerah
terhadap ulah perbankan Swiss.

"Bagi saya ini adalah awal dari berakhirnya penyalahgunaan kerahasiaan bank
yang masih saja dianggap legal di Swiss dan demikian juga di tempat lainnya,
demi melindungi para penggelap pajak," kata Bernard Bertossa, mantan jaksa
Swiss yang mengkhususkan diri pada kasus pencucian orang.

Perkara terakhir dilayangkan oleh Departemen Kehakiman AS di Florida Kamis
minggu kemarin, beberapa jam setelah otoritas Swiss dan AS mengumumkan
penyelesaian di luar pengadilan atas penggelapan pajak senilai 780 juta
dolar AS yang melibatkan UBS.

UBS menyatakan bertanggungjawab dan telah dipaksa oleh lembaga regulasi
keuangan Swiss untuk mengungkapkan jati diri 250 sampai 300 nasabah asal AS,
Rabu, yang oleh Departemen Kehakiman AS disebut sebagai satu langkah yang
sangat tidak biasa.

Namun UBS bersumpah akan menghadapi tuntutan pengadilan AS di Florida itu.

Menteri Keuangan Swiss Hans-Rudolf Merz menegaskan bahwa kerahasiaan
bank-bank swiss tetap terjaga, sedangkan para pengusaha dan pemilik bank
menangkis serangan hukum AS dan menggambarkan kasus UBS adalah persoalan
kasuistis saja.

"Swiss telah memberlakukan prinsip kerahasiaan bank di masa lalu untuk kasus
penggelapan pajak dan itu bukan hal baru," kata James Nason, juru bicara
pada asosiasi perbankan swiss kepada AFP.

Namun media Swiss tidak mempercayai klaim ini setelah Departemen Kehakiman
AS memperbarui tuntutan hukumnya meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan
dengan para pihak bersengketa.

"Kerahasiaan bank masih sebatas mitos," demikian judul suratkabar Swiss
Tages Anzeiger, sedangkan koran Le Matin menyebut kerahasiaan bank sedang
menghadapi ancaman hukuman mati.

Di Swiss sendiri ada kemarahan terhadap metode-metode yang digunakan dalam
penyelidikan kerahasiaan bank ini setelah para politisi negara itu menuduh
AS menyabotase proses legal yang berlaku di Swiss dengan bersembunyi dibawah
kesepakatan bersama mengenai perpajakan.

"Prilaku kekuasaan seperti ini tidak bisa diterima," kata Wakil Presiden
Partai Kristen Demokrat Dominique de Buman seraya menambahkan bahwa
Washington telah menikam Swiss dari belakang.

Ironisnya UBS tidak begitu mendapat simpati dari media Swiss, salah satunya
tabloid Blick yang menuduh UBS telah mengubah Swiss menjadi republik pisang.

Persoalan kepajakan ini juga menjadi masalah yang dibicarakan ketika Menlu
Swiss bertemu dengan Anggota Komisi Uni Eropa Benita Ferrero-Waldner di
Brussels pada 26 Pebruari, kata para pejabat Swiss.

Swiss menghadapi tekanan yang terus menguat dari tetangga-tetangga Uni
Eropanya dalam beberapa tahun terakhir, agar memperketat syarat perbankan
untuk mencegah penggelapan pajak.

Koran Inggris The Guardian melaporkan Jumat bahwa Perdana Menteri Gordon
Brown telah menargetkan Swiss karena menjadi surga penggelap pajak yang
berusaha dia bahas dalam pertemuan G20.

Brown memang tidak menyebut-nyebut nama Swiss dalam sebuah brifing wartawan
di London Kamis kemarin.

"Saya kini lebih yakin, setelah berbicara dengan para pemimpin dunia, bahwa
kita ada dalam posisi untuk mengambil langkah lebih jauh dalam soal ini.

"Saya tak akan menyebutkan nama organisasi atau nama negara karena dalam
dokumen sudah disebutkan dengan jelas bahwa kita ingin mencermati semua
juridiksi yang ada," tambahnya dalam sambutan di laman pemerintah Inggris,
Downing Street 10.

Brown mendukung pertukaran informasi diantara negara-negara, sebuah langkah
yang terus menerus ditolak oleh pemerintah Swiss karena upaya itu akan
merusak prinsip kerahasiaan bank-bank Swiss, dengan mendukung perlindungan
nama para pemilik rekening penggelap pajak.

Menteri Keuangan Jerman Peer Steinbrueck tahun lalu menyerang prinsip
kerahasiaan bank-bank Swiss dan menyatakan Swiss mesti ditempatkan dalam
daftar negara-negara rilisan OECD yang tidak mau bekerjasama melawan
penggelap pajak. Daftar ini akan segera diupdate.

Harga saham UBS jatuh 14,1 persen menjadi 10,9 franc Swiss pada perdagangan
sore waktu Swiss.

Analis Rainer Skierka dari Bank Sarasin menyatakan langkah hukum yang
diajukan AS memang tidak terlalu mengkhawatirkan bank itu, namun langkah itu
akan membuat aliran dana baru ke bank tersebut tersendat, bahkan terhenti.
(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke